Pilpres 2024
Meski Prabowo-Gibran Ungguli Elektabilitas Survei Litbang Kompas, Pengamat: Sulit Menang 1 Putaran
Inilah penjelasan pengamat politik menyebut Prabowo-Gibran sulit menang satu putaran meski ungguli elektabilitas survei Litbang Kompas.
Editor: Monalisa
TRIBUNTRENDS.COM - Pengamat politik menilai pasangan Prabowo-Gibran sulit menang satu putaran di Pilpres 2024.
Hal ini diungkap oleh pengamat politik Hendri Satrio, meski hasil survei elektabilitas Prabowo-Gibran di Litbang Kompas paling unggul.
Bukan tanpa alasan, menurut Hendri Satrio, Prabowo-Gibran masih mengandalkan nama besar Presieden Jokowi untuk meraih elektabilitas.
Baca juga: Kerja Keras Kaesang Sampai Meriang, Para Kader Diinfus, Elektabilitas PSI Naik Jadi 2,6 Persen
Diketahui, Prabowo selalu berjanji melanjutkan program-program Jokowi jika berhasil memenangkan Pilpres 2024.
"Pak Prabowo-Gibran tentu masih mengandalkan seorang Joko Widodo (Jokowi) untuk meraih elektabilitas," ujar Hendri.
Dalam survei elektabilitas Litbang Kompas, Prabowo-Gibran kembali memimpin di posisi pertama, disusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di posisi kedua, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di posisi ketiga.
Hendri menyebut hasil survei dapat berubah-ubah tergantung adanya momentum politik.
Menurut dia, debat perdana yang akan digelar pada Selasa malam nantu menjadi momentum penting bagi seluruh pasangan.
Baca juga: Prabowo Melejit, Ganjar Disalib Anies Versi Survei Litbang Kompas, Faktor Pemilih PDIP dan Jokowi
"Debat juga sangat penting untuk menentukan ke mana arah swing voters atau masyarakat yang belum memiliki pilihan," kata Hendri.
Kendati demikian, Hendri menduga Prabowo-Gibran akan sulit menang satu putaran.
Posisi Prabowo-Gibran, kata Hendri, juga akan terancam jika Pilpres 2024 berlangsung dua putaran.
Hendri lantas menyinggung kontroversi putusan Mahkamah Konstitusi (MK), isu penggunaan fasilitas negara untuk kampanye, hingga kabar ketua umum partai politik (parpol) yang tersandera kartu truf oleh penguasa.
Ia juga membahas soal polemik joget ala Prabowo selama kampanye Pilpres 2024.
"Ada daya kritis yang luar biasa saat disajikan joget-joget, disajikan gimik-gimik
'Silakan masyarakat menilai' dan lain-lain," ujarnya.
"Apakah enggak boleh joget-joget?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Pasangan-Calon-Presiden-dan-Wakil-Presiden-Prabowo-Subianto-dan-Gibran.jpg)