Fakta Baru Kasus Nizam, Ayah Disebut Ikut Lakukan Kekerasan
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, mengungkap fakta baru terkait kasus meninggalnya Nizam Syafei, bocah asal Sukabumi, Jawa Barat.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM -- Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, mengungkap fakta baru terkait kasus meninggalnya Nizam Syafei, bocah asal Sukabumi, Jawa Barat.
Sebelumnya, ibu tiri korban, Teni Ridha, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sukabumi pada 24 Februari 2026 atas dugaan penganiayaan. Namun, dalam perkembangan terbaru terungkap bahwa dugaan kekerasan terhadap Nizam tidak hanya dilakukan oleh ibu tirinya, tetapi juga oleh ayah kandungnya, Anwar Satibi.
Informasi tersebut diperoleh dari keterangan tetangga dan keluarga besar korban yang kemudian disampaikan kepada KPAI. Hal itu dipaparkan Diyah dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPR RI pada Senin (2/3/2026).
Diyah menjelaskan, pihaknya telah menemui keluarga dan warga sekitar untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kehidupan Nizam selama ini.
"Kami bertemu dengan keluarga dan kami juga bertemu dengan tetangga. Kami mendapatkan informasi bahwa yang melakukan kekerasan tidak hanya ibu tetapi ayah," ungkap Diyah Puspitarini dilansir TribunnewsBogor.com pada Senin (2/3/2026).
"Itu (info) dari tetangga?" tanya anggota DPR.
"Dari tetangga dan keluarga besar, ua. Itu sudah terjadi terutama lebih intens empat tahun terakhir," pungkas Diyah.
"Almarhum meninggal umur 13, berarti (dianiaya) dari umur?" tanya anggota DPR lagi.
"9 tahun," jawab Diyah.
Baca juga: Itu Anak Saya, Urusan Saya Jawab Anwar Satibi saat Diingatkan Keluarga Agar Jangan Menyiksa Nizam
Menurut keterangan yang dihimpun, keluarga besar dan tetangga sebenarnya sempat menegur dan mengingatkan terkait dugaan kekerasan tersebut. Namun respons ayah korban disebut mengejutkan.
"Ketika saya tanya kepada keluarga dan tetangga, apakah tidak ada yang mengingatkan? keluarga besar berkata (sudah) mengingatkan. Tetapi jawaban dari ayah 'itu anak saya, itu urusan saya'," imbuh Diyah.
Lebih lanjut, Diyah juga membeberkan bentuk kekerasan yang diduga dialami korban.
"Bentuk kekerasannya disampaikan?" tanya anggota DPR.
"Pemukulan, dipukul ditampar," imbuh Diyah.
"Setelah itu beberapa kali ibu tiri juga melakukan kekerasan dan diingatkan oleh keluarga besar. Alasannya sama bahwa 'itu anak saya, jadi itu urusan saya'. Setelah itu keluarga besar dan tetangga tidak ada yang berani mengingatkan kembali," sambungnya.
Selain itu, Diyah mengungkap fakta lain yang menjadi sorotan. Sejak Nizam dimakamkan pada 18 Februari 2026, sang ayah disebut belum pernah berziarah ke makam anaknya. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/khairunissa)
Sumber: Tribun Bogor
| Ambulans Dijebak Orderan Fiktif, Disuruh DC Pinjol Angkut Orang: Jangan Main-main, Ini Layanan Nyawa |
|
|---|
| Sempat Viral Diledek Siswa, Ternyata Bu Atun Hidup Sederhana, Sedekahkan Rp 25 Juta Pemberian KDM |
|
|---|
| Peserta UTBK Rela Bayar Joki Rp 100 Juta demi Masuk Kedokteran, Terancam Blacklist Seumur Hidup! |
|
|---|
| Modus Licik Joki UTBK 2026 Terbongkar! Pura-pura Telat Agar Pengawas Lengah, Berujung Diciduk! |
|
|---|
| Viral Penumpang Kereta Api Masak Mie Instan di Gerbong, Tulis Sederhana Tapi Nikmat, KAI Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Nizam.jpg)