Berita Viral
Imbas Viral Protes Erma, Kini Beredar Status WA Karyawan Pabrik Jengkel: Perjuangan yang Konyol
Beredar status WA karyawan PT SAI Apparel Industries yang jengkel karena tindakan Erma protes soal lembur tak dibayar.
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Sosok Erma pun menjadi pembicaraan banyak orang hingga viral.
Usai debat dengan atasannya, Erma pun dipanggil ke ruang office bersama karyawan lain.
Baca juga: CURIGA Warung Selalu Tutup Lebih Awal, Warga Syok Pergoki Bos Bakso & Karyawannya Sedang Berzina
Dalam video yang beredar di media sosial, Erma mengatakan jika banyak karyawan yang tidak kuat dengan sistem kerja di pabrik itu.
"Banyak juga karyawan yang nggak kuat mbak kerjanya kayak gini. Hari ini suruh kerja bilangnya lembur tapi nggak di SPL.
Nggak ada yang tanda tangan, paginya baru baru di acc satu jam. Ada yang pulang jam 12 malam, jam 2 jam 3," papar Erma.
Erma lalu memaparkan jika perusahaanya memiliki sistem simpan jam.
Sistem ini membuat karyawan bisa menyimpan jam lembur yang nantinya bisa diambil dalam bentuk cuti jika sudah memenuhi.
Namun kenyataanya, setiap karyawan yang akan cuti dipersulit.
Berbeda dengan supervisor yang sangat mudah untuk mengambil cuti.
"Perusahaan itu punya sistem simpan jam, tapi kenyaatannya mereka ingin mengambil libur aja susah, dipersulit.
Padahal untuk supervisor itu gampang sekali," papar Erma lagi.
Video pemaparan Erma tentang alasan yang membuat dirinya berani melawan atasan ini pun mendapat banyak dukungan dari netizen.
@Threeza Azda "Terima Kasih mbk,krn sdh menyuarakan suara hati kami,dan memperjuangkan nasib buruh khususnya buruh garment Kab Semarang"
@mbak M "seharusnya pabrik garmen ada serikat pekerja nya biar bisa membela dan mendukung hak² karyawan, biar sistem perusahaan tidak menekan ke bawah."
@Linlin_17 "Memang Marsinah sudah tidak ada di dunia tetapi Jiwa Semangat Marsinah ada sampai detik ini terutama di diri mbaknya yg berani memperjuangkan haknya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/viral-status-wa-kesal-orderan-pt-sai-dicancel-usai-erma-protes-uang-lembur.jpg)