Breaking News:

Berita Viral

Sosok Petugas Damkar yang Diteror usai Konten Helm Viral

Sebuah konten sederhana tentang helm justru berujung teror serius setelah publik mengaitkannya dengan kasus kekerasan fatal

Tayang:

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan kekerasan yang menewaskan seorang pelajar di Kota Tual masih menjadi sorotan luas. Di tengah perhatian publik tersebut, seorang petugas pemadam kebakaran sekaligus komika, Khairul Umam, justru mengalami intimidasi setelah membuat konten edukatif tentang helm. Konten itu ramai diperbincangkan karena muncul tak lama setelah insiden tragis yang melibatkan anggota Brimob di Maluku.

Konten Helm yang Berujung Teror

Video yang diunggah Khairul di akun Instagram pribadinya membahas pentingnya penggunaan helm sebagai pelindung kepala. Unggahan tersebut viral dan menuai ratusan ribu tanda suka serta ribuan komentar. Namun, tak lama setelah itu, Khairul mengungkap bahwa dirinya menerima pesan bernada intimidasi dari nomor tak dikenal.

Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa halus, tetapi mengandung makna ancaman. Beberapa di antaranya bahkan menyebut alamat rumah dirinya dan istrinya. Salah satu pesan berbunyi, “2 alamat ini ya bang, jangan lupa pake helmnya biar tetap selalu melindungi kepala lu.”
Khairul mengaku teror itu datang melalui WhatsApp dan media sosial, bahkan sempat menyasar orang-orang terdekatnya. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada niat menyindir institusi mana pun. Menurutnya, konten tersebut murni edukasi keselamatan.

Baca juga: Diteror Imbas Konten Penggunaan Helm, Damkar Khairul Umam: Infoin CCTV Yang Bagus Dong

Kasus Brimob yang Jadi Latar Belakang

Publik mengaitkan konten tersebut dengan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Bripda Masias Siahaya, anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Maluku. Korban, seorang pelajar berusia 14 tahun, meninggal dunia setelah diduga dipukul menggunakan helm saat patroli dini hari di wilayah Maluku Tenggara.

Peristiwa itu bermula saat aparat membubarkan dugaan balap liar. Helm taktis yang diayunkan pelaku mengenai pelipis korban hingga terjatuh dan mengalami kondisi kritis. Meski sempat mendapatkan perawatan medis, korban akhirnya meninggal dunia beberapa jam kemudian.

Baca juga: Sosok Khoirul Umam, Bikin Konten Edukasi Penggunaan Helm, Petugas Damkar Ini Malah Diteror

Proses Hukum dan Sikap Aparat

Pihak Polri menegaskan komitmen untuk menuntaskan perkara ini secara transparan. Terhadap pelaku, telah dijatuhkan sanksi etik berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Selain itu, proses pidana tetap berjalan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sementara itu, Khairul memilih tidak menghiraukan teror yang diterimanya. Ia menilai respons publik di luar kendalinya dan menegaskan hanya bertanggung jawab atas konten yang ia buat. Baginya, edukasi keselamatan tetap penting disuarakan, meski risikonya kini terasa nyata.

Tribun Jatim | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
terordamkarkonten
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved