Breaking News:

Iran vs Israel

5 Alasan Iran Yakin Netanyahu Sudah Tewas: 4 Hari Tak Muncul dan Absen Bikin Video

Sudah hampir 3 hari tidak ada unggahan video baru di saluran pribadi Netanyahu. Padahal, sebelumnya ia rutin merilis satu hingga 3 video setiap hari.

Tayang:
Editor: Amir M
Facebook PM Israel
KEBERADAAN NETANYAHU - Kantor Berita Tasnim, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, melaporkan adanya spekulasi mengenai kemungkinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas atau terluka parah. 
Ringkasan Berita:
  • Media Iran Tasnim berspekulasi bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu tewas atau cedera parah, berdasarkan pola aktivitasnya yang dianggap tidak biasa. 
  • Laporan ini tanpa bukti atau konfirmasi resmi, memicu perdebatan. 
  • Media Israel menegaskan klaim itu hanya rumor, menyatakan Netanyahu tetap aktif menjalankan tugas, dan perubahan keamanan adalah hal wajar di tengah konflik.

TRIBUNTRENDS.COM - Spekulasi mengejutkan muncul dari media Iran, Tasnim News Agency, yang menyebut kemungkinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tewas atau mengalami cedera parah.

Laporan tersebut memicu perdebatan karena tidak disertai bukti konkret maupun konfirmasi resmi dari pemerintah Israel.

Sementara itu, media Israel dan pihak resmi menegaskan bahwa klaim ini hanyalah rumor dan Netanyahu tetap aktif menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Kantor Berita Tasnim, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, melaporkan adanya spekulasi mengenai kemungkinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas atau terluka parah.

Dalam laporan berjudul "Speculation Swirls About Netanyahu's Possible Death, Injury" yang dirilis Selasa (10/3/2026), Tasnim merangkum sejumlah indikator yang diklaim memperkuat dugaan tersebut.

Meski demikian, laporan itu tidak menyertakan bukti konkret maupun konfirmasi resmi.

5 Indikator Netanyahu Tewas yang Diklaim Media Iran

Tasnim News Agency menyoroti beberapa perubahan pola aktivitas Netanyahu dalam beberapa hari terakhir:

  1. Absennya Rekaman Video Terbaru: Sudah hampir tiga hari tidak ada unggahan video baru di saluran pribadi Netanyahu. Padahal, sebelumnya ia rutin merilis satu hingga tiga video setiap hari.
  2. Hanya Pernyataan Teks: Foto terbaru Netanyahu tidak muncul selama empat hari. Komunikasi resmi yang dikaitkan dengannya belakangan ini hanya disampaikan dalam bentuk teks.
  3. Peningkatan Pengamanan: Sumber berbahasa Ibrani melaporkan adanya pengetatan keamanan di sekitar kediaman Netanyahu pada 8 Maret, terutama untuk mengantisipasi serangan drone.
  4. Pembatalan Kunjungan Tokoh AS: Penundaan kunjungan Jared Kushner dan utusan khusus AS Steve Witkoff ke Israel dianggap berkaitan dengan situasi darurat ini.
  5. Detail Komunikasi Diplomatik: Laporan percakapan telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron tidak mencantumkan tanggal pasti, yang dinilai janggal oleh media Iran.

Bantahan Media Israel

Menanggapi isu tersebut, media Israel The Jerusalem Post dengan tegas membantah laporan Tasnim dan menyebutnya sebagai spekulasi palsu tanpa bukti.

"Berita tersebut tidak menghadirkan bukti adanya serangan terhadap Netanyahu maupun konfirmasi resmi terkait kondisi yang dialaminya," tulis The Jerusalem Post, Selasa (10/3/2026).

Pihak Israel memaparkan sejumlah bukti aktivitas publik Netanyahu untuk mematahkan rumor tersebut:

  • 7 Maret 2026: Kantor Perdana Menteri mengeluarkan pernyataan resmi.
  • 6 Maret 2026: Portal resmi pemerintah mencatat kehadiran Netanyahu di lokasi terdampak serangan di Beersheba.
  • 5 Maret 2026: Adanya laporan kredibel mengenai panggilan telepon dengan Presiden Emmanuel Macron.

Baca juga: Misteri Keberadaan Netanyahu Setelah Iran Berspekulasi Kematiannya, Terungkap Aktivitas Terakhir

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan anggota kabinet perangnya masuk ke dalam bunker saat Iran hujam rudal ke Tel Aviv.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan anggota kabinet perangnya masuk ke dalam bunker saat Iran hujam rudal ke Tel Aviv. (ISTIMEWA/Times of Israel)

Perang Informasi di Tengah Konflik

Para analis menilai ketiadaan video baru atau perubahan jadwal pejabat sering kali menjadi "bahan bakar" bagi teori konspirasi di tengah situasi perang yang cepat.

The Jerusalem Post menegaskan bahwa tingkat keamanan di sekitar pejabat senior memang lazim berubah selama masa perang dan bukan merupakan indikasi kematian atau cedera serius.

Hingga saat ini, belum ada sumber publik yang kredibel atau otoritas internasional yang mampu mengonfirmasi klaim dari media Iran tersebut.

Artikel dari KOMPAS.com

Sumber: Kompas.com
Tags:
Benjamin NetanyahuIsraelIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved