Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Datang di Olah TKP Kasus Pembunuhan di Subang, Ini Peran Pawang Hujan Mbak Rara, Bukan Cari Golok

Rara Istiati Wulandari atau Mbak Rara si pawang hujan hadir saat rekonstruksi ulang kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat

Kolase Instagram
Pawang Hujan Mbak Rara Muncul saat Olah TKP Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Untuk Apa? 

Di sana saya main game, ada teman saya yang enggak tidur," kata Fadhil.

Terus bersama-sama Arighi, Fadhil bahkan sempat melihat anak sulung Mimin itu tidur.

Sebab Fadhil lah yang terakhir tidur di antara tiga orang di konter tersebut.

Sementara teman Fadhil dan Arighi satunya tidak tidur hingga pagi.

"Saya di sana tidur jam 03.30 Wib. Kalau Arighi tidur sekitar jam 02.30 atau 03.00 Wib.

Ada yang enggak tidur satu teman saya," ujar Fadhil.

Baca juga: Drama Itu Mimin Bohong Tak Pernah Ketemu Danu sebelum Kasus Subang? Yoris Beber Bukti: ke Rumah

Jarak dari TKP pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang dengan lokasi kerja Arighi anak Mimin yang berjarak kurang lebih 52,3 Km
Jarak dari TKP pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang dengan lokasi kerja Arighi anak Mimin yang berjarak kurang lebih 52,3 Km (Google Maps)

Setelah pagi, Fadhil pun pulang ke rumah.

Barulah Fadhil mendengar kabar pembunuhan Tuti dan Amalia saat sudah tiba di Subang.

"Selepas itu pagi-pagi saya pulang. Setelah itu baru dengar ada kabar pembunuhan ini," pungkas Fadhil.

Cerita yang diurai Fadhil itu pun disetujui Arighi.

Dengan nada bicara yakin, Arighi menyebut dirinya tidak terlibat dalam kasus Subang seperti yang dituduhnya Danu.

"Insya Allah saya pasti tidak terlibat dalam kasus ini," tegas Arighi.

Jika ditelisik lebih lanjut, terkuak jarak dari tempat kerja Arighi di Cikubang, Purwakarta menuju Jalan Cagak TKP pembunuhan Tuti dan Amalia.

Ditelisik dari google maps, jarak dari tempat kerja Arighi ke TKP adalah 52,3 Km.

Dengan jarak tersebut, Arighi memerlukan waktu 1 jam 22 menit jika mengendarai sepeda motor dari TKP pembunuhan kasus Subang ke tempat kerjanya.

Lebih lanjut diakui Fadhil, sepanjang malam dirinya bermain game dengan Arighi bahkan hingga nyaris dini hari.

Untuk diketahui, perkiraan waktu kematian Tuti adalah pukul 02.00 - 04.00 Wib.

Sementara Amalia adalah pukul 04.00 - 06.00 Wib.

Sementara Arighi membawa saksi kunci dirinya tidak terlibat dalam kasus Subang, Danu tetap yakin pada pendiriannya.

Terlebih kepada penyidik Polda Jabar, Danu sudah blak-blakan mengurai peran lima tersangka termasuk dirinya dalam pembunuhan Tuti dan Amalia.

"MR (Danu) diminta oleh YH (Yosef) untuk menemani ke TKP rumah korban.

Kemudian dia (Danu) menunggu di luar kemudian diminta mengambil golok.

Setelah dia mengambil golok ini dia tidak mengetahui bagaimana para pelaku melakukan eksekusi kepada korban," kata Ditkrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan.

Diungkap pengacara Danu, Achmad Taufan, kliennya menceritakan kronologi kejadian.

Yakni sekira pukul 22.00 Wib Danu diajak Yosef ke TKP.

Baca juga: Dia Neror Mamah Tuti Ternyata Pernah Curhat Diteror Mimin, Kini Tragis Berakhir Tewas Dibunuh

Namun setibanya di TKP yakni rumah Tuti, Danu malah disuruh berjaga di luar.

Hingga dua jam kemudian, Danu melihat kedatangan Abi dan Arighi ke rumah korban.

"Tengah malam jam 12 mau jam 1 itu datang Arighi sama Abi.

Danu enggak dekat tapi Danu tahulah keluarga Pak Yosep, Danu pernah dikenalkan dulu waktu masa sekolah," ungkap Achmad Taufan saat dihubungi TribunenwsBogor.com.

Setelah itu, Danu pun menyebut dirinya sempat disuruh mengambil golok oleh Yosef.

Golok itu lantas diambil Arighi yang kegunaannya tidak diketahui Danu.

"Danu disuruh Pak Yosef ambil golok di dapur di atas meja, Danu ambil, waktu itu garasi gelap, ruang dalam gelap, yang terang cuma dapur.

Goloknya diambil Danu, diambil Arighi, Danu disuruh jaga depan lagi, alasannya untuk jaga situasi," terang Taufan.
Kepada penyidik juga, Danu mengurai cerita soal momen Amalia atau Amel disiksa pelaku.

"Setelah Danu ke luar, dia dengar teriakan Amel.

Langsung masuk dia (Danu) ke kamar Amel, itu sebelum subuh.

Danu masuk ke dalam (kamar), melihat Amel lagi koma sakaratul maut gitu, dia hanya lihat Abi jedukin kepalanya (Amel) ke tembok.

Danu lihat bu Tuti tergeletak," kata Achmad Taufan.

(TribunJabar, TribunnewsBogor.com/ khairunnisa)

Diolah dari artikel TribunJabar dan TribunnewsBogor.com.

 

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
berita viral hari iniSubangpembunuhanpawang hujanMbak Rara
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved