Kabupaten Klaten
Lebih dari Separuh Sasaran Tervaksin, ORI Campak Klaten Terus Dikebut
Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto menegaskan percepatan terus dilakukan agar cakupan segera maksimal.
Editor: Delta Lidina
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mencatat capaian Outbreak Response Immunization (ORI) campak mencapai 55,16 persen atau 29.394 anak hingga Senin (30/3/2026), dari total 53.288 sasaran di 401 desa/kelurahan.
Program ini digulirkan sejak Maret 2026 setelah status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak ditetapkan.
Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto menegaskan percepatan terus dilakukan agar cakupan segera maksimal.
“Cakupan ORI Campak sampai Senin (30/3/2026) mencapai 55,16 persen atau sebanyak 29.394 anak yang tersebar di 401 Desa/Kelurahan se-Kabupaten Klaten dari sasaran 53.288,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menekankan, penyelesaian vaksinasi diupayakan dalam waktu singkat melalui strategi lapangan.
“Totalnya itu 53 ribu sasaran. Sedangkan untuk target penyelesaian dari kami semakin cepat semakin baik,” katanya.
Pernyataan itu kemudian dipertegas dengan dorongan internal percepatan.
“Namun kami (Dinkes) menyampaikan kepada teman-teman untuk bisa diselesaikan 1 bulan sampai 2 bulan,” imbuhnya.
Di tingkat desa, petugas kesehatan mulai menyiapkan langkah sweeping untuk mengejar sasaran yang belum hadir.
Bidan Desa Kraguman Wahyu Waluyanti, mengatakan pelaksanaan ORI Campak terus dilakukan sesuai jadwal.
“Apabila nanti sasaran tidak hadir, nanti akan kita lakukan sweeping,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan vaksinasi dilakukan bertahap dan sistematis.
“Untuk alurnya pertama pendaftaran, dua skrining yang ketiga pemberian vaksinasi, yang keempat entry data. Kemudian yang kelima ada pemberian makanan tambahan,” jelasnya.
Sasaran ORI adalah anak usia 9 hingga 59 bulan dengan kondisi sehat.
Di lapangan, kegiatan berlangsung di balai desa setempat. Petugas mengenakan sarung tangan, menyiapkan vaksin, sementara orang tua mengantre sambil menggendong anak.
Sejumlah balita terlihat menangis saat disuntik, namun langsung ditenangkan oleh orang tua.
Dinkes berharap capaian terus meningkat agar terbentuk kekebalan kelompok dan penyebaran campak dapat dihentikan. (*)
Sumber: Tribun Solo
| Terungkap! Bupati Klaten Bongkar Kronologi PD BKK: dari Fraud hingga Upaya Penanganan |
|
|---|
| Modal Rp 40 Juta Berbuah Manis! BUMDes Ketitang Sulap Greenhouse dari Barang Bekas Jadi Wisata Hits |
|
|---|
| Rasanya 'Krenyes' dan Manis! Pengunjung Ketagihan Wisata Petik Melon di Desa Ketitang Klaten |
|
|---|
| Wisata Petik Melon Desa Ketitang Klaten Diserbu Pengunjung, BUMDes Ini Raup Untung di Panen Perdana |
|
|---|
| TMMD Klaten 2026 Resmi Dibuka, Bupati Hamenang Tekankan Perkuat Persatuan dan Gotong Royong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Bidan-Desa-Kraguman-Wahyu-Waluyanti-menyuntikkan-vaksin.jpg)