Breaking News:

Berita Viral

Harapan di Balik Jeruji, Napi Perempuan Rawat Bayi 10 Bulan Saat Lebaran

Seorang napi narkoba di Surabaya tetap merawat bayinya di dalam sel saat Lebaran, penuh haru dan kerinduan keluarga.

KOMPAS.com/JACK ROBBY DAMARJATI
BAYI - Warga binaan Rutan Perempuan berinisial A dan bayinya yang masih berusia 10 bulan tengah didampingi oleh Karutan, Selasa (24/03/2026). Bayi tersebut ternyata lahir di dalam sel bersama ibunya selama ini. 

TRIBUNTRENDS.COM - Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya menghadirkan suasana yang berbeda. Di tengah ramainya kunjungan keluarga yang datang silih berganti, terselip kisah haru seorang ibu yang harus menjalani Lebaran bersama bayinya di dalam sel tahanan.

Lahir dan Tumbuh di Dalam Rutan

Seorang warga binaan kasus narkoba berinisial A terlihat menggendong bayinya yang baru berusia 10 bulan. Bayi tersebut lahir saat sang ibu menjalani masa hukuman dan hingga kini masih tinggal bersamanya di dalam rutan.

A mengungkapkan bahwa anaknya tidak bisa dipisahkan darinya karena masih membutuhkan ASI eksklusif. Selain itu, ia juga tidak memiliki keluarga dekat yang bisa merawat bayinya jika harus tinggal di luar.

Meski berusaha kuat, ia mengaku sering diliputi kesedihan. Terlebih, dua anaknya yang lain kini diasuh oleh kakek dan nenek di kampung halaman tanpa kehadirannya sebagai seorang ibu.

Lebaran Penuh Rindu dan Harapan

Lebaran yang biasanya identik dengan kebersamaan keluarga, bagi A justru menjadi momen penuh haru. Ia mengaku sangat merindukan kedua anaknya yang lain, terlebih karena sudah cukup lama tidak bertemu.

Ia juga menyebut suaminya tidak pernah datang menjenguk selama dirinya berada di rutan. Kondisi ini semakin menambah beban emosional yang harus ia jalani selama menjalani masa hukuman.

Meski demikian, A tetap menyimpan harapan besar untuk bisa segera menyelesaikan masa pidananya. Ia ingin kembali berkumpul dengan anak-anaknya dan memperbaiki kehidupan ke depan.

Kebijakan Khusus di Momen Lebaran

Pihak Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya memberikan kebijakan khusus selama momen Lebaran dengan membuka layanan kunjungan selama empat hari berturut-turut.

Kunjungan dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang, dengan pembatasan jumlah maksimal pengunjung agar tetap tertib. Kebijakan ini diberikan agar para warga binaan tetap bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga meski dalam keterbatasan.

Namun demikian, pihak rutan tetap menerapkan prosedur keamanan yang ketat. Setiap pengunjung wajib melewati pemeriksaan untuk mencegah masuknya barang terlarang seperti narkoba maupun benda berbahaya lainnya.

Kisah A menjadi potret nyata bahwa di balik jeruji, masih ada harapan, kasih sayang, dan perjuangan seorang ibu untuk anaknya.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
napiperempuanmerawat bayi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved