Ketua BEM UGM Diteror, Anies Baswedan Ingatkan Negara Wajib Melindungi: Perintah Konstitusi
Anies Baswedan tanggapi teror yang diterima Tiyo Ardianto selaku Ketua BEM UGM imbas kritisi pemerintah, sarankan lapor polisi.
Editor: Febriana Nur Insani
Ringkasan Berita:
- Tiyo Ardianto Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat teror seusai melayangkan kritik tajam terhadap pemerintah, termasuk soal MBG
- Anies Baswedan menegaskan negara wajib melindungi kebebasan berpendapat
- Anies Baswedan sarankan Tiyo Ardianto lapor polisi
TRIBUNTRENDS.COM - Nama Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), mendadak jadi pusat perhatian publik usai melayangkan kritik tajam terhadap pemerintah.
Amarahnya tersulut oleh tragedi memilukan seorang siswa SD di Ngada, NTT, yang nekat mengakhiri hidup karena tak mampu membeli buku dan pena.
Tiyo Ardianto kemudian menyentil kebijakan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP) hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sayangnya keberanian tersebut membuat Tiyo dihujani teror yang tidak hanya mengincar dirinya, tetapi juga mulai menganggu ketenangan keluarganya.
Ketua Senat Mahasiswa UGM periode 1992-1993, Anies Baswedan angkat bicara soal teror yang menimpa Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Seperti diketahui, Tiyo mendapat sejumlah teror dari nomor asing. Teror tersebut didapatkan pasca BEM UGM melayangkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026).
Selain teror yang diterima melalui WhatsApp, Tiyo juga dikuntit dan difoto dari jarak jauh oleh dua orang tidak dikenal.
Teror itu kemudian merembet ke keluarga Tiyo dan anggota BEM UGM yang lain.
Baca juga: Natalius Pigai Bantah Ikut Campur Soal Teror Ketua BEM UGM: Bukan Pemerintah Pelakunya!
Negara harus melindungi
Anies mengatakan kebebasan berpendapat seharusnya dilindungi, dan yang berkewajiban melindungi adalah negara.
"Karena itu adalah perintah konstitusi. Jadi berikan ruang (kebebasan berpendapat), lindungi, dan kalau ada teror negara berkewajiban melakukan investigasi," katanya usai Diskusi Intelektual Muslim di Masjid Ulil Albab UII, Jumat (20/2/2026).
Manurut dia, dengan investigasi yang dilakukan negara, maka dapat memberikan rasa aman.
Tidak hanya untuk mahasiswa yang mendapatkan teror, namun seluruh masyarakat yang menyampaikan pendapat.
Baca juga: Teror Ketua BEM UGM, Rocky Gerung Yakin Bukan Prabowo yang Mengancam, Dugaan Sosok Pelaku: Ngomporin
Laporkan
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu pun mendorong agar Ketua BEM UGM melaporkan teror yang dialami ke pihak berwajib. Dengan demikian, pelaku teror dapat diketahui.
"Yang penting laporkan, dan negara wajib mencari tahu siapa yang melakukan teror," lanjutnya.
Ia menambahkan jika teror menimpa masyarakat yang menyampaikan kritik, tentu masyarakat akan kehilangan rasa aman.
"Sementara rasa aman kan dibutuhkan di negeri ini," pungkasnya.
(TribunTrends.com)(TribunJogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Anies-Baswedan-soal-Ketua-BEM-UGM.jpg)