Breaking News:

Berita Viral

Ucapan Cak Nun 2012 soal Iran dan AS Kembali Disorot Publik

Pernyataan lama Cak Nun tentang konflik Timur Tengah kembali viral dan menyinggung posisi Indonesia.

Tribunnews.com
PREDIKSI - Cak Nun 14 tahun lalu sempat mengungkapkan soal prediksinya terkait konflik Iran dan Amerika Serikat. Isi ramalan tersebut kini ramai kembali dibahas. 

TRIBUNTRENDS.COM - Nama Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun kembali ramai dibicarakan publik. Pernyataannya pada 2012 mengenai potensi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali beredar luas di media sosial setelah situasi di kawasan tersebut memanas.

Ucapan itu disampaikan Cak Nun saat menjadi pembicara di Masjid Raya Klaten pada 22 Februari 2012. Dalam forum tersebut, ia mengutarakan pandangannya tentang kemungkinan terjadinya serangan terhadap Iran di masa mendatang.

“Suatu hari nanti, Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika,” kata Cak Nun dalam pernyataannya saat itu.

Pernyataan soal Posisi Indonesia

Tak hanya menyinggung potensi konflik, Cak Nun juga membahas kemungkinan sikap negara-negara lain, termasuk Arab Saudi dan Indonesia. Ia menyampaikan prediksi sekaligus pertanyaan reflektif mengenai posisi Indonesia jika konflik benar-benar terjadi.

“Nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel. Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?” ucapnya lagi.

Ia kemudian menambahkan dalam bahasa Jawa, “Ah kan kene kene mesti kerengan dewe. Engge Pak, Separuh melok Iran, separuh melok Israel uta ora melo sopo-sopo. Wong yo ora mudeng gitu.”

Melalui pernyataan itu, Cak Nun berharap masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi oleh dinamika geopolitik global. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pengaruh luar maupun kelemahan pemahaman di dalam negeri.

“Mudah-mudahan Klaten harus bisa antisipasi terhadap provokasi dari luar maupun dari kebodohan dari dalam,” tuturnya.

Baca juga: Jusuf Kalla Buka Suara Usai Terima Dubes Iran, Sebut Prabowo Sudah Siap Jadi Juru Damai Dunia!

Konflik Memanas dan Isu Keamanan

Belakangan ini, laporan mengenai serangan militer Israel ke Iran kembali menjadi sorotan internasional. Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di Teheran dan beberapa fasilitas mengalami kerusakan. Iran pun menyatakan akan melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat.

Situasi tersebut membuat publik kembali mengingat pernyataan Cak Nun lebih dari satu dekade lalu. Banyak yang menilai ucapannya relevan dengan perkembangan terbaru.

Baca juga: Prabowo Belum Bertindak, Muhammadiyah Jatim Ragukan Peran Presiden sebagai Juru Adil Iran-AS

Sosok Multidimensi Cak Nun

Cak Nun dikenal sebagai budayawan, pemikir, sekaligus tokoh yang kerap menyuarakan pandangan kritis terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan. Lahir pada 27 Mei 1953, ia memiliki kiprah panjang di dunia sastra, teater, dan pemikiran Islam.

Ia memimpin kelompok musik Kiai Kanjeng dan aktif dalam berbagai forum dialog budaya seperti Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki. Dalam setiap forum, ia sering mengajak masyarakat untuk berpikir jernih dan tidak terjebak pada polarisasi.

Meski kerap mengisi pengajian, Cak Nun lebih memilih dikenal sebagai seniman dan pemikir. Pandangannya yang reflektif dan kritis membuat setiap pernyataannya kerap menjadi bahan diskusi publik, termasuk ketika isu geopolitik kembali memanas seperti saat ini.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
Cak NunEmha Ainun NajibIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved