Seputar Solo Raya
Baru Gabung 2 Hari, Sugiarto Temukan Jasad Yazid di Mongkrang, Analisa Tepat: Tertutup Batang Pisang
Sugiarto bocorkan analisanya yang cukup tepat hingga akhirnya bisa menemukan jasad Yazid Ahmad Firdaus (26) yang hilang di Bukit Mongkrang.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Sugiarto bocorkan analisanya yang cukup tepat hingga akhirnya bisa menemukan jasad Yazid Ahmad Firdaus (26) yang hilang di Bukit Mongkrang.
- Sugiarto padahal baru 2 hari bergabung dalam pencarian.
- Setelah mencium bau busuk, Sugiarto berhasil menemukan jasad Yazid yang meringkuk dan tertutup pohon pisang.
TRIBUNTRENDS.COM - Sugiarto (55), anggota Wanabi, berbagi pengalamannya saat terlibat dalam pencarian Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar, yang hilang di Bukit Mongkrang.
Setelah dua hari melakukan pencarian, Sugiarto berhasil menemukan jasad Yazid di aliran sungai di lembah Bukit Mongkrang.
Korban ditemukan dalam posisi meringkuk, terselubung oleh hanyutan batang pisang.
Sugiarto mengaku baru ikut dalam pencarian pada Senin (9/2/2026), setelah sebelumnya bertugas di Aceh.
"Saya pantau kok belum ketemu, saya break dari Aceh mau pulang terus ikut teman-teman Wanadri stay di sini. Lalu pencarian mandiri dan saya gabung," kata Sugiarto di Kawasan Wisata Bukit Mitis, Tawangmangu, Selasa (10/2/2026).
"Saya sudah menganalisa, dan mengarah ke titik yang saya tuju. Begitu saya datang, kemudian gabung saya merekayasa ulang. Kronologi dan data saya sudah ada dari awal, subjek ini mau ngapain, kondisinya seperti apa, hilang jam berapa. Saya analisa, ini anak sudah jauh," tambahnya.
Dengan melihat peta topografi Bukit Mongkrang, Sugiarto merasa yakin dengan titik lokasi korban.
Ia bahkan menandai lokasi yang dicurigai dengan tanda khusus sebagai petunjuk dalam pencarian.
Baca juga: Cium Bau Busuk, Tubuh Yazid Pendaki Mongkrang Ditemukan di Sungai Tertutup Pohon, Cuma Kaki Terlihat
Susur Sungai dari Bawah
Pada Senin (9/2/2026), tim melakukan metode susur sungai dari bawah ke atas untuk alasan keamanan.
"Akhirnya satu hari flying camp sampai sungai, susur sungai dari bawah ke atas agar lebih aman. Kalau dari atas kita bisa terpeleset karena banyak air terjun kecil dan membahayakan," jelasnya.
Sugiarto mengatakan pencarian dilakukan tanpa alat bantu khusus, hanya berjalan kaki.
Saat menginap di Pos 3, tim berjumlah sembilan orang membawa perlengkapan camping dan logistik secukupnya.
Pencarian dilanjutkan pada Selasa (10/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Setelah 54 menit menyusuri sungai, korban ditemukan dalam posisi meringkuk.
"Sekira 1 jam kurang 6 menit (pencarian) akhirnya ketemu. (Jasad korban) tidak kelihatan, dia di air hanya kelihatan kakinya, dan tertutup hanyutan batang pisang," terangnya.
Lokasi Ekstrem dan Bau Menyengat
Sumber: Kompas.com
| 5 Kuliner Malam Solo yang Wajib Dicoba Setelah Tarawih, Ada Menu Bebek hingga Gudeg Ceker |
|
|---|
| Teriakan Seorang Petugas di TPA Putri Cempo Solo, Tewas Terperosok ke Mesin Penggiling Sampah |
|
|---|
| Healing Tipis-Tipis di Solo! Itinerary Ngabuburit Hemat di Taman Tirtonadi Cuma Modal Rp17 Ribu! |
|
|---|
| Menanti Bedug di Kota Bengawan! 5 Spot Ngabuburit Paling Syahdu di Solo Raya Tanpa HTM |
|
|---|
| Surganya Jajanan, 5 Tempat War Takjil di Solo, Ngabuburit Makin Seru, Banyak Kuliner Baru dan Viral |
|
|---|