Kasus Rudapaksa Tersendat, Wanita Ini Surati Kabareskrim, Pelaku Diduga WNA: Ada Buktinya Diancam
Menjadi korban, wanita cantik ini surati Kabareskrim, tak terima penyidik menghentikan kasus pelecehan asusila yang dialaminya
Editor: Nafis Abdulhakim
TRIBUNTRENDS.COM - Menjadi korban pelecehan asusila, wanita ini surati Kabareskrim.
Ini lantaran, ia merasa kasusnya tersebut tersendat dan tak kunjung dilanjutkan.
Korban mengaku telah dirudapaksa oleh seorang pria warga negara asing.
Baca juga: Suara Gedoran Pintu Buat Trauma, Gadis Ini Jadi Korban Rudapaksa Tetangga Mabuk, Tak Berani Cerita
Wanita cantik berinisial L mendatangi Mabes Polri, Senin (26/9/2022), menanyakan perkembangan kasus yang dialaminya.
Dia galau, penyidik Polda Metro Jaya seolah tak menanggapi kasus berat yang menimpa dirinya.
L menjadi korban pemerkosaan dari seorang pria berinisial K, WNA asal China.
Untuk memperkuat laporannya, L sudah memberikan berbagai bukti yang dimintakan penyidik.
Tapi ternyata itu semua tak cukup, hingga akhirnya kasus terhenti ‘sejenak’.
Dalam keadaan galau, L akhirnya memberanikan diri menyurati Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, terkait kasusnya yang dihentikan Polda Metro Jaya.
Padahal, sebelumnya L mendapat informasi jika kasus tersebut statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
"Saya menyurati Kabareskrim Polri juga, yang sekarang ada di Karowassidik, jadi kita semua jalankan secara paralel, dari sisi kepolisiannya juga kita menyurati, bersurat ke Mabes Polri dan sekarang ada di Karowassidik," kata L kepada Tribunnews.com.
Baca juga: Videonya Viral, Pelaku Rudapaksa Anak Dibawah Umur Berhasil Ditangkap Polisi: Korban Dapat Ancaman
Dia mempertanyakan kasus tersebut dihentikan pihak kepolisian. Padahal, terlapor sendiri belum pernah dilakukan pemeriksaan.
Selain itu, L menyebut bukti-bukti soal adanya dugaan pemerkosaan sudah lengkap dan diserahkan kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya.
"Intinya isi surat itu kita menyatakan adanya kasus ini, kita laporin di Polda tapi sebelumnya kita berpekara di Polres Jakarta Barat yang memang tidak dibuatkan laporan, sempat mandek di sana, kemudian jalan karena saya push, kemudian di situ saya mendapatkan intimidasi di situ saya jelasin, kemudian dipersulit juga," ucapnya.
"Sampai akhirnya dipaksa damai, ada buktinya diancam, saya ada buktinya semua," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/ilustrasi-perempuan-yang-merupakan-korban-kecelakaan-dirudapaksa-pria-kenalan-di-tulungagung-1.jpg)