Breaking News:

Berita Viral

Dugaan Pemotongan Anggaran MBG di Jatim, BGN Perintahkan Penutupan Dapur

Pemilik dapur MBG diduga potong anggaran dan klaim cucu menteri, BGN langsung bertindak tegas.

Tayang:
(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
NGAKU CUCU MENTERI - Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang dalam jumpa pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025). Sosok pemilik dapur MBG yang sedang mendapat sorotan ahirnya kini diamankan pihak berwenang. 

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan kecurangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terungkap di Jawa Timur. Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya pemotongan anggaran oleh pengelola dapur yang berada di bawah naungan sebuah yayasan.

Anggaran Dipangkas dari Rp10.000 Jadi Rp6.500

Temuan ini bermula dari laporan dua kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengeluhkan tekanan dari pihak yayasan. Anggaran bahan pangan yang seharusnya Rp10.000 per porsi diduga dipangkas menjadi Rp6.500 per porsi.

Akibatnya, para pengelola di lapangan terpaksa menutupi kekurangan biaya menggunakan uang pribadi agar kualitas makanan tetap layak bagi para penerima manfaat, terutama siswa.

Praktik ini dinilai merugikan dan berpotensi menurunkan kualitas program yang menyasar kebutuhan gizi masyarakat.

Klaim sebagai Cucu Menteri Jadi Sorotan

Pemilik yayasan yang menaungi dapur MBG tersebut turut menjadi perhatian karena mengaku sebagai cucu seorang menteri. Klaim ini disebut-sebut digunakan untuk menekan pihak-pihak di bawahnya agar mengikuti kebijakan yayasan.

Namun, setelah dikonfirmasi, menteri yang namanya dicatut justru membantah memiliki hubungan keluarga dengan pihak tersebut. Ia bahkan mempersilakan agar dapur terkait ditutup jika terbukti melakukan pelanggaran.

Klaim tersebut memperkeruh situasi dan menambah tekanan psikologis bagi para pengelola di lapangan.

Kondisi Dapur Dinilai Tidak Layak

Saat dilakukan inspeksi, tim BGN menemukan kondisi dapur yang jauh dari standar kelayakan. Beberapa masalah yang ditemukan antara lain lantai rusak, dinding kotor dan berjamur, serta fasilitas yang tidak memadai.

Selain itu, instalasi pengolahan limbah juga dinilai tidak layak, dengan bau tidak sedap yang tercium di area dapur. Kondisi ini memperkuat alasan untuk menghentikan operasional dapur tersebut.

Para pengelola bahkan mengaku harus mengeluarkan biaya pribadi untuk memperbaiki sebagian fasilitas, karena pihak yayasan tidak memberikan dukungan.

BGN Ambil Langkah Tegas

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, langsung merespons laporan tersebut dengan memerintahkan inspeksi dan penutupan dapur. Ia menilai tindakan pemilik yayasan tidak manusiawi dan merugikan banyak pihak.

BGN juga menegaskan bahwa pelanggaran seperti ini tidak akan ditoleransi, terutama karena program MBG menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi pengelola lainnya agar menjalankan program sesuai aturan dan tidak menyalahgunakan anggaran.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
MBGmenteridapur
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved