Breaking News:

Berita Viral

ROMANTIS Beri Buket Bunga, Pasangan Tentara Ukraina Ini Rayakan 20 Tahun Pernikahan di Zona Perang

Romantis, berikan buket bunga ke istri, pasangan tentara Ukraina ini rayakan ulang tahun pernikahan ke-20 di zona perang

Tayang:
Kompas.com/ Efrem Lukatsky/AP
Romantis, pasangan tentara Ukraina rayakan ulang tahun pernikahan ke-20 di zona perang 

TREIBUNTRENDS.COM - Kejadian unik tertangkap kamera di tengah kekacauan perang Rusia-Ukraina.

Dua tentara Ukraina ini rayakan 20 tahun prnikahan mereka di zona perang.

Sang suami berikan buket bunga kepada istrinya.

Dilansir dari Komonews mengutip AP via Kompas.com, Rabu (9/3/2022), saat ini konflik antara dua negara, Rusia dan Ukraina masih berlangsung.

Meski begitu, ada pemandangan unik dari para tentara Ukraina.

Dua tentara ini mengekspresikan cinta mereka dengan romantis.

Baca juga: Atlet Rusia Hadapi Tindakan Disipliner Lantaran Simbol Z di Baju, Mirip Lambang Tank Serang Ukraina

Baca juga: INVASI Rusia, Inggris & Amerika Mulai Campur Tangan, Siapkan Pasukan Khusus Jemput Presiden Ukraina

Keduanya mengenakan seragam lengkap dan dikelilingi oleh tentara lain.

Pasangan tersebut kemudian merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka sembari bekerja dengan pertahanan teritorial di dekat ibu kota Kyiv.

kedianya adalah anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina, Lesia Ivashcenko dan Valerii Fylymonov.

Pengantin wanita memilih tampilan pernikahan yang lebih tradisional.

Ia mengenakan kerudung putih di kepala.

Alih-alih kerudung yang disamarkan, lantas ia mengatakan 'saya bersedia'.

Romantis, pasangan tentara Ukraina rayakan ulang tahun pernikahan ke-20 di zona perang
Romantis, pasangan tentara Ukraina rayakan ulang tahun pernikahan ke-20 di zona perang (Kompas.com/ Efrem Lukatsky/AP)

Menurut laporan, pasangan tersebut telah bersama selama 20 tahun.

Keduanya memiliki seorang putri yang kini berusia 18 tahun.

Kejadian unik tersebut terekam kamera dan dibagikan oleh reporter Paul Ronzheimer.

Alhasil video tersebut telah ditonton ribuan kali.

Sejauh ini, invasi Rusia telah memaksa 1,7 orang untuk meninggalkan Ukraina.

Fenomena tersebut seperti yang disebut oleh kepala badan pengungsi PBB sebagai “krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat di Eropa sejak Perang Dunia II”.

Setidaknya ada 406 warga sipil yang tewas dalam perang tersebut.

801 warga sipil lainnya terluka.

Angka tersebut diungkapkan oleh kantor hak asasi manusia PBB.

Namun di lain sisi, para pejabat mengatakan mereka yakin angka sebenarnya jauh lebih tinggi,"terutama di wilayah yang dikuasai pemerintah dalam beberapa hari terakhir."

Nikah Saat Invasi Rusia, Acara Nikah Pasangan Ukraina Ini Diiringi Sirine Serangan Udara

Rasa campur aduk dirasakan pasangan Ukraina ini.

Yaryna Arieva dan Sviastovlav Fursin harus melangsungkan pernikahan yang telah dijadwalkan dalam kondisi perang.

Mereka menikah saat invasi Rusia terjadi pada Kamis (24/2/2022).

Dilansir dari Kompas.com pada Selasa (1/3/2022), Arieva dan Fursin menikah diiringi dengan suara sirine serangan udara.

"Itu sangat menakutkan," kata Arieva (21) kepada CNN pada 24 Februari.

Baca juga: Bela Tanah Airnya, Para Atlet Ukraina Ini Ikut Berperang Lawan Rusia, Siapa Saja? Ini Daftarnya

Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, Pangeran William & Kate Middleton Pilih Dukung Presiden Volodymyr Zelensky

Diketahui, keduanya menikah di biara St Michael di Kiev.

"Ini momen paling bahagia dalam hidup, lalu saat keluar Anda mendengarnya," imbuh Arieva yang bekerja sebagai deputi Dewan Kota Kiev.

Yaryna Arieva, anggota Dewan Kota Kiev yang menikah dengan Sviastovlav Fursin saat invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Yaryna Arieva, anggota Dewan Kota Kiev yang menikah dengan Sviastovlav Fursin saat invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022). (FACEBOOK Yaryna Arieva)

Rencananya, mereka akan melangsungkan pernikahan pada 6 Mei 2022.

Arieva melajutkan, kemdian keduanya akan merayakannya di sebuah restoran menghadap ke sungai Dnieper.

Sayangnya rencana tersebut berubah ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada Kamis pagi.

Serangan dimulai beberapa jam sebelum fajar dengan serangkaian serangan rudal.

Invasi Rusia dengan cepat menyebar ke Ukraina tengah dan timur.

Pasukan Moskwa menyerang negara tersebut dari tiga sisi.

Arieva dan Yaryna bertemu pada Oktober 2019 lalu dalam demo di pusat kota Kiev.

Mereka memutuskan untuk segera menikah tak lama kemudian.

Ini lantaran mereka tak yakin apa yang akan terjadi ke depannya di hidup mereka.

"Situasinya sulit. Kami akan memperjuangkan tanah kami."

"Kami mungkin bisa mati, dan kami hanya ingin bersama sebelum semua itu terjadi," kata Arieva.

Setelah menikah, Arieva dan Fursin (24) yang berprofesi sebagai teknisi perangkat lunak, bersiap untuk pergi ke Pusat Pertahanan Teritorial setempat untuk bergabung membela negara.

"Kami harus melindunginya. Kami harus melindungi orang-orang yang kami cintai dan tanah yang kami tinggali."

"Saya berharap yang terbaik, tetapi saya melakukan apa yang saya bisa untuk melindungi tanah saya," katanya.

Arieva berharap, mereka bisa merayakan pernikahannya suatu hari nanti.

“Mungkin mereka (Rusia) baru saja keluar dari negara kami dan kami akan bisa merayakannya secara normal."

"Saya hanya berharap semuanya akan berjalan normal dan kami akan mempertahankan tanah kami, kami akan membuat negara kami aman dan bahagia tanpa ada orang Rusia di dalamnya," ujar Arieva.

(TribunTrends.com/Nafis)

Tags:
bukettentaraUkrainapernikahanRusia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved