Breaking News:

Berita Viral

Letjen Yudi Abrimantyo Lepas Jabatan Kabais TNI, Imbas Kasus Air Keras yang Libatkan Anak Buah

Karier mentereng Letjen Yudi Abrimantyo terguncang, jabatan Kabais TNI dilepas usai kasus air keras menyeret anak buahnya.

TRIBUNTRENDS.COM - Nama Yudi Abrimantyo tengah menjadi sorotan setelah melepas jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas dugaan keterlibatan sejumlah prajurit di bawah komandonya dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis.

Langkah tersebut menandai akhir masa jabatannya yang baru berlangsung sejak Maret 2024. Saat itu, ia dipercaya menggantikan pejabat sebelumnya dan mendapat promosi pangkat menjadi letnan jenderal.

Penyerahan jabatan dilakukan di tengah tekanan publik yang menuntut transparansi dan akuntabilitas institusi, terutama karena kasus ini menyangkut aparat negara. Meski belum dijelaskan secara rinci apakah ia mengundurkan diri atau dicopot, keputusan tersebut tetap dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pimpinan.

 
Rekam Jejak Karier dan Kekayaan

Sebagai lulusan Akademi Militer 1989, Yudi Abrimantyo dikenal memiliki latar belakang kuat di dunia intelijen dan satuan elite. Ia berasal dari kecabangan infanteri dan pernah bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Sepanjang kariernya, ia menempati berbagai posisi strategis, mulai dari lingkungan BAIS TNI hingga Kementerian Pertahanan. Pengalaman panjang ini membentuk reputasinya sebagai sosok analis dan operator intelijen yang matang.

Dari sisi kekayaan, laporan LHKPN menunjukkan peningkatan signifikan setiap tahunnya. Hingga akhir 2024, total harta yang dilaporkan mencapai sekitar Rp8,49 miliar, meningkat dari kisaran Rp2,7 miliar pada 2018. Kenaikan ini mencerminkan perjalanan karier yang terus menanjak sebelum akhirnya tersandung kasus besar.

 
Kasus Air Keras dan Dampaknya

Kasus yang menjadi pemicu utama adalah penyerangan terhadap Andrie Yunus, seorang aktivis HAM. Ia disiram air keras oleh pelaku yang diduga merupakan empat prajurit TNI dari Detasemen Markas BAIS.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas karena terjadi hanya beberapa jam setelah korban membahas isu sensitif dalam sebuah podcast. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius, termasuk cedera pada bagian mata.

Empat prajurit yang diduga terlibat kini telah diamankan dan menjalani proses hukum di lingkungan militer. Kasus ini menjadi pukulan telak bagi institusi, khususnya BAIS TNI, karena melibatkan personel internal dalam tindakan kriminal serius.

Dampaknya tidak hanya pada korban, tetapi juga pada reputasi institusi dan karier pimpinan. Penyerahan jabatan oleh Yudi Abrimantyo menjadi simbol bahwa tanggung jawab komando tetap melekat, meski pelanggaran dilakukan oleh bawahan.

Tribun Jatim | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
Yudi AbrimantyoTNIair keras
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved