Berita Viral
Lumpuh Usai Stroke, Nurrahmah Tak Pernah Terima PKH Meski Hidupi Anak Seorang Diri
Lumpuh akibat stroke, Nurrahmah tak pernah menerima PKH meski harus membiayai sekolah anak setelah ditelantarkan suami.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Bantuan sosial yang seharusnya menjadi penopang hidup justru tak pernah menyentuh Nurrahmah. Perempuan berusia 46 tahun itu hidup dalam kondisi lumpuh akibat stroke dan harus berjuang membiayai sekolah anaknya tanpa bantuan pemerintah sedikit pun.
Nurrahmah merupakan warga Dusun Soloh, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Ia mengalami stroke beberapa tahun lalu, saat anak semata wayangnya, Kholifatun Nadiah, masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Saya tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun, termasuk untuk biaya anak sekolah,” ujar Nurrahmah dengan suara lirih saat ditemui di rumah saudaranya, Jumat (13/2/2026).
Sejak lumpuh, Nurrahmah tidak lagi memiliki penghasilan. Kondisinya semakin berat karena suaminya memilih pergi dan meninggalkannya dalam keadaan sakit. Sejak saat itu, Nurrahmah dan anaknya tinggal menumpang di rumah saudara kandungnya, Nurayyah.
Baca juga: Jatuh dari Lantai 6 Untar, Adik Keisya Levronka Lumpuh, Dugaan Malprosedur, Tak Panggil Ambulans
“Sejak sakit, dia tinggal sama saya. Suaminya pergi begitu saja. Saya yang berusaha mencukupi makan dan sekolah anaknya,” kata Nurayyah.
Menurut Nurrahmah, banyak tetangganya yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sembako. Namun dirinya sama sekali tak pernah tercatat sebagai penerima.
“Teman-temannya anak saya banyak yang dapat bantuan. Saya tidak pernah, sampai sekarang anak saya sudah sekolah di MAN,” ungkapnya.
Keterbatasan ekonomi membuat Kholifatun sering berangkat ke sekolah tanpa uang saku. Bahkan, ia harus berjalan kaki cukup jauh dari rumah menuju jalan besar sebelum menumpang kendaraan teman.
“Hampir setiap hari anak saya tidak pegang uang. Dari rumah jalan kaki dulu, nunggu temannya lewat,” tutur Nurrahmah.
Baca juga: Borok Peredaran Whip Pink Terbongkar, Efek Gila Gas Tertawa Diungkap Mantan Pengguna: Nyaris Lumpuh
Sebelum sakit, Nurrahmah bekerja sebagai petani. Namun kini, semua kebutuhan hidup sepenuhnya bergantung pada Nurayyah yang juga hidup pas-pasan.
“Kami sangat berharap bantuan. Beras saja belum pernah dapat. Untung sekarang masih ada MBG, jadi anak saya bisa makan,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, mengatakan bahwa pengusulan penerima bansos dilakukan oleh pemerintah desa dan pendamping PKH.
“Desa dan pendamping berkewajiban mengusulkan. Bisa dilakukan kapan saja,” ujarnya singkat. Ia menambahkan bahwa pengusulan membutuhkan dokumen seperti KTP dan KK.
Kisah Nurrahmah menjadi potret masih adanya warga miskin dan difabel yang luput dari pendataan bantuan sosial, meski hidup dalam kondisi sangat membutuhkan perhatian negara.
Sumber: TribunTrends.com
| Ingat Sosok Mbah Mijan? Dulu Dikenal Sebagai Paranormal, Kini Buka Klinik Akupuntur di Bintaro |
|
|---|
| Pemilik Gedung yang Disewa Terra Drone Akui Lalai Bertahun-tahun, Tidak Memantau Sertifikat SLF |
|
|---|
| Postingan Terakhir Atlet MMA yang Tikam Nus Kei, Pamer Foto dengan Pacar, Kini Terancam Hukuman Mati |
|
|---|
| 9 Murid SMAN 1 Purwakarta yang Menghina Guru Akan Dibawa ke Barak Militer, Terungkap Kondisinya |
|
|---|
| Uya Kuya Masih Trauma Saat Rumahnya Dijarah, Kini Pilih Mengontrak Bersama Mertua & Banyak Saudara |
|
|---|