Breaking News:

Berita Viral

Pandji Bukan yang Pertama, Sederet Seniman Ini juga Berani Kritik, Dicekal hingga Dihilangkan Paksa

Tak hanya Pandji, beberapa tokoh juga mendapat perlakuan tak menyenangkan setelah menyampaikan kritik ke pemerintah, ada yang dihilangkan sosoknya.

Editor: ninda iswara
Instagram
KRITIK BERUJUNG CEKAL - Tak hanya Pandji, beberapa tokoh juga mendapat perlakuan tak menyenangkan setelah menyampaikan kritik ke pemerintah, ada yang dihilangkan sosoknya. 

Ringkasan Berita:
  • Pandji Pragiwaksono dilaporkan buntut kritiknya dalam pertunjukan komedi Mens Rea.
  • Kritik pedas berujung laporan hingga jalur hukum tak hanya dialami oleh Pandji Pragiwaksono.
  • Sebelumnya mucnul beberapa tokoh yang juga mendapat perlakuan tak menyenangkan setelah menyampaikan kritik ke pemerintah.

TRIBUNTRENDS.COM - Nama Pandji Pragiwaksono tengah menjadi perbincangan publik setelah materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea berujung pada pelaporan terhadap dirinya.

Peristiwa ini memicu diskusi luas, terutama soal batas kebebasan berekspresi dan kritik di ruang publik.

Kasus yang menimpa Pandji dianggap oleh sebagian kalangan berpotensi menimbulkan ketakutan bagi masyarakat dalam menyampaikan kritik.

Situasi ini pun mengingatkan kembali pada catatan sejarah di Indonesia, ketika kritik yang disuarakan melalui karya seni kerap berhadapan dengan tekanan kekuasaan.

Jika menengok ke belakang, Indonesia pernah memiliki sejumlah seniman dan musisi yang harus menghadapi sensor, intimidasi, bahkan aparat negara, lantaran karya mereka dianggap terlalu vokal mengkritik kondisi sosial dan politik.

Baca juga: 3 Cara Gibran Balas Kritik Pedas Pandji Pragiwaksono, Pengamat Politik Bedah: Respon Secara Simbolis

Seni, yang sejatinya menjadi medium ekspresi, justru kerap berujung pada konsekuensi serius bagi para penciptanya.

Beberapa di antaranya bahkan harus berurusan langsung dengan aparat penegak hukum.

Berikut deretan seniman yang pernah mengalami pencekalan atau represi setelah bersuara lantang melalui karya seni mereka.

Wiji Thukul

Nama Wiji Thukul hingga kini masih lekat dalam ingatan publik sebagai penyair yang berani dan lantang mengkritik rezim Orde Baru.

Lewat puisi-puisinya, salah satunya yang paling dikenal berjudul “Peringatan”, Wiji Thukul menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan pembungkaman suara rakyat.

Keberaniannya itu membuat Wiji Thukul menjadi target aparat keamanan.

Ia sempat masuk dalam daftar pencarian orang sebelum akhirnya dinyatakan hilang dan diduga menjadi korban penghilangan paksa.

Kasus yang menimpanya bukan sekadar soal pelaporan hukum, melainkan bentuk represi langsung terhadap kritik politik yang disampaikan melalui karya sastra.

Peristiwa tersebut terjadi pada era 1990-an, masa ketika kebebasan berekspresi berada dalam tekanan kuat dan kritik terhadap penguasa kerap dibalas dengan tindakan keras.

Iwan Fals 

Di era 1980-an–1990-an, musisi Iwan Fals terkenal dengan lagu-lagunya yang keras. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Tags:
Pandji PragiwaksonoMens ReaIwan Fals
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved