Berita Viral
Pengurus Ponpes Klarifikasi Video Viral Protes Wali Santri soal Rambut Gundul
Video protes wali santri di Lumajang viral. Pengurus pesantren akhirnya memberi penjelasan dan menyampaikan permohonan maaf.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Video yang memperlihatkan seorang ibu mendatangi sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sempat menyita perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ibu itu datang bersama anaknya untuk memprotes kebijakan pesantren yang menggunduli rambut sang anak karena ketahuan merokok.
Video itu pertama kali diunggah melalui akun TikTok dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform. Tayangan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet, sebagian menilai tindakan pengurus pondok terlalu keras, sementara lainnya menilai sanksi tersebut merupakan bagian dari disiplin pesantren.
Protes Wali Santri dalam Video Viral
Dalam video yang beredar, sang ibu terlihat menyampaikan keberatannya secara langsung kepada pengurus pondok pesantren. Ia menyebut bahwa tindakan menggunduli rambut anaknya dianggap berlebihan. Bahkan, dalam rekaman itu, sang ibu mengaku sebagai istri anggota kepolisian dan menyatakan keberatan jika masalah tersebut dianggap sepele.
“Sampean saya viralkan ya gara-gara masalah sepele anak saya digundul,” ucap sang ibu dalam video tersebut.
Menanggapi hal itu, pengurus pondok pesantren tampak tetap tenang. Ia menjelaskan bahwa sanksi berupa penggundulan rambut merupakan peraturan yang telah lama diterapkan bagi santri yang melanggar aturan, khususnya terkait larangan merokok.
“Ini memang peraturan dari dulu kalau merokok memang harus digundul,” ujar pengurus pondok dalam video tersebut.
Baca juga: Tak Terima Anaknya Ditegur, Orang Tua Santri Aniaya Guru Madrasah dengan Celurit
Fakta di Balik Video yang Beredar
Seiring berjalannya waktu, terungkap bahwa video tersebut bukan kejadian spontan sebagaimana dipersepsikan sebagian masyarakat. Video itu diketahui merupakan bagian dari konten film santri yang diproduksi oleh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1 yang berlokasi di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Pengasuh pondok pesantren, Ahmad Syaifudin Amin, menjelaskan bahwa video tersebut dibuat sebagai bagian dari film edukasi internal. Dalam unggahan aslinya, pihak pondok sebenarnya telah mencantumkan keterangan bahwa video tersebut merupakan proses di balik layar dari produksi film santri.
Menurut Amin, banyak warganet yang menonton video tersebut tanpa membaca keterangan secara utuh sehingga mengira kejadian tersebut merupakan peristiwa nyata.
Baca juga: Guru Madrasah Menegur Santri Karna Becanda, Berujung Dianiaya Orang Tua Santri hingga Bawa Celurit
Pengurus Ponpes Sampaikan Permintaan Maaf
Atas kesalahpahaman yang terjadi, pihak pondok pesantren menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Amin mengakui bahwa konten tersebut menimbulkan kegaduhan yang tidak diharapkan.
“Tetapi banyak netizen yang salah paham kemudian tidak membaca caption itu dikira ini kejadian sesungguhnya,” ujar Amin, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa tujuan pembuatan film tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada wali santri agar memahami batas keterlibatan orang tua terhadap kebijakan internal pesantren.
“Di film itu saya hanya ingin mengedukasi karena saat ini banyak wali santri yang terlalu ikut campur dengan kebijakan pondok,” jelasnya.
Pihak pondok berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih cermat dalam menyikapi konten yang beredar di media sosial, serta memahami konteks sebelum menarik kesimpulan.
Sumber: TribunTrends.com
| Belum Cukup 150 Juta Barrel dari Rusia, RI Kini Borong Minyak dan LPG AS Senilai 15 Miliar Dollar |
|
|---|
| Mobil Hangus Dibom Molotov, Kades Hoho Alkaf Tolak Tawaran Repaint Gratis, Ledek Peneror: Iri Hati |
|
|---|
| Buat AI Deteksi Anggaran Janggal, Pemuda Malah Temukan Fakta, Ada Proyek Pemprov Jakarta Rp 5 Miliar |
|
|---|
| Video Lawas Gubernur Kaltim Main HP saat Didemo, Rudy Masud Ditegur Mahasiswa, Melanie Subono Sindir |
|
|---|
| Nasib Perintis Koperasi Desa, Dulu Tak Digaji, Sekarang Terancam Diusir Gegara Rekrutmen Terpusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/santri-digunduli-wali-santri-tidak-terima.jpg)