Momen Prabowo Subianto Sapa Sarmili, Ajudan Setia Try Sutrisno di TMP Kalibata
Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada ajudan Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, yang telah mengabdi selama belasan tahun.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM -- Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada ajudan Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, yang telah mengabdi selama belasan tahun.
Momen tersebut terjadi saat prosesi pemakaman Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Senin (2/3/2026). Pertemuan Presiden Prabowo dengan ajudan Try pun menjadi perbincangan di media sosial.
Try Sutrisno wafat di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 06.58 WIB dalam usia 90 tahun. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum upacara dimulai, Presiden Prabowo yang tengah berjalan tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Sarmili," kata Presiden.
"Siap," timpal suara pria dari luar kamera.
Presiden Prabowo Subianto kemudian melambaikan tangan untuk memanggilnya. Tak lama, seorang pria mengenakan baju koko putih, celana hitam, dan kopiah datang menghampiri.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bahwa Sarmili merupakan mantan ajudannya yang kemudian menjadi ajudan Try Sutrisno.
"Ajudan pak Try. Dari ajudan saya jadi ajudan pak Try," kata Prabowo.
Sarmili lalu bersalaman dengan Presiden.
"Berapa tahun ikut pak Try ?" tanya Prabowo.
Baca juga: Sepak Terjang Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI yang Kini Wafat, Sempat Jadi Ajudan Soeharto
Setelah perbincangan singkat tersebut, Presiden Prabowo melanjutkan langkahnya mengikuti prosesi upacara.
Belakangan diketahui Sarmili merupakan mantan anggota Satuan Penanggulangan Teror 81 (Satgultor-81), satuan elite milik Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Jejak Karier Try Sutrisno
Try Sutrisno diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956. Ia mulai mengenal Presiden Soeharto saat Operasi Pembebasan Irian Barat tahun 1962.
Pada 1974, Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Karier militernya terus menanjak hingga pada Agustus 1985 ia berpangkat Letnan Jenderal TNI dan menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) mendampingi Jenderal TNI Rudhini.
Sepuluh bulan kemudian, pada Juni 1986, ia diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Selanjutnya, melalui Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Soeharto untuk periode 1993-1998.
Jabatannya sebagai wakil presiden berakhir pada 1998 dan digantikan oleh B. J. Habibie dalam Sidang Umum MPR. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/Sanjaya Ardhi)
Sumber: Tribun Bogor
| Daftar 16 Perusahaan EO yang Kelola Rp113 Miliar Dana BGN, Ada yang Dapat Rp18 Miliar Sekali Jalan |
|
|---|
| Alasan Jujur Dadan Hindayana Pakai EO Rp113,9 Miliar untuk MBG: Kami Belum Sanggup Jalan Sendiri |
|
|---|
| Negosiasi Iran-AS Gagal, Trump Ngamuk, Mulai Blokade Selat Hormuz, Tuduh Taruh Ranjau di Laut |
|
|---|
| DPR Sebut BGN Tak Pernah Laporkan Pengadaan Motor MBG, Panggil untuk Klarifikasi: Something Fishy |
|
|---|
| Sosok Yenna Yuniana, Bos Pemenang Tender Motor MBG, Tetangga & Pak RT Tak Kenal, Rumah Dijaga Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ajudan-Wapres.jpg)