Breaking News:

Berita Viral

TEGA 2 Bule di Banyuwangi, Tipu Kasir Minimarket Pakai Trik Sulap, Modus Tukar Uang, Gondol Rp4 Juta

Aksi dua bule menipu pegawai dan pemilik salah satu Minimarket di Banyuwangi dengan trik sulap. Pelaku berhasil gondol uang Rp4 juta.

Editor: jonisetiawan
Instagram @cluring24jam
Viral aksi bule menipu kasir minimarket di Banyuwangi. 

TRIBUNTRENDS.COM - Terekam CCTV aksi dua bule menipu pegawai dan pemilik salah satu Minimarket di Banyuwangi dengan trik sulap.

Dari aksinya, pemilik toko bernama Samsul Arifin mengalami kerugian hingga Rp 4 juta.

Aksi kedua pelaku viral di media sosial usai rekaman kamera CCTV diunggah ke media sosial. 

Diketahui, insiden itu terjadi di minimarket di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Kini polisi memburu kedua WNA tersebut.

Baca juga: 12 Tahun Jadi Istri Bule Ganteng, Ani mantan TKW Blitar Kini Makin Modis, Gayanya bak Sosialita

aksi bule menipu kasir minimarket beredar viral di media sosial.
Sebuah video memperlihatkan aksi Warga Negara Asing (WNA) atau bule menipu kasir minimarket beredar viral di media sosial.

Berbekal rekaman dari kamera CCTV di minimarket itu polisi berupaya menelusuri jejak kedua WNA penipu itu. 

Kapolsek Cluring AKP Abdul Rohman mengatakan pihaknya telah mengecek tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi.

Aksi dua bule itu diunggah oleh akun Instagram @cluring24jam.

Dalam video tersebut, terlihat awalnya ada pria bule berbaju biru masuk ke dalam minimarket.

Sesaat kemudian, datang satu lagi bule pria yang memakai baju berwarna abu-abu.

Keduanya membeli dua botol minuman kemasan dan membawanya ke kasir.

Di kasir tersebut, terdapat dua orang.

Bule berbaju nampak melakukan transaksi pembayaran seperti biasanya.

Tetapi, ketika kasir hendak menyerahkan kembalian, pria itu nampak menolak.

Dalam keterangan dijelaskan, bule itu diduga meminta uang emisi baru.

Kemudian, terlihat pria berbaju biru meminta salah satu kasir untuk mengeluarkan segepok uang dari laci.

Pria itu nampak memegang uang-uang itu seperti sedang memilih-milih uang mana yang akan ia tukarkan.

Sementara, pria bule yang lainnya berbincang dengan kasir satunya seolah mengalihkan perhatian.

Ketika selesai memegang uang itu, pria berbaju biru mengembalikan gepokan tersebut ke kasir.

Tetapi, ada gerakan tangan cepat dari pria tersebut yang menutupi tangan satunya menggunakan dompet.

Diduga, itulah trik sulap yang dilakukan bule itu untuk mengelabui korbannya.

Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah dilihat sebanyak 272 ribu kali.

Baca juga: Bosan Menunggu Pesawat Delay, Bule Ini Pilih Bersihkan Kangkung di Bandara, Tak Malu Duduk di Lantai

Dilansir dari TribunJatim, minimarket tersebut milik warga bernama Samsul Arifin.

"Adik saya yang jadi kasir. Dia melayani mereka (menukar uang). 

Padahal jika sesuai SOP, tidak perlu dilayani," kata Samsul, dikutip dari TribunJatim, Jumat (1/12/2023).

Samsul mengatakan, total uang yang ditilep dua bule sekitar Rp 4 juta.

Dia juga telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Cluring.

"Agar tidak menambah korban di tempat lain," katanya.

Polisi Selidiki

Sementara itu, Kapolsek Cluring AKP Abdul Rohman mengatakan, pihaknya telah mengecek tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi.

"Kasus ini masih kami selidiki," kata Rohman, Jumat, dikutip dari TribunJatim.

Abdul Rohman menjelaskan, para pelaku datang ke kasir menaiki mobil.

Mereka memarkir kendaraan itu jauh dari lokasi minimarket. 

Karenanya, plat nomor kendaraan tersebut tak teridentifikasi.

"Jadi pencurian ini memang modusnya pelaku dikecoh. 

Mereka pakai semacam trik untuk mengelabui korban," tambah dia.

Kasus Lain: IRT Tipu Caleg Rp 200 Juta, Modus Beri Pinjaman Dana Kampanye Tanpa Jaminan

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial NZ (52) di Tambora harus berurusan dengan polisi lantaran melakukan penipuan terhadap seorang calon legislatif (caleg) berinisial B.

NZ menipu korbannya dengan modus memberikan pinjaman dana kampanye hingga Rp 200 juta.

Bahkan, ia pun mengiming-imingi pinjaman tanpa jaminan.

Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama mengatakan, NZ merupakan warga asal Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur yang ditangkap pada Minggu (5/11/2023) lalu.

Baca juga: Sosok Nirwan Afandy, Caleg Golkar Lamar Kekasih dengan Uang Panai Rp 2 M, Profesinya Mentereng

Pelaku penipuan caleg dengan modus peminjaman uang tanpa jaminan
Pelaku penipuan caleg dengan modus peminjaman uang tanpa jaminan ditangkap Polsek Tambora.

“Pelaku NZ menipu caleg DPR RI atas nama B sebesar Rp 200 juta. 

Namun, korban B belum membuat laporan polisi,” ungkap Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama saat dikonfirmasi, Senin (13/11/2023), dikutip dari Kompas.com.

Ternyata, B bukan korban NZ satu-satunya.

IRT berusia 52 tahun itu juga menipu caleg DPRD DKI Jakarta berinisial M (58).

Saat melancarkan aksinya, pelaku meminta korban membeli koper sebagai penyimpanan uang seharga RP 5 juta.

NZ menyebut bahwa koper itu akan diisi uang pinjaman sebesar Rp 5 miliar.

NZ mengaku mengenal seorang pemodal di Solo yang mau memberikan pinjaman ke caleg tanpa jaminan.

“Pelaku NZ melakukan penipuan terhadap Korban M dengan mengaku bahwa pelaku mengenal seorang pemodal di Solo yang mau mengeluarkan dana pinjaman tanpa jaminan untuk caleg,” jelas Putra.

Ilustrasi uang dana kampanye yang dijanjikan oleh IRT di Tambora.
Ilustrasi uang dana kampanye yang dijanjikan oleh IRT di Tambora. (Pxhere/Mohamad Trilaksono)

Kepada korbannya, ibu rumah tangga ini menjanjikan dapat memberikan dana pinjaman untuk caleg DPRD hingga Rp 30 miliar dan caleg DPR RI 50 miliar.

Kemudian, untuk calon bupati atau wali kota bisa meminjam hingga Rp 60 miliar.

Pelaku hanya memberikan syarat pada korban untuk memberikan proposal dan membayar biaya pembelian koper.

"Dengan syarat menyerahkan proposal, membayar biaya pembelian koper yang akan dijadikan sebagai wadah penyimpan uang, dan membayar biaya pembelian mesin penghitung uang," ucap Putra.

Lebih lanjut, Putra mengatakan, korban M awalnya tertarik meminjam uang Rp 30 miliar dan diharuskan mengirikan Rp 30 juta kepada NZ.

Akan tetapi, korban hanya mampu membayar RP 23 juta.

“Dijanjikan pelaku NZ, bahwa korban M hanya bisa mendapat uang pinjaman sebanyak empat koper saja senilai Rp 20 miliar,” tutur Putra.

Pelaku juga mengaku bertemu pemodal di Solo, padahal pertemuan itu tidak terjadi.

Dua pekan kemudian, empat koper berisi uang Rp 20 miliar yang ditunggu-tunggu tak juga diterima korban.

"Pada saat korban M menagih uang pinjaman ke pelaku NZ, selalu dijawab untuk sabar menunggu," ujar dia.

Baca juga: Alasan Orang Tua Gadis Gowa Jodohkan Putrinya dengan Caleg, Kaget Anaknya Dapat Uang Panai Rp 2 M

M kemudian melaporkan penipuan yang dialaminya ke Mapolsek Tambora.

NZ kemudian berhasil diringkus polisi pada, Minggu (5/11/2023).

Berdasarkan keterangan NZ, uang RP 23 juta yang dikirimkan M dihabiskan untuk keperluan sehari-hari.

"NZ juga menerangkan bahwa masih terdapat banyak caleg lain yang menjadi korban komplotan ini, yang dibawa oleh broker atau makelar lainnya," papar Putra.

Kini, pelaku telah ditahan di Mapolsek Tambora.

Atas perbuatannya, NZ dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan, dengan ancaman hingga empat tahun penjara.

***

Artikel ini diolah dari TribunJabar

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
Banyuwangikasir minimarkettipubule
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved