Breaking News:

Berita Viral

Kisah Jana, Pedagang Dodol yang Bertahan di Kerasnya Terminal Kampung Rambutan Sejak 1991

Sudah puluhan tahun merantau, Jana tetap bertahan jual dodol di terminal demi keluarga di kampung.

Tayang:
Warta Kota/Ikhwana Mutuah Mico
BERJUANG - Jana Surjana, pedagang dodol asal Garut di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (24/3/2026). Ia menggantungkan penghasilan harian dari penjualan dodol yang dibawanya langsung dari kampung halaman. 

TRIBUNTRENDS.COM - Hiruk pikuk Terminal Kampung Rambutan selalu menghadirkan cerita tersendiri, terutama saat musim mudik Lebaran. Di tengah padatnya arus penumpang yang datang dan pergi, terdapat sosok-sosok pekerja keras yang tetap bertahan mencari nafkah. Salah satunya adalah Jana Surjana, seorang pedagang dodol asal Garut yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Jakarta.

Saat banyak orang sibuk pulang ke kampung halaman, Jana justru kembali ke rutinitasnya berjualan. Ia memilih tetap bertahan di terminal demi menyambung hidup. Baginya, momen Lebaran bukan hanya soal berkumpul dengan keluarga, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari ramainya penumpang.

Perjalanan Panjang Sejak 1991

Jana mengaku sudah merantau sejak tahun 1991. Selama puluhan tahun, ia telah mencoba berbagai jenis usaha untuk bertahan hidup di kerasnya ibu kota. Mulai dari berjualan mainan anak-anak hingga kurma impor, semuanya pernah ia jalani. Namun, perubahan harga pasar membuatnya harus beradaptasi dan akhirnya memilih menjual dodol sebagai sumber penghasilan utama.

Dodol yang ia jual didatangkan langsung dari kampung halamannya di Garut. Varian rasanya pun beragam, mulai dari kacang hijau hingga buah-buahan seperti nanas dan melon. Meski terlihat sederhana, usaha ini menjadi penopang hidupnya sehari-hari.

Namun, perjalanan itu tidak selalu mulus. Jana kerap menghadapi penolakan saat menawarkan dagangannya kepada penumpang. Bahkan, dalam sehari ia hanya mampu menjual belasan kotak, tergantung kondisi keramaian terminal. Ia menyadari bahwa banyaknya orang yang lalu lalang tidak selalu menjamin dagangannya laku.

Harapan di Tengah Keterbatasan

Meski penuh tantangan, Jana tetap menjalani pekerjaannya dengan tekun. Ia mengaku baru saja kembali dari kampung halaman beberapa hari sebelum kembali berjualan. Kerinduan pada keluarga memang selalu ada, namun tuntutan hidup membuatnya harus kembali ke Jakarta.

Di tengah keterbatasan, Jana tetap menyimpan harapan sederhana. Ia ingin penjualannya bisa meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Targetnya pun tidak muluk-muluk, hanya berharap suatu hari bisa menjual hingga 40 kotak dodol dalam sehari.

Kisah Jana menjadi gambaran nyata perjuangan para perantau yang harus bertahan di kota besar. Di balik ramainya arus mudik, ada mereka yang tetap bekerja tanpa henti demi kehidupan yang lebih baik. Semangat dan ketekunan Jana menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya hidup, harapan selalu ada bagi mereka yang tidak menyerah.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
terminal
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved