Berita Viral
Guru SD di Jember Suruh 22 Murid Lepas Baju Gegara Uang Rp75 Ribu Hilang, Ini Sanksinya
Gara-gara uang Rp75 ribu hilang, guru SD di Jember meminta 22 siswanya melepas baju. Kasus berakhir damai, guru dimutasi.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Kasus guru sekolah dasar di Kabupaten Jember yang meminta puluhan siswanya menanggalkan pakaian karena kehilangan uang akhirnya berakhir damai. Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember memastikan persoalan tersebut tidak berlanjut ke proses hukum, namun sanksi tetap dijatuhkan kepada guru yang bersangkutan.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah SD Negeri di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, pada Jumat (6/2/2026). Seorang guru perempuan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial FT meminta 22 siswanya melepas baju di dalam kelas. Tindakan itu dilakukan untuk mencari uang Rp75.000 yang hilang dari dompet miliknya.
Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, menjelaskan bahwa uang tersebut hilang saat guru meninggalkan kelas untuk ke kamar mandi. Guru kemudian kembali ke kelas dan meminta siswa-siswinya membuka baju untuk dilakukan penggeledahan.
Baca juga: Anak Guru Haryati Labrak Wali Murid SD di Medan yang Dihukum Belajar di Lantai: Imbas Ibunya Diskors
“Dinas sudah mempertemukan guru tersebut dengan wali murid, juga didampingi pihak kepolisian. Alhamdulillah sudah clear dan tidak ada tuntutan lanjutan,” ujar Arief, Kamis (12/2/2026).
Meski kasus diselesaikan secara kekeluargaan, Dispendik Jember menegaskan bahwa tindakan guru tersebut tidak dapat dibenarkan. Guru berinisial FT telah dipanggil ke kantor Dispendik untuk menjalani pembinaan.
Sebagai bentuk sanksi, Dispendik memutuskan untuk memutasi guru tersebut dari sekolah tempatnya mengajar. Selain itu, guru juga diberikan teguran tertulis agar kejadian serupa tidak terulang.
“Sanksinya kita mutasi, kemudian diberikan pembinaan dan teguran tertulis,” kata Arief.
Arief mengungkapkan, insiden tersebut dipicu oleh emosi guru setelah mengalami kehilangan uang yang disebut sudah berulang kali terjadi. Sebelumnya, guru tersebut mengaku pernah kehilangan uang hingga Rp200.000. Pada kejadian terakhir, uang Rp75.000 yang hilang memiliki nilai sentimental karena merupakan uang mahar dari suaminya.
Baca juga: Niat Pergi Ngaji, 2 Bocah di Sumedang Jabar Disetubuhi Murid SD & SMP: Ngeluh Kemaluan Sakit, Trauma
“Yang terakhir ini uangnya bersejarah bagi beliau. Ditambah kondisi kesehatannya yang memiliki riwayat sakit jantung, sehingga memicu emosi,” jelas Arief.
Meski demikian, dalam proses penggeledahan tersebut, uang yang dicari tidak ditemukan. Dispendik Jember menegaskan akan terus meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga pendidik agar mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis kepada siswa.
“Kami berkomitmen jika ada laporan pelanggaran, akan segera ditindaklanjuti,” pungkas Arief.
Sumber: TribunTrends.com
| Trauma Psikis, Kondisi Anak yang Pernah Dibekap di Daycare Little Aresha, Pendiam Tak Berani Cerita |
|
|---|
| Motif Pengasuh Daycare Little Aresha Ikat Kaki & Tangan Anak-anak, Kapolresta Yogya: Tidak Mau Repot |
|
|---|
| Ketakutan Anak-anak saat Diantar ke Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sakit-sakitan, Luka yang Sama |
|
|---|
| Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha, Pemilik Diduga Hakim, Ahmad Sahroni: Pecat, Lanjut Pidanakan |
|
|---|
| Ulah Keji Pengasuh Daycare Little Aresha Yogyakarta, Kamar 3x3 m Diisi 20 Anak, Sakit Ditelantarkan |
|
|---|