Breaking News:

Politik Viral

Presiden Prabowo Bocorkan Ada Negara Kuat Pengen Borong Beras Indonesia Tapi Minta Diskon Gede

Prabowo menyatakan sejumlah negara mulai mencari pasokan beras dari Indonesia, terungkap alasannya

Tayang:
Editor: jonisetiawan
YouTube Sekretariat Presiden
BERAS INDONESIA - Presiden Prabowo menyatakan sejumlah negara mulai mencari pasokan beras dari Indonesia setelah beberapa negara produsen pangan menghentikan ekspor komoditas strategis seperti beras, jagung, dan gandum. 
Ringkasan Berita:
  • Prabowo menyatakan sejumlah negara mulai mencari pasokan beras dari Indonesia
  • Pernyataan tersebut disampaikan saat Prabowo meresmikan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk
  • Menurut Prabowo, kondisi itu membuat sejumlah negara yang sebelumnya dianggap lebih maju kini datang ke Indonesia untuk meminta pasokan beras

 

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkap situasi baru yang menurutnya menjadi bukti semakin pentingnya posisi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.

Di saat sejumlah negara produsen pangan dunia mulai menutup keran ekspor komoditas strategis mereka, Indonesia justru disebut mulai dilirik banyak negara untuk memasok kebutuhan beras.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menggambarkan bagaimana situasi pangan global kini sedang berada dalam tekanan besar. Sejumlah negara yang selama ini dikenal sebagai produsen pangan dunia mulai membatasi ekspor demi mengamankan kebutuhan domestik mereka sendiri.

Baca juga: Prabowo Tegaskan MBG Pantang Berhenti Meski Banyak Kasus Keracunan: Penting untuk Rakyat!

India hingga Bangladesh Tutup Ekspor Pangan

Prabowo menyebut keputusan beberapa negara menghentikan ekspor pangan menjadi sinyal serius bahwa dunia sedang menghadapi ancaman ketidakpastian pangan.

“Beberapa hari lalu India mengumumkan tutup, tidak ekspor beras, jagung, gandum. Disusul oleh Bangladesh,” ujar Prabowo.

Menurutnya, langkah negara-negara tersebut membuat banyak negara lain mulai kesulitan mendapatkan pasokan pangan, terutama beras.

Situasi itulah yang kemudian membuat Indonesia kini mulai didatangi berbagai negara yang ingin membeli beras.

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita,” kata dia.

HARGA SEMBAKO -
BERAS INDONESIA - Prabowo Subianto menyatakan sejumlah negara mulai mencari pasokan beras dari Indonesia setelah beberapa negara produsen pangan menghentikan ekspor komoditas strategis seperti beras, jagung, dan gandum. (Generated by AI/Joni Irwan Setiawan)

Negara yang Dulu Dianggap Lebih Hebat Kini Cari Beras ke Indonesia

Prabowo bahkan menyinggung bahwa negara-negara yang selama ini dipandang lebih maju dan lebih kuat secara ekonomi kini justru datang ke Indonesia untuk meminta pasokan pangan.

Baginya, kondisi itu menjadi bukti bahwa ketahanan pangan jauh lebih penting dibanding sekadar kekuatan ekonomi di atas kertas.

“Tetangga-tetangga kita, mereka yang lebih hebat dari kita kan begitu, tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta boleh enggak kita beli beras,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo di tengah optimisme pemerintah terhadap capaian swasembada pangan nasional yang belakangan terus digaungkan.

Baca juga: Respons Santai Prabowo saat Kurs Dollar Menggila: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dollar Kok

Pemerintah Tetap Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri

Meski membuka peluang ekspor, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan gegabah menjual stok pangan nasional ke luar negeri.

Ia menekankan bahwa kebutuhan rakyat Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan agar penjualan beras tidak dilakukan dengan harga murah yang justru merugikan petani dalam negeri.

“Saya bilang beri kalau mereka butuh kita harus bantu, kita jual kepada mereka, tapi harganya ya yang oke lah, jangan petani kita korban,” ucapnya.

Menurut Prabowo, pemerintah harus tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan ekspor dan perlindungan terhadap kesejahteraan petani lokal.

Ada Negara Minta Diskon Beras Indonesia

Dalam pidatonya, Prabowo juga sempat berseloroh soal adanya negara yang tidak hanya ingin membeli beras Indonesia, tetapi juga meminta potongan harga besar.

“Ada juga yang mau beli beras, habis itu minta korting. Korting banyak banget lagi,” kata dia.

Meski disampaikan dengan nada santai, Prabowo meminta jajaran pemerintah, termasuk Menteri Pertanian dan Perum Bulog, tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan ekspor pangan.

Ia mengingatkan bahwa krisis pangan global diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama.

“Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” ujar Prabowo.

Baca juga: Respons Santai Prabowo saat Kurs Dollar Menggila: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dollar Kok

Swasembada Pangan Jadi Senjata Indonesia

Prabowo menilai Indonesia kini berada dalam posisi yang relatif lebih aman dibanding sejumlah negara lain karena produksi pangan nasional terus meningkat.

Menurutnya, keberhasilan menuju swasembada pangan menjadi modal penting menghadapi ketidakpastian global, baik di sektor ekonomi maupun pangan.

“Saya selalu katakan pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa,” tutur dia.

Pernyataan itu sekaligus mempertegas fokus pemerintahan Prabowo terhadap sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama nasional.

Produksi Beras Nasional Disebut Surplus

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memaparkan capaian produksi beras nasional.

Sebelum acara dimulai, Zulkifli Hasan menyebut produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton dan berada dalam kondisi surplus.

Angka tersebut disebut menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia kini dinilai memiliki posisi strategis di tengah gejolak pangan dunia.

Ribuan Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi

Selain membahas soal pangan global, Prabowo juga meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah.

Menurutnya, koperasi tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk memperkuat ekonomi desa.

“Gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada,” kata Prabowo.

Ia menyebut pembangunan koperasi itu dilakukan dalam waktu kurang dari satu tahun.

Pemerintah bahkan menargetkan jumlah Koperasi Merah Putih terus bertambah hingga lebih dari 25.000 unit dalam beberapa bulan ke depan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa.

***

(TribunTrends/Kompas)

Tags:
Prabowoberaspolitik
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved