Breaking News:

Menkeu Purbaya Imbau Agar MBG Tidak Banyak Diprotes: Ini Program yang Diperlukan Masyarakat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soroti protes publik terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang diusung Prabowo.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soroti gelombang protes yang begitu besar terhadap MBG
  • Menkeu Purbaya meminta publik tidak berlebihan dalam protes program MBG
  • Menkeu Purbaya ingatkan publik soal pilar ekonomi Presiden Prabowo Subianto

TRIBUNTRENDS.COM - Sejak dijalankan pada Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis atau MBG memang kerap menuai pro dan kontra.

Program yang diusung Presiden Prabowo Subianto tersebut kerap dikritisi mengenai kasus keracunan hingga isu ketenagakerjaan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampaknya menyadari begitu banyak cibiran terhadap program MBG.

Namun Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak berlebihan memprotes program MBG.

Menurut Purbaya, program tersebut merupakan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto di era kepemimpinannya. 

"Jadi jangan protes kebanyakan MBG. Ini memang program yang diperlukan oleh masyarakat, bagian dari tiga pilar ini," katanya dalam Ekonomic Outlook di Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).

Tiga Pilar Ekonomi Prabowo

Purbaya menjelaskan, strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo bertumpu pada tiga pilar utama yang ia sebut sebagai Sumitronomics.

Pilar tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi tinggi (high economic growth), pemerataan (equitable distribution), dan stabilitas sosial politik. 

Menkeu Purbaya menegaskan, MBG dan berbagai program sosial lainnya masuk dalam pilar pemerataan dan stabilitas. 

Tanpa pemerataan, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan berkelanjutan.

"Orang-orang sedang sering protes MBG dan program-program yang lain. Itu adalah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden, pemerataan dan stabilitas sosial politik. Kalau itu tidak ada, yang high economic growth-nya tidak bisa tercipta," katanya. 

Purbaya bercerita pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran penting. 

Baca juga: Dipicu Proyek Kapal: Menteri KP Trenggono Semprot Purbaya, Minta Menkeu Tak Sembarangan Komentar!

IMBAUAN MENKEU PURBAYA - Potret Menkeu Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta pada Selasa (14/10/2025). Baru-baru ini Menkeu Purbaya soroti banyaknya protes terhadap program MBG.
IMBAUAN MENKEU PURBAYA - Potret Menkeu Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta pada Selasa (14/10/2025). Baru-baru ini Menkeu Purbaya soroti banyaknya protes terhadap program MBG. (Tribunnews.com)

Ia mengingatkan situasi Agustus 2025 yang sempat memanas ketika gelombang protes terjadi di berbagai daerah. 

Purbaya menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup jika tidak diimbangi pemerataan.

Sejak September 2025, pemerintah mengeklaim mulai menghidupkan kembali mesin pertumbuhan ekonomi melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. 

Dari sisi fiskal, pemerintah mempercepat belanja kementerian dan lembaga agar dana cepat masuk ke sistem perekonomian. 

Selain itu, pemerintah juga mengalihkan likuiditas ke sektor perbankan untuk mempercepat pertumbuhan kredit. 

"Terus, saya geser uang Rp 200 triliun ke perbankan kan. Orang bilang, ada banyak yang skeptis, apa manfaatnya? Yaitu menambah agensi sistem perekonomian sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat. Itu juga membalik arah ekonomi dengan signifikan dan menambah kontribusi mesin pertumbuhan dari swasta," katanya.

Baca juga: Kisruh Purbaya vs Menteri KP Trenggono Berakhir Damai! Dari Apa-apaan Ini Menjadi Tawa Satu Meja

PRABOWO DAN PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa harap publik tidak berlebihan protes soal MBG. Ia mengingatkan MBG merupakan bagian dari 3 pilar ekonomi Prabowo.
PRABOWO DAN PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa harap publik tidak berlebihan protes soal MBG. Ia mengingatkan MBG merupakan bagian dari 3 pilar ekonomi Prabowo. (Kolase TribunTrends/Instagram MenkeuRI)

Menurut Purbaya, kombinasi dorongan fiskal, moneter, dan sektor swasta itulah yang disebut berhasil membalik arah ekonomi pada akhir kuartal tahun lalu.

Bendahara negara ini meyakini perbaikan ekonomi akan berdampak langsung pada stabilitas sosial politik. Ketika ekonomi membaik dan lapangan kerja tersedia, tensi sosial dinilai akan mereda. 

Ke depan, pemerintah memastikan strategi tiga pilar tersebut akan terus dijalankan untuk menjaga pertumbuhan sekaligus stabilitas nasional.

(TribunTrends.com)(Kompas.com)

Tags:
Purbaya Yudhi SadewaMenteri KeuanganPrabowo SubiantoMBG
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved