Breaking News:

Berita Viral

Menu MBG Diprotes di Hari Pertama Ramadan, Wali Murid Lamongan Kembalikan Paket Makanan

Hari pertama sekolah di bulan Ramadan diwarnai protes. Wali murid Lamongan mengembalikan menu MBG yang dinilai tak layak.

Tribun Trends/Tim TribunTrends
KEMBALIKAN MENU MBG - Tangkapan layar video viral ibu-ibu wali murid mengembalikan menu MBG kepada petugas SPPG di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

TRIBUNTRENDS.COM - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menuai sorotan pada hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan. Sejumlah ibu-ibu wali murid melayangkan protes dengan cara mengembalikan paket makanan yang diterima anak-anak mereka. Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Protes ini mencuat karena menu MBG dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan serta dianggap belum memenuhi standar makanan bergizi bagi anak sekolah. Para wali murid menilai kualitas dan pengolahan makanan perlu dievaluasi agar tujuan program benar-benar tercapai.

Baca juga: Mengenal Haji Her, Crazy Rich Madura Bangun 1000 Rumah hingga Bagi-bagi Uang di Ompreng MBG

Protes Wali Murid di Beberapa Kecamatan

Aksi pengembalian menu MBG salah satunya diduga terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blawi, Kecamatan Karangbinangun. Sejumlah wali murid mendatangi lokasi tersebut sambil membawa kembali wadah plastik berisi makanan yang sebelumnya dibagikan kepada siswa.

Dalam video yang beredar, seorang wali murid tampak menyampaikan kekecewaannya secara langsung kepada petugas. Ia menyoroti menu pendamping berupa olahan kentang yang dinilai tidak diolah dengan baik.

“Ini kulit kentangnya tidak dikupas. Bahkan di rumah saja masih ada. Soalnya anggaran 15 ribu kok hasilnya begini,” ujar salah satu wali murid saat menyerahkan kembali paket makanan tersebut, Senin (23/2/2026).

Keluhan serupa tidak hanya muncul di Karangbinangun. Berdasarkan pantauan di lapangan, protes juga terdengar dari wali murid di Kecamatan Lamongan dan Kecamatan Sukodadi. Di wilayah-wilayah tersebut, paket MBG dilaporkan hanya berisi satu buah pisang, satu butir telur, satu kotak susu, serta satu jenis jajanan.

Baca juga: Kekhawatiran Tiyo Ketua BEM UGM, Sebut Keuntungan MBG Digunakan untuk Menangkan Prabowo di 2029

Dinilai Belum Penuhi Standar Gizi

Menu yang diterima siswa itu dinilai jauh dari gambaran makan bergizi seimbang yang diharapkan orang tua. Beberapa wali murid menyebut porsi dan variasi menu belum mencerminkan kebutuhan gizi anak sekolah, terutama di bulan Ramadan ketika asupan makanan sangat diperhatikan.

Para orang tua berharap program MBG tidak sekadar dijalankan secara administratif, tetapi juga memperhatikan kualitas bahan, cara pengolahan, serta kecukupan gizi. Menurut mereka, anggaran yang telah ditetapkan seharusnya mampu menghadirkan menu yang lebih layak dan higienis.

Pemkab Lamongan Lapor ke BGN

Sekretaris Daerah Lamongan yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Lamongan, Mohammad Nalikan, membenarkan adanya laporan ketidakpuasan dari masyarakat. Ia menyatakan pemerintah daerah telah menerima informasi dari beberapa kecamatan terkait menu MBG yang dipermasalahkan wali murid.

“Laporan sudah saya terima dari beberapa kecamatan. Tim kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan masalah ini telah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sesuai dengan kewenangan tugas satgas,” ujar Nalikan.

Pemerintah daerah, kata dia, akan menunggu tindak lanjut dari BGN terkait evaluasi pelaksanaan MBG di Lamongan. Ia menegaskan bahwa masukan dari wali murid akan menjadi bahan perbaikan agar program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi siswa.

Tribun Jatim | Hanif Manshuri | TribunTrends.com | Afif Muhammad

Tags:
MBGwali muridLamongan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved