Breaking News:

BRUTAL! Israel Tega Bombardir Petugas Kesehatan Gaza Hingga Luka Parah, Yang Menolong Pun Ditembak

Aksi Israel bombaridir Gaza, targetkan petugas kesehatan hingga rumah sakit sebagai sasaran pemboman. Banyak staf medis yang terluka parah.

Editor: Suli Hanna
AFP/MAHMUD HAMS
Orang-orang yang berdiri di atap menyaksikan bola api dan asap membubung di atas sebuah bangunan di Kota Gaza pada 7 Oktober 2023 saat serangan udara Israel yang menghantam gedung Menara Palestina. 

TRIBUNTRENDS.COM - Makin brutal! Israel bombardir Gaza dan justru menargetkan petugas kesehatan hingga rumah sakit sebagai sasaran pemboman.

Pihak otoritas Palestina geram melihat kekejian Israel yang melanggar aturan perang hingga tega membidik para petugas kesehatan sebagai sasaran tembak!

Bahkan pihak yang memberikan pertolongan pada petugas kesehatan yang terluka parah pun tak luput dari sasaran tembak.

Militer Israel diyakini telah melakukan kejahatan perang dengan menargetkan staf medis Palestina di Gaza.

Salah satu objek yang harus dilindungi dalam perperangan adalah unit layanan medis maupun petugas medis.

Kejahatan perang tersebut dituduhkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza yang mengatakan militer Israel “dengan sengaja menargetkan” staf medis Palestina.

Pernyataan itu diumumkan tak lama setelah serangan Israel menghantam ambulans di Gaza, yang menewaskan dua orang dan melukai dua paramedis.

Baca juga: Potret Keluarga Palestina Korban Tewas Serangan Israel, Ayah Ibu & 4 Anak Meninggal, Hanya 1 Selamat

Asap mengepul dari perbatasan Rafah Gaza dengan Mesir saat serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023. Perbatasan Gaza dengan Mesir, satu-satunya yang melewati Israel, terkena serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023 untuk kedua kalinya di 24 jam, kata para saksi dan kelompok hak asasi manusia. Para saksi mata mengatakan serangan itu menghantam tanah tak bertuan antara gerbang Mesir dan Palestina, sehingga merusak aula di sisi Palestina.
Asap mengepul dari perbatasan Rafah Gaza dengan Mesir saat serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023. Perbatasan Gaza dengan Mesir, satu-satunya yang melewati Israel, terkena serangan udara Israel pada 10 Oktober 2023 untuk kedua kalinya di 24 jam, kata para saksi dan kelompok hak asasi manusia. Para saksi mata mengatakan serangan itu menghantam tanah tak bertuan antara gerbang Mesir dan Palestina, sehingga merusak aula di sisi Palestina. (KATA KHATIB/AFP)

“Tim medis bekerja dalam kondisi berbahaya, dan kami menyerukan badan-badan internasional untuk mengambil langkah efektif untuk melindungi mereka,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, dikutip dari live update Al Jazeera, Rabu (11/10/2023).

Pada tahun 2014, laporan Amnesty International menyimpulkan bahwa enam petugas kesehatan tewas dalam serangan yang disengaja dilakukan militer Israel di beberapa wilayah Gaza.

Padahal kendaraan tersebut dengan jelas ditandai sebagai ambulans yang sedang bertugas.

Dalam satu kasus, staf medis yang mencoba membantu petugas kesehatan yang terluka parah juga ditembak pasukan Israel.

Penargetan yang disengaja terhadap pekerja layanan kesehatan di zona konflik dianggap sebagai kejahatan perang.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant telah berjanji untuk meningkatkan perang melawan Hamas dengan serangan darat.

Gallant, yang berbicara kepada pasukan Israel di dekat pagar Gaza pada Selasa, mengatakan bahwa setelah menggempur Gaza melalui udara, pihaknya juga akan melakukan penggempuran melalui darat.

“Kami memulai serangan dari udara, nanti kami juga akan menyerang dari darat,”

Halaman
123
Tags:
IsraelPalestinaGazapetugas kesehatan
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved