Dedi Mulyadi Apresiasi Bocah SMP Subang Usai Temukan Celah Keamanan NASA dan Beri Hadiah
Aksi bocah SMP asal Subang viral dan jadi sorotan, hingga mendapat apresiasi serta hadiah dari Dedi Mulyadi atas temuannya di keamanan siber.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM – Aksi seorang bocah SMP asal Subang mendadak viral dan menjadi sorotan publik. Bahkan, ia mendapat apresiasi sekaligus hadiah dari Dedi Mulyadi atas temuannya di bidang keamanan siber.
Bocah tersebut diketahui bernama Firoos Gatvan Ramadan, siswa kelas 8 SMPIT Alamy Subang. Namanya mencuat setelah berhasil mengungkap adanya potensi celah keamanan pada sistem digital milik NASA.
Firoos menemukan sejumlah tautan tidak aktif yang berisiko disalahgunakan jika didaftarkan kembali oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dari temuannya itu, ia kemudian mendapat perhatian luas hingga penghargaan dari Dedi Mulyadi.
Celah keamanan tersebut berkaitan dengan sistem digital NASA, yang berhasil diidentifikasi Firoos melalui program vulnerability disclosure. Dalam hal ini, ia berperan sebagai hacker etis.
Ia menggunakan metode Open Source Intelligence (OSINT) untuk menelusuri berbagai URL terkait NASA di media sosial. Hasilnya, ia menemukan potensi celah yang bisa dimanfaatkan untuk kejahatan siber.
(Kompas.com/Ahya Nurdin)
"Celah ini bisa dimanfaatkan untuk phishing atau penyebaran informasi palsu," ujar Firoos Gatvan Ramadan dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat, (24/4/2026).
Firoos juga menyertakan bukti konsep yang menunjukkan akun tersebut bisa diambil alih kembali. Temuannya kemudian ia laporkan langsung ke pihak NASA.
Baca juga: Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Modus Beasiswa dan Video 9 Detik Terungkap
Laporan tersebut mendapat respons positif dari NASA. Bahkan, ia menerima penghargaan resmi berupa surat yang ditandatangani oleh pejabat keamanan informasi senior NASA, Kelvin Tyler pada 10 April 2026.
Menurut NASA, kemampuan Firoos sangat berharga dalam dunia keamanan siber global. Menariknya, kemampuan tersebut ia pelajari secara otodidak.
Sejak duduk di bangku kelas 6 SD, Firoos sudah mulai belajar coding hanya bermodalkan ponsel pintar. Minatnya di dunia siber terus berkembang hingga ia duduk di kelas 7 SMP.
Ia juga mengaku banyak belajar dari mentor dan guru pembimbingnya hingga mampu menganalisis sistem seperti milik NASA.
Meski memiliki kemampuan teknis tinggi, Firoos menegaskan tidak akan menyalahgunakan ilmunya dan tetap menjunjung etika siber.
"Janganlah kalian jadi budak algoritma yang ada di medsos. Lebih baik baca buku atau olahraga agar logika tetap terasah," ujar Firoos.
Aksi Firoos kemudian mendapat apresiasi langsung dari Dedi Mulyadi. Ia bahkan memberikan bantuan berupa tabungan pendidikan senilai Rp 10 juta.
"Dalam Bahasa Sunda itu, kita ngomongin spiritualitas, Sunda itu membagi alam menjadi 3, Alam Bihari, Alam Kiwari dan Alam Poe Isuk.
Alam Bihari itu ada dua, alam material dan spiritual. Alam Bihari spiritual yaitu alam ide atau dimensi lain kalau kata Pak Habibi, Alam Bihari material ya itu teknologi informasi dan digital," tandas Dedi Mulyadi dikutip dari TribunJabar.id. (Tribuntrends.com/Grid.ID/Siti M)
Sumber: Grid.ID
| Bule Italia Mengamuk Saat Ditilang Karena Tak Pakai Helm di Denpasar Bali, Kendaraan Juga Disita |
|
|---|
| Duduk Perkara Kericuhan di Puncak Lawu Karanganyar, Nyawa Nyaris Terancam Gegara Rebutan Spot Foto |
|
|---|
| Gaji Pengasuh Daycare Little Aresha Jogja: Cuma Rp 1,8 Juta Tapi Disuruh Urus 10 Bayi Sekaligus |
|
|---|
| Satu Pengasuh Little Aresha Dipaksa Tangani 10 Anak Sekaligus, Pilih Ikat Bayi Ketimbang Merawat |
|
|---|
| Pemilik Daycare Little Aresha Ternyata Hakim Aktif, Polisi Dalami Peran Rafid Ihsan Lubis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/VIRAL-BOCAH-SMP-Dedi-Mulyadi-Beri-Apresiasi-dan-Hadiah.jpg)