Breaking News:

Berita Viral

Riga Septian Perawat yang Joget saat Pasien Dibedah Nangis Minta Maaf, RSUD Datu Beru Siapkan Sanksi

Perawat bernama Riga Septian Bahri terekam berjoget di ruang operasi RSUD Datu Beru saat tindakan medis berlangsung, kini minta maaf

Editor: jonisetiawan
Instagram @infokbb_id
NAKES JOGET VIRAL - Nakes bernama Riga Septian Bahri terekam berjoget di ruang operasi RSUD Datu Beru saat tindakan medis berlangsung, sehingga dinilai tidak profesional dan mengganggu konsentrasi tim dokter. 

TRIBUNTRENDS.COM - Jagat maya kembali diguncang oleh sebuah video yang memicu gelombang kemarahan publik. Kali ini, sorotan tertuju pada dunia medis ruang yang seharusnya steril, serius, dan penuh tanggung jawab namun justru diwarnai aksi yang dianggap di luar batas kewajaran.

Insiden ini terjadi di RSUD Datu Beru, ketika sebuah rekaman memperlihatkan seorang tenaga kesehatan berjoget di tengah berlangsungnya tindakan operasi.

Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memancing reaksi keras dari masyarakat.

Baca juga: Nakes di Aceh Joget saat Operasi Pasien, Minta Maaf, Pihak RS Tak Toleransi, Dilaporkan ke Atasan

Aksi Tak Terduga di Tengah Prosedur Medis

Sosok dalam video itu diketahui adalah Riga Septian Bahri, seorang perawat ruang bedah. Dalam rekaman, ia tampak menari mengikuti musik DJ, bahkan sambil membawa alat pengeras suara ke dalam ruang operasi.

Yang membuat publik semakin terkejut, aksi tersebut terjadi saat tiga dokter tengah fokus melakukan pembedahan terhadap pasien. Suasana yang seharusnya penuh konsentrasi justru terganggu oleh tindakan yang dinilai tidak pantas.

Dalam video, terlihat reaksi para dokter yang tampak kebingungan ada yang menggelengkan kepala, ada pula yang melirik dengan ekspresi heran terhadap perilaku tersebut.

Ilustrasi perawat -
Ilustrasi perawat - Nakes bernama Riga Septian Bahri terekam berjoget di ruang operasi RSUD Datu Beru saat tindakan medis berlangsung, sehingga dinilai tidak profesional dan mengganggu konsentrasi tim dokter. (Freepik.com)

Pelanggaran Serius: Rumah Sakit Tak Tinggal Diam

Direktur RSUD Datu Beru, Gusnarwin, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan pelanggaran serius terhadap etika profesi dan disiplin kerja.

“Menindaklanjuti hal tersebut, kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar saudara RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian,” ujarnya.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan yang berpotensi mencoreng nama baik institusi, terlebih dalam situasi yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

Baca juga: Viral Video Nakes Joget Saat Operasi di RSUD Datu Beru Aceh, Nasibnya Terancam?

Pengakuan dan Permintaan Maaf Pelaku

Setelah menuai kecaman luas, Riga akhirnya angkat bicara. Dalam video klarifikasi, ia mengakui bahwa tindakannya dilakukan secara spontan tanpa maksud tertentu.

“Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri. Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun,” ucapnya.

Dengan gestur penuh penyesalan, ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit dan masyarakat Indonesia, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Proses Disiplin Tetap Berjalan

Meski telah meminta maaf, konsekuensi tetap harus dihadapi. Manajemen rumah sakit telah menyerahkan kasus ini ke instansi kepegawaian untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.

“Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak terima, tidak ditoleransi. Kami anggap ini kelalaian dan sudah kami diskusikan dengan atasan untuk diberikan hukuman,” tegas Gusnarwin.

Baca juga: Full Senyum! Gaji Seluruh ASN Naik Jadi Dua Digit, dari Guru, Dosen, TNI Polri, hingga Nakes

Pelajaran Penting bagi Dunia Medis

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa profesionalisme dalam dunia kesehatan tidak bisa ditawar. Ruang operasi bukan sekadar tempat kerja, melainkan ruang kritis yang menyangkut nyawa manusia.

Kesalahan kecil, apalagi tindakan yang mengganggu konsentrasi tim medis, dapat berujung fatal. Karena itu, integritas, etika, dan kedisiplinan harus selalu menjadi fondasi utama dalam setiap tindakan tenaga kesehatan.

Kini, publik menanti langkah tegas yang tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

***

(TribunTrends/Kompas)

Tags:
perawatRiga SeptianpasienRSUD Datu Beru Aceh
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved