Berita Viral
Mengapa Target Pendaftar Belum Tercapai, PPDB SMA Unggul Garuda 2026 Resmi Ditutup? Ini Kata Pakar
PPDB SMA Unggul Garuda 2026 resmi ditutup oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- PPDB SMA Unggul Garuda 2026 resmi ditutup oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Sabtu, 14 Maret 2026
- Meski berhasil menjaring sekitar 3.000 pendaftar, angka tersebut rupanya masih berada di bawah target yang dipasang pemerintah
- Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan perlunya evaluasi mendalam untuk mencari akar permasalahannya
TRIBUNTRENDS.COM - Tirai pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda 2026 resmi ditutup oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) pada Sabtu, 14 Maret 2026. Meski berhasil menjaring sekitar 3.000 pendaftar, angka tersebut rupanya masih berada di bawah target yang dipasang pemerintah.
Muncul pertanyaan besar, mengapa sekolah yang digadang-gadang sebagai institusi unggulan ini belum mampu memenuhi ekspektasi jumlah pendaftar?
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan perlunya evaluasi mendalam untuk mencari akar permasalahannya. Menurutnya, ada banyak faktor yang mungkin berkelindan, mulai dari strategi pengenalan sekolah ke publik hingga keraguan yang mungkin masih menghinggapi masyarakat.
“Nah nanti kita akan melihat apakah ini akibat dari mungkin sosialisasinya, atau mungkin ada kekhawatiran tertentu dari masyarakat terhadap sekolah ini," kata Hetifah saat ditemui di Jakarta Barat, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, perlu dipastikan apakah ada faktor teknis atau non-teknis lainnya yang memicu kesenjangan antara harapan pemerintah dan kondisi di lapangan. "Atau memang ada hal-hal lain begitu yang membuat apa yang diinginkan ini masih ada perbedaan dengan eh realitanya sekarang," lanjut dia.
Baca juga: Link PPDB SPMB 2025 Jenjang SMP Purwakarta Jalur Domisili, Simak Cara Daftar Ulang Online
Kriteria Spesifik Jadi Tantangan Tersendiri
Kendati demikian, Hetifah menilai wajar jika tahun perdana SMA Unggul Garuda belum membuahkan hasil maksimal secara kuantitas. Karakteristik sekolah ini memang tergolong sangat khusus dengan standar kriteria siswa yang jauh lebih spesifik dibandingkan sekolah menengah pada umumnya.
“Terus kemudian juga karakteristik siswa yang diharapkannya juga sangat berbeda dari PPDB pada umumnya, saya kira untuk kali ini kita bisa memaklumi jika masih ada mungkin perbedaan antara harapan dengan kenyataan,” pungkas Hetifah.
Baca juga: Link Pengumuman PPDB SPMB 2025 Jenjang SD dan SMP untuk Kota Bekasi, Berikut Informasi Daftar Ulang
Riwayat Perpanjangan Waktu Pendaftaran
Perjalanan PPDB SMA Unggul Garuda tahun ini sejatinya sudah melalui drama perpanjangan waktu sebanyak dua kali. Awalnya, pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 28 Februari, namun sempat diundur ke 7 Maret, hingga akhirnya diputuskan untuk ditutup total pada 14 Maret 2026.
Staf Khusus Menteri Dikti Saintek, Tjitjik Sri Tjahjandarie, mengakui adanya keterlambatan momentum yang memengaruhi jumlah pelamar. Dalam evaluasi internal, ia menyebutkan bahwa masa pembukaan pendaftaran SMA Unggul Garuda kalah start dibanding sekolah-sekolah unggulan lainnya yang sudah lebih dulu membuka pintu bagi siswa baru.
"Saya menjawab sebatas pengetahuan saya. Jadi memang dalam penerimaan siswa baru Sekolah Garuda saat ini perkembangannya belum sesuai dengan harapan. Setelah kita melakukan evaluasi, pendaftarannya kan kita memang sedikit lebih terlambat dibandingkan sekolah-sekolah unggulan yang sudah dilakukan sebelumnya," ungkap Tjitjik dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Sebagai langkah strategis ke depan, Tjitjik menjelaskan bahwa Direktorat Talenta kini tengah bergerak aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai sekolah unggulan lainnya demi menarik minat talenta-talenta muda berbakat untuk bergabung dalam ekosistem SMA Unggul Garuda.
(TribunTrends.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Sumber: TribunTrends.com
| Sempat Diam, Pemilik Daycare Baby Preneur Aceh Kini Minta Maaf, Serahkan Pelaku Kekerasan ke Polisi |
|
|---|
| Korban Minta Efek Jera, LPSK Akan Ajukan Restitusi Miskinkan Para Pelaku Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Dirut KAI Bobby Rasyidin Sebut Usulan Pemindahkan Gerbong Wanita Tidak Tepat, 'Kami Tak Membedakan' |
|
|---|
| Eks Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Dokter Kecantikan Bodong, Korban Alami Pendarahan & Infeksi |
|
|---|
| 'Nanti Nggak Balik Lagi?', Percakapan Terakhir Karyawan Kompas TV Korban Kecelakaan KRL, Ingin Cuti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/sma-unggul-garuda.jpg)