Breaking News:

Iran vs AS

Mojtaba Khamenei Miliarder? Pemimpin Tertinggi Baru Iran Dituding Punya Hotel di Jerman dan Spanyol!

Mojtaba Khamenei disebut sebagai miliarder dengan aset properti luas di Eropa (London, Wina) dan kendali atas dana ekonomi berpengaruh.

Editor: Amir M
Kompas.com
MOJTABA KHAMENEI - Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang gantikan ayahnya Ali Khamenei. 
Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei resmi menjadi Pemimpin Tertinggi baru Iranpada Senin (9/3/2026), menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat–Israel. 
  • Mojtaba dikenal sebagai figur tertutup namun berpengaruh di lingkar kekuasaan serta memiliki hubungan dekat dengan militer elite Iran
  • Ia juga dikaitkan dengan kekayaan besar dan kepemilikan aset di luar negeri, meski laporan tersebut berasal dari investigasi media Barat dan belum pernah ditanggapi secara langsung olehnya.

TRIBUNTRENDS.COM - Mojtaba Khamenei tak hanya dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkar kekuasaan Iran, tetapi juga kerap dikaitkan dengan kekayaan besar dan jaringan aset internasional.

Sejumlah laporan media Barat menyebut putra Ali Khamenei itu memiliki properti mewah di Eropa serta diduga mengendalikan miliaran dolar melalui jaringan bisnis dan orang kepercayaannya.

Seperti diketahui, Ayatollah Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026).

Mojtaba menggantikan posisi ayahnya yang terbunuh dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Sabtu (28/3/2026) pekan lalu.

"Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran," kata majelis tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan tepat setelah tengah malam waktu Teheran, dikutip dari AFP.

Posisi ini memberinya wewenang terakhir dalam semua urusan negara di Iran.

Lantas, siapa Ayatollah Mojtaba Khamenei?

Profil Ayatollah Mojtaba Khamenei

Dikutip dari Al Jazeera, Mojtaba tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum.

Meski begitu, selama berpuluh-puluh tahun, ia dikenal sebagai tokoh sangat berpengaruh di lingkaran dalam ayahnya.

Mojtaba juga dilaporkan membina hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Naiknya Mojtaba ke puncak kekuasaan dipandang sebagai sinyal kuat bahwa faksi garis keras tetap memegang kendali penuh atas pemerintahan Iran, sekaligus menutup pintu negosiasi dengan Barat dalam jangka pendek.

Mojtaba dikenal sangat tertutup.

Ia tak pernah memberikan pidato politik, khutbah Jumat, atau kuliah umum. 

Sikap ini membuat banyak warga Iran bahkan belum pernah mendengar suaranya secara langsung, meskipun namanya selalu disebut sebagai tokoh yang sedang naik daun dalam rezim teokratis tersebut.

Tuduhan terhadap Mojtaba Khamenei

Nama Mojtaba tidak lepas dari kontroversi.

Selama hampir dua dekade, para penentang dari dalam dan luar negeri mengaitkan namanya dengan penindasan brutal terhadap gerakan demonstrasi di Iran.

Kubu reformis menuduhnya mencampuri Pemilu dan menggunakan pasukan Basij (sayap IRGC) untuk menindak demonstran dalam Gerakan Hijau 2009.

Gerakan itu terbentuk setelah politisi populis Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali sebagai presiden dalam pemilihan yang kontroversial, yang kemudian diikuti oleh penindakan terhadap para pemimpin reformis dan pendukungnya. 

Sejak saat itu, pasukan Basij menjadi inti dari tindakan keras pemerintah terhadap berbagai gelombang protes nasional.

Pasukan ini pula yang berada di baris depan saat menindak aksi protes nasional dua bulan lalu, yang menurut laporan PBB mengakibatkan ribuan orang tewas.

PEMIMPIN TERTINGGI IRAN - Putra kedua Ayatollah Ali Khamenei (kiri), yaitu Seyyed Mojtaba Khamenei (kanan), jadi Pemimpin Tertinggi Iran gantikan ayahnya yang tewas dalam serangan gabungan AS–Israel di Teheran.
PEMIMPIN TERTINGGI IRAN - Putra kedua Ayatollah Ali Khamenei (kiri), yaitu Seyyed Mojtaba Khamenei (kanan), jadi Pemimpin Tertinggi Iran gantikan ayahnya yang tewas dalam serangan gabungan AS–Israel di Teheran. (Tasnim/Mahmoud)

Dekat dengan IRGC 

Kedekatannya dengan IRGC sudah terjalin sejak usia muda, ketika ia bertugas di Batalyon Habib selama beberapa operasi dalam Perang Iran-Irak tahun 1980-an.

Beberapa rekannya, termasuk ulama lainnya, kemudian memperoleh posisi penting di aparat keamanan dan intelijen Republik Islam yang baru berdiri saat itu.

Dituding miliarder dengan aset melimpah

Mojtaba, yang berada di bawah sanksi AS dan Barat, disebut sebagai miliarder dengan aset properti luas di Eropa (London, Wina) dan kendali atas dana ekonomi berpengaruh.

Kekayaannya sering dikaitkan dengan posisinya yang kuat dalam jaringan ekonomi dan pengaruh politik di Iran, menurut laporan media Barat.

Berikut adalah beberapa detail terkait laporan kekayaan tersebut:

  • Properti di Inggris: Mojtaba dikaitkan dengan properti bernilai lebih dari US$138 juta (sekitar Rp2,3 triliun lebih) di kawasan elit London, termasuk satu properti yang dibeli pada 2014 senilai 33,7 juta pound sterling.
  • Investasi Eropa: Selain London, laporan menyebutkan kepemilikan hotel mewah di Frankfurt dan Mallorca.

Dana untuk pembelian properti mewah ini dikabarkan berasal dari penjualan minyak yang dialirkan melalui rekening bank di berbagai negara, termasuk Swiss, Liechtenstein, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Mojtaba digambarkan sebagai miliarder yang menyembunyikan aset melalui struktur korporasi yang kompleks.

Ia dilaporkan telah memindahkan miliaran dollar AS selama bertahun-tahun melalui jaringan orang dalam dan rekanan yang terkait dengan pemerintahan Iran.

Namun, perlu dicatat bahwa laporan ini berasal dari investigasi media Barat dan sumber anonim, dan Mojtaba sendiri jarang muncul secara langsung dalam transaksi tersebut. 

Seperti Bloomberg yang mengaitkan Mojtaba dengan Ali Ansari, yang menjadi sorotan akhir tahun lalu setelah Bank Ayandeh miliknya dibubarkan secara paksa oleh negara karena bangkrut akibat memberikan pinjaman kepada orang dalam yang tidak disebutkan namanya dan menumpuk utang besar.

Pembubaran bank tersebut turut mendorong inflasi Iran yang merajalela, membuat rakyat Iran semakin miskin, karena kerugian tersebut sebagian harus dikompensasi melalui dana publik.

Baik Mojtaba maupun Ansari belum secara terbuka menanggapi hubungan mereka dan tuduhan tersebut, yang juga mencakup pembelian properti mewah di negara-negara Eropa.

Kredibilitas keagamaan Mojtaba juga menjadi isu yang diperdebatkan, karena ia adalah seorang hojatoleslam, seorang ulama tingkat menengah, bukan seorang ayatollah dengan pangkat yang lebih tinggi. 

Namun, ayahnya juga bukan seorang ayatollah ketika ia menjadi pemimpin negara pada tahun 1989 dan undang-undang diubah untuk mengakomodasinya. Kompromi serupa mungkin juga bisa dilakukan untuk Mojtaba.

Artikel dari KOMPAS.com

Tags:
Ali KhameneiMojtaba Khameneiperang IranIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved