Breaking News:

Berita Viral

MIRIS! Pelajar SMA Bully Bocah SD di Bekasi Gegara Main Bola, Diejek hingga Badan Diputar-putar

Tega sekali sekelompok anak SMA di Bekasi, mereka membully seorang anak SD karena salah paham saat main bola, tubuh korban diputar-putar.

Editor: jonisetiawan
Kolase TribunTrends/Ist
Bocah SD dibully anak SMA di Bekasi berawal dari main bola, tubuhnya diputar-putar. 

TRIBUNTRENDS.COM - Tega sekali sekelompok anak SMA ini, mereka membully seorang anak SD di Kayuringin, Bekasi Selatan.

Aksi perundungan tersebut direkam oleh salah seorang yang berada di lokasi.

Kini rekaman itu beredar luas di media sosial, seperti yang diunggah akun Instagram @infobekasi.

Dalam video yang beredar di platform media sosial pada Senin (27/11/2023), terlihat seorang anak mengenakan seragam SD.

Anak SD tersebut tampak sedang dikerubungi oleh sekelompok remaja yang mengenakan seragam SMA.

Baca juga: Tangis Ibu Siswa MAN 1 Medan Pecah, Tak Terima Anaknya Jadi Korban Bully, Alasan Pelaku Siksa Korban

Ilustrasi bocah SD di Bekasi dibully anak SMA.
Ilustrasi bocah SD di Bekasi dibully anak SMA. (TRIBUNFLORES.COM/HO-IST)

Dalam video berdurasi singkat itu, tidak jelas wajah dari pelaku lantaran rekaman tersebut diblur.

Percakapan dalam video tersebut juga tidak begitu jelas.

Kasus aksi perundungan tersebut bermula setelah para pelaku dan korban bermain sepakbola bersama.

Pertandingan sepakbola tersebut terdiri atas 10 anak SD melawan 3 anak SMA.

Dari kegiatan tersebut, terjadi kesalahpahaman.

Saat bermain sepakbola, salah seorang dari anak SD tersebut terjatuh.

Salah satu temannya kemudian tak terima dan marah-marah terhadap anak SMA tersebut.

Hal itulah yang kemudian berujung pada tindakan perundungan.

Novrian menjelaskan peristiwa perundungan siswa SMA terhadap siswa SD Bekasi
Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian menjelaskan mengenai peristiwa perundungan siswa SMA terhadap siswa SD dibwilayah Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (27/11/2023).

Sementara itu, Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi Novrian mengatakan, badan korban sempat diputar-putar oleh tujuh pelaku.

"Dalam video terlihat satu siswa saja, tapi mungkin yang lain sempat alami juga, (badan) diputar-putar, ada juga yang mainnya kena sikut," ujar Novrian saat ditemui di SDN XVI, Bekasi Selatan, Senin (27/11/2023).

Novrian menuturkan, selain badannya diputar-putar, korban juga mendapat intimidasi dari pelaku.

Peristiwa perundungan itu terjadi usai korban dan pelaku bermain bola bersama.

"Kekerasan psikis iya, di video juga sempat diejek, ada kata mengintimidasi juga," ucapnya.

Baca juga: Tampang Fauzie, Mahasiswa yang Siksa Siswa MAN 1 Medan hingga Luka, Ketua Geng, Kini Hilang Jejak

Setelah video perundungan tersebut viral, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam mediasi di sekolah korban, SDN XVI Bekasi Selatan.

Pelaku berjanji tak akan mengulangi perbuatan mereka lagi dan akan mengayomi serta melindungi adik-adiknya itu.

"Mereka sebenarnya sudah saling memaafkan, sudah saling menerima. 

Mereka berjanji senior-senior yang melakukan tindakan salah, akan melindungi adik-adiknya," imbuhnya.

Para orangtua korban juga telah memaafkan perbuatan pelaku. 

Mereka berharap hal tersebut bisa menjadi pelajaran ke depannya.

Sebagai informasi, viral di media sosial memperlihatkan perundungan siswa SD oleh siswa SMA yang terjadi di Bekasi Selatan.

Dalam video tersebut, terdapat satu siswa SD yang badannya diputar-putar sembari diledek atau bullying secara verbal oleh sekelompok remaja berseragam SMA.

Video tersebut direkam oleh salah satu pelaku dan kemudian tersebar luas di media sosial.

Kasus Lain: Siswa SD Jadi Korban Bully, Kepsek di Cirebon Baru Tahu setelah Viral

Pelajar sekolah dasar (SD) di Cirebon juga menjadi korban perundungan hingga viral di media sosial.

Pihak sekolah juga belum mengetahui aksi bullying tersebut lantaran para siswa yang menjadi korban tak melaporkannya.

Para kepala sekolah SD yang terlibat perundungan itu baru mengetahui aksi bullying setelah viral.

Baca juga: Siswa SD Korban Bully yang Kakinya Diamputasi Ingin Bertemu Raffi Ahmad, Ngaku Terinspirasi

Aksi perundungan pelajar dari 2 SD negeri di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, viral di media sosial.

Kedua belah pihak sekolah yang terlibat menyebut, para siswa tidak melaporkan apa yang terjadi usai kejadian hingga terlambat ditangani. Penanganan dilakukan usai video viral.

Ilustrasi siswa SD
Ilustrasi siswa SD (Tribunnews)

Angga Permana, Kepala SD Negeri yang menjadi korban mengungkapkan, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/11/2023), atau empat hari lalu.

Para siswa yang menjadi korban perundungan tidak melaporkan apa yang telah terjadi kepada guru-guru di lingkungan sekolahnya.

Mereka juga tidak menampakkan perubahan fisik seperti raut wajah yang sedih, marah, atau apapun pasca-peristiwa. Sehingga guru tidak menaruh curiga kepada para siswa yang terlibat.

"Kami tidak tahu kronologisnya seperti apa, karena tidak ada laporan. Baru diketahui pagi tadi setelah kita datangkan keluarga siswa dari masing-masing sekolah. Seluruh siswa mengakui tidak menceritakan kepada guru masing-masing," kata Angga saat ditemui Kompas.com usai upaya mediasi yang berlokasi di sekolahnya.

Hal serupa juga mereka lakukan kepada orangtua masing-masing. Mereka tidak bercerita terkait aksi kekerasan yang dilakukan para pelajar ini. Peristiwa menjadi ramai setelah video tersebut viral di media sosial pada Rabu pagi. 

"Yang sangat saya sayangkan, empat anak yang kembali ke sekolah lebih awal tidak menceritakan, begitupun dua anak yang jadi korban, tidak cerita, tidak menunjukkan apa-apa, bahkan tidak melaporkan ke orangtuanya," ungkap Angga.

Angga mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat. Pihak guru tidak mengetahui enam pelajar SD yang Angga pimpin keluar sekolah dan menuju sebuah sawah hingga akhirnya terjadi hal demikian.

Hal serupa juga diungkap Sri Elis Rangmiati, Kepala SD Negeri dari pihak pelaku. Ia mengaku tidak mengetahui siswanya keluar sekolah saat jam istirahat.

Elis telah menyediakan lokasi untuk jajan berupa kantin dalam sekolah agar membuat anak tidak keluar sebelum jam pulang.

Berdasarkan pengakuan sebelas pelajar yang melakukan pemukulan dan perundungan, mereka ingin bermain ke sawah.

Baca juga: NASIB Siswa SD Bekasi Korban Bully, Susah Beraktivitas Usai Hidup dengan Satu Kaki, Tak Mau Sekolah

Ilustrasi korban perundungan
Ilustrasi korban perundungan (iStock)

Namun, hal yang tidak diinginkan terjadi begitu saja setelah bertemu siswa dari sekolah lainnya.

Dia tidak menyangka serta sangat prihatin melihat aksi kekerasan yang dilakukan siswa didiknya kepada siswa sekolah lain.

"Saya juga ngelihat videonya ngeri ya, kok bisa sampai sekeras itu. Ga nyangka, Pak. 

Kalau kita tahu ini dari hari Sabtu, langsung diselesaikan di hari itu juga. 

Ini tidak ada informasi apa-apa dari anak-anak, bahkan korban yang sakitnya dari sekolah lain aja tidak laporan ke guru," tambah Elis.

Kedua Kepala Sekolah dari pihak pelaku dan juga korban perundungan menyebut, masalah tersebut sudah dimediasikan bersama seluruh orangtua dan keluarga para siswa.

Mereka sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Siswa yang mengalami luka juga menjalani pengobatan.

***

Artikel ini diolah dari Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Tags:
siswa SMAbocah SDBekasibully
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved