Breaking News:

Berita Viral

Rebutan Jadi Imam Salat, Pria di Kediri Pilih Adu Jotos, Satu Orang Babak Belur, Dirawat di RS

Viral aksi adu jotos di Kediri, demi memperebutkan jabatan takmir masjid dan imam salat mereka saling baku hantam, satu orang dilarikan ke rumah sakit

Editor: jonisetiawan
Ist
Pria di Kediri babak belur usai rebutan jadi imam salat, dilarikan ke rumah sakit. 

"Saya berusaha melerai dengan membawa satu orang. 

Ternyata di luar serambi masjid banyak teman-temannya dan saya dicekik dan selanjutnya saya tidak sadar," jelasnya.

Ilustrasi penganiayaan, dua pria duel gegara rebutan jabatan pengurus takmir masjid.
Ilustrasi penganiayaan, dua pria duel gegara rebutan jabatan pengurus takmir masjid. (Tribunnews.com)

Menyusul kejadian itu Mashuri kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Kediri Kota. 

"Waktu itu saya mau menolong Pak Khamid. Tapi di luar masjid banyak teman-temannya pelaku," jelasnya.

Sementara Saifuddin, Sekretaris Takmir Masjid Al Muttaqun menjelaskan, keributan terjadi karena ada pihak yang tidak terima penggantian imam sholat Magrib.

"Karena masjid masih dalam konflik dan pihak takmir masih menunggu keputusan dari pihak Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Kediri," jelasnya.

Baca juga: HEBOH Duel Alat Berat di Siak, Diduga Dipicu Sengketa Lahan Kebun Sawit Antar 2 Perusahaan

Sebenarnya pihak takmir akan legowo (rela) dengan hasil yang diputuskan oleh pihak BWI. 

Namun pihak sebelah justru ingin menguasai masjid sebelum ada putusan BWI.

Dari pihak ketakmiran telah melaporkan kejadian keributan ke Polres Kediri Kota. 

Karena ada tiga orang jamaah yang menjadi korban.

Sebelumnya telah diupayakan untuk melakukan perdamaian dari kepengurusan ketakmiran masjid. Namun sayangnya tetap ada kebuntuan.

"Karena yang diinginkan dari masyarakat sama-sama mengelola masjid. 

Namun kalau bentuknya perdamaian seolah-olah ingin mengusai masjid kami tidak terima," jelasnya.

Karena Masjid Al Muttaqun merupakan masjid dari orang banyak dan yang wakaf juga lebih dari satu orang.

"Yang membangun masjid 100 persen warga masyarakat," jelasnya.

Halaman
123
Tags:
imam salatadu jotosmuntahKediri
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved