Berita Viral
Miris! Warga Terpaksa Angkut Jenazah Lewat Laut karena Infrastruktur Terabaikan
Tak ada jalan, tak ada pilihan. Warga mengangkut jenazah menggunakan kapal motor akibat minimnya infrastruktur di daerah mereka
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Duka di Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak berhenti di liang kubur. Di desa terpencil ini, warga bahkan harus menempuh laut demi mengantar jenazah—menggunakan kapal motor karena tak ada jalan darat, ambulans, apalagi mobil jenazah.
Potret pilu itu belakangan viral di media sosial. Foto dan video warga mengangkut jenazah menyusuri perairan menjadi gambaran telanjang tentang minimnya infrastruktur dasar yang hingga kini belum juga dirasakan ribuan warga Desa Nila.
Bagi masyarakat setempat, kondisi tersebut bukan hal baru. Keterbatasan akses jalan, listrik, jaringan komunikasi, hingga fasilitas pelabuhan sudah lama menjadi bagian dari keseharian mereka.
Baca juga: Gerak-gerik Reza Arap di Samping Jenazah Lula Lahfah, Pandangi Ponselnya, Datang Bareng Tim Dokter
Ramai Saat Pemilu, Sepi Setelahnya
Kepala Desa Nila, Aleksius Sado, menyebut ironi terbesar justru terletak pada perhatian para politisi. Menurutnya, Desa Nila selalu ramai dikunjungi menjelang pemilihan umum maupun pilkada.
“Kalau musim pesta demokrasi, Desa Nila ramai. Politisi dari kabupaten, provinsi, sampai pusat bisa datang. Gelombang tinggi, jalan ekstrem, tetap datang,” ujar Aleksius kepada TribunFlores.com, Selasa (3/2/2026).
Namun hiruk-pikuk itu tak pernah berujung pada perubahan nyata. Janji pembangunan infrastruktur yang kerap dilontarkan saat kampanye, hingga kini belum satu pun terwujud.
Ia menyebut sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, pernah menginjakkan kaki di Desa Nila. Begitu pula para calon legislatif.
“Tapi setelah itu selesai. Sampai sekarang Nila masih seperti ini,” tegasnya.
Baca juga: Penyebab Menteri KP Sakti Wahyu Pingsan saat Upacara Penyerahan Jenazah Korban Pesawat ATR, Digotong
Hidup Tanpa Jalan, Listrik, dan Sinyal
Kondisi infrastruktur Desa Nila tergolong sangat memprihatinkan. Warga hidup tanpa akses jalan darat, tanpa listrik, tanpa jaringan komunikasi yang stabil, dan tanpa fasilitas pelabuhan memadai.
Dampaknya terasa langsung. Perlahan, warga memilih meninggalkan kampung halaman.
“Dulu hampir tiga ribu warga, sekarang tinggal seribu lebih. Orang pergi merantau karena tidak ada akses, bukan karena tidak mau membangun desa,” kata Aleksius.
Padahal, secara fasilitas dasar, Desa Nila memiliki sekolah dasar, puskesmas pembantu, serta tempat ibadah umat Islam dan Katolik. Namun semua itu belum cukup menopang kehidupan tanpa infrastruktur utama.
“Kami di Nila ini penderitaannya lengkap. Listrik tidak ada, jalan tidak ada, komunikasi susah. Sinyal cuma di titik-titik tertentu,” ujarnya.
Harus Viral Dulu Baru Didengar
Aleksius mengaku kebingungan karena berbagai keluhan warga tak kunjung mendapat respons, meski telah berulang kali disuarakan melalui media dan jalur resmi pemerintahan.
“Entah apa kendalanya. Sekarang alasannya efisiensi anggaran. Tapi tahun-tahun sebelumnya juga sama saja,” katanya.
Berbagai usulan pembangunan telah diajukan, namun tak pernah mendapat jawaban yang jelas.
“Sekarang memang zamannya harus viral dulu baru ada perhatian. Semoga kali ini ada jawaban dari pemerintah,” pungkasnya.
Sumber: TribunTrends.com
| Motif Utama Kasus Daycare Litte Aresha Karena Faktor Ekonomi, 13 Orang Terancam 8,5 Tahun Penjara |
|
|---|
| Total Anak yang Ada di Daycare Little Aresha Ada 103, Semua Akan Dapat Pendampingan Psikososial |
|
|---|
| Polemik Kursi Pijat Rudy Masud, Sekda Kaltim Klarifikasi Harganya Tak 125 Juta Tapi 'Hanya' 47 Juta |
|
|---|
| 'Semakin Banyak Anak yang Masuk Makin Untung', Motif Daycare Little Aresha, 1 Pengasuh Urus 10 Bocah |
|
|---|
| Awal Mula Daycare Little Aresha Terbongkar, Eks Karyawan Tak Tega & Lapor Polisi, 30 Orang Diperiksa |
|
|---|