Berita Viral
PILU Kakak Adik Jadi Yatim Piatu di Hari Lebaran, Ayah & Ibu Meninggal Dunia Selang 12 Jam
Kisah pilu kakak adik jadi yatim piatu saat perayaan Idul Fitri, ayah dan ibu meninggal selang 12 jam.
Penulis: Apriantiara Rahmawati Susma
Editor: Suli Hanna
TRIBUNTRENDS.COM - Di saat umat Islam sedang gembira menyambut Hari Raya Idul Fitri, hal itu justru tak dirasakan kakak beradik ini.
Pilu hati kakak beradik ini jadi yatim piatu saat perayaan Idul Fitri.
Mereka kehilangan dua orang tersayang di hari yang sama.
Menurut Farahana Mohd Fakri, kepergian ayah dan ibunya bukanlah suatu hal yang mudah untuk diterima.
Namun dia dan adiknya tetap mencoba ikhlas dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT.
Dilansir dari Oh Bulan Jumat (6/5/2022), sang ibunda, Norsah Chik (59) dan ayahnya, Mohd Fakri Abdullah (60) menghembuskan nafas terakhir hanya berselang 12 jam.
Keduanya meninggal ketika umat Islam sedang bergembira menyambut Lebaran hari kedua
Baca juga: Tahun Lalu Rayakan Lebaran Pakai Baju Kembar, Gadis Pilu Tahun Ini Hanya Bisa Ziarahi Makam Kekasih
Baca juga: Kurang 2 Hari Lebaran, Anak Pilu Ibu Meninggal Dunia: Kematianmu Dicemburui Ibu

Farahana Mohd Fakri mengungkapkan ibunya meninggal dunia pada pukul 8.50 pagi di rumah mereka di Guar Chempedak, Sungai Petani.
Sang ibunda menderita kanker usus stadium empat.
Sementara itu, ayahnya meninggal dunia di rumah sakit akibat serangan jantung pada pukul 8.50 malam.
"Ibu kemudian terpaksa dipindahkan ke Rumah Sakit Sultan Abdul Halim (HSAH) dokter yang melakukan pemeriksaan memberitahu mendiang mengidap kanker usus stadium empat.
Dokter awalnya mau melakukan operasi namun setelah perbincangan, kami tiga bersaudara mengambil keputusan untuk membawa ibu pulang dan menjaganya secara bergilir," ujar Farahana.
Farahana sempat bercerita mengenai saat-saat terakhir ibunya.
Dia mengatakan malam sebelum ibunya menghembuskan nafas terakhir, adiknya melihat ibunya sudah berada dalam keadaan lemah dan berbaring dengan kakinya menghadap kiblat.

"Kami adik beradik kemudian membaca surah Yasin hingga mendiang akhirnya menghembuskan nafas terakhir di sisi keluarga dan kami ikhlas dengan kepergiannya," tuturnya.
Belum kering air mata, tak lama kemudian Farahana menerima kabar memilukan dari rumah sakit tempat ayahnya dirawat.
Saat Farahana sedang sibuk mengurus jenazah ibu, dia dihubungi oleh dokter yang memintanya untuk datang segera ke rumah sakit karena sang ayah sudah kritis.
"Setelah tiba di rumah sakit, saya sempat meminta maaf kepada ayah memberitahunya bahwa ibu sudah meninggal dunia walaupun ayah ketika itu sudah tidak sadarkan diri.
Bagaimanapun, ayah dinyatakan meninggal dunia pada 8.50 malam oleh dokter akibat serangan jantung dan kami sekeluarga ikhlas dengan kepergian dua insan tercinta pada hari yang sama." ungkapnya.
Pada saat itu, mendiang ayah sempat menghubunginya sebelum berbuka puasa untuk memberitahu bahwa dia dalam perjalanan ke rumah sakit bersama rekannya karena sakit dada.
Farahana sempat bertemu dengannya di rumah sakit sebelum dia ditidurkan.
Diketahui, jenazah ibunya dikebumikan selepas solat Ashar pada hari Selasa (3/5/2022).
Sedangkan, jenazah ayahnya dikebumikan pada tengah malam di Tanah Perkuburan Islam Kampung Kolam, Guar, Chempedak.
Kedua jenazah dikebumikan bersebelahan antara satu sama lain.
Kurang 2 Hari Lebaran, Anak Pilu Ibu Meninggal Dunia: Kematianmu Dicemburui Ibu
Hati anak mana yang tak sedih saat mengetahui ibu tersayang menghembuskan nafas terakhirnya.
Lebih pilu lagi jika hal itu terjadi secara tiba-tiba.
Hal inilah yang terjadi pada wanita bernama Nurul Damia Asyiqin (23).
Ibunda Damia meninggal dunia pada 29 April 2022 lalu.
"Umi mulai sakit pada awal April. Saat sedang panaskan lauk berbuka pada pukul 7 malam,
tiba-tiba dia sakit perut lalu perlahan-lahan. Untungnya ada nenek di dapur saat ibu jatuh," ujar Damia seperti dikutip dari Mstar Kamis (5/5/2022).
Baca juga: PILU Ibu Lepas Kepergian Anak, Padahal Sudah Beli Baju Hari Raya Untuknya: Allah Lebih Sayang Dia
Baca juga: Tahun Lalu Rayakan Lebaran Pakai Baju Kembar, Gadis Pilu Tahun Ini Hanya Bisa Ziarahi Makam Kekasih

Mendengar kabar itu, Damia langsung pulang dari Johor ke kampungnya di Kelantan.
Damia mengungkapkan dokter menyatakan ada pembekuan dalam kepala ibunya.
"Jadi umi terpaksa menjalani operasi untuk buang tempurung kepala sebelah kiri.
Saya sangat sedih mengingat nasib umi terpaksa menghadapi semua ini saat bulan puasa," katanya.
Kala itu, ibunya ditempatkan di ICU selama tiga hari dalam keadaan tidak sadar.
Pada 18 April, ibunya mengalami dahak menumpuk pada rongga yang menyebabkan dia kembali dimasukkan ke ICU.
Damia bersyukur diberi kesempatan untuk menjaga ibunya yang sakit hingga wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya.
"Pada malam 28 April itu saya ambil keputusan jaga umi bermalam dekat ruang pasien.
Keesokan paginya umi muncul baik-baik saja bergurau dngan saya.
Umi sempat membebel dekat saya walaupun bicaranya tak lancar sebab stroke," tuturnya.

Pada petang hari, tiba-tiba saturasi oksigennya turun.
Paru-parunya menjadi semakin lemah dan selang beberapa menit setelah itu ibunya tampak pucat lalu meninggal dunia.
Damia kini menjadi anak yatim piatu karena ayahnya juga meninggal dunia pada 2018 lalu.
Dia mencoba mengikhlaskan kepergian ibunya.
Menurutnya, kematian ibunya adalah kematian yang dicemburui karena meninggal pada bulan Ramadhan.
(TribunTrends/Tiara)