Berita Viral
Pria dalam Video Minta Pulang dari Kamboja, Pemprov Sumsel Turun Tangan Telusuri Fakta
Video pria yang mengaku dijual ke Kamboja viral. Pemprov Sumsel dan polisi bergerak menelusuri kebenaran dan keberadaan mereka.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan sejumlah pria mengaku menjadi korban perdagangan orang di Kamboja menyedot perhatian publik. Dalam video tersebut, para pria yang disebut berasal dari Palembang meminta bantuan langsung kepada wali kota hingga gubernur agar bisa dipulangkan ke Indonesia. Mereka mengaku dijual dan kini terjebak di luar negeri tanpa kejelasan nasib.
Unggahan video itu pertama kali beredar melalui akun Instagram @calvinblue_ dan dengan cepat menyebar luas. Aparat kepolisian pun langsung merespons. Polda Sumatera Selatan menyatakan telah melakukan penyelidikan untuk menelusuri kebenaran informasi dalam video tersebut, termasuk identitas serta lokasi para pria yang mengaku menjadi korban.
Baca juga: Istri TKI Tewas Terbakar Saat Gendong Bayi Majikan, Suami Ungkap Ucapan Terakhir yang Menyentuh
Penyelidikan Polisi atas Video Viral
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa Subdit III Tindak Pidana Perdagangan Orang Direktorat Reserse Kriminal Umum tengah mendalami akun penyebar video. Menurutnya, hingga kini pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah para pria tersebut benar-benar berada di Kamboja maupun apakah mereka warga Sumatera Selatan. Penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan fakta yang sebenarnya. Polisi menegaskan bahwa seluruh informasi akan diverifikasi secara menyeluruh agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.
Respons Gubernur dan Pemprov Sumsel
Menanggapi kabar tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku telah memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan untuk segera melakukan penelusuran. Ia juga telah menggelar rapat bersama aparat penegak hukum guna membahas langkah lanjutan. Herman Deru menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah keselamatan warga. Menurutnya, persoalan legal atau ilegal keberangkatan bukan prioritas utama dalam kondisi darurat. Pemerintah akan memastikan perlindungan dan upaya pemulangan apabila benar ditemukan adanya perlakuan tidak manusiawi.
Baca juga: Siasat Licik Dewi Astutik! Di Kampung Ngaku Jadi TKI, Ternyata Buronan Internasional Gembong Narkoba
Kasus Serupa Kembali Terungkap
Di tengah penyelidikan tersebut, kasus perdagangan orang dengan modus penawaran kerja ke luar negeri kembali mencuat. Empat warga Bengkulu dilaporkan berhasil melarikan diri dari tempat kerja di Kamboja setelah dipaksa bekerja dalam praktik penipuan daring. Mereka mengalami kekerasan fisik dan kini berada di KBRI Kamboja sambil menunggu proses pemulangan. Kasus ini memperkuat kekhawatiran maraknya praktik perekrutan ilegal yang menjerat warga Indonesia dengan janji pekerjaan di luar negeri.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat bersinergi agar kasus serupa tidak terus berulang serta memberikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia di luar negeri.
Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad
Sumber: TribunTrends.com
| Polemik LCC 4 Pilar MPR: Tidak Ada Final Ulang, Josepha Ditawari jadi Duta Lomba, Juri Di-blacklist |
|
|---|
| Josepha Berani Protes Juri LCC 4 Pilar, Ayah Khawatir, Ungkap Kebiasaan di Rumah: Nggak Stres Kah? |
|
|---|
| Polemik LCC 4 Pilar, MPR Tegaskan Tak Ada Kecurangan, Hanya Salah Paham, Sayangkan Respon Juri & MC |
|
|---|
| Liciknya Daycare Little Aresha Yakinkan Ortu, Pakai Kamar Percontohan, Janjikan 1 Anak 1 Pengasuh |
|
|---|
| Kalahkan SMAN 1 Pontianak, Kepsek SMAN 1 Sambas Ungkap Kunci Kemenangan Siswanya di LCC 4 Pilar |
|
|---|