Breaking News:

Kabupaten Klaten

BMKG: Oktober Jadi Bulan Terpanas, Dinkes Klaten Ingatkan Risiko Dehidrasi dan Penyakit Musiman

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto, menegaskan pentingnya menjaga asupan cairan selama cuaca ekstrem berlangsung.

Editor: Delta Lidina
TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo
CUACA DI KLATEN - Potret cuaca panas di Kabupaten Klaten, Senin (20/10/2025). 

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Oktober sebagai bulan terpanas dalam setahun. 

Kondisi ini juga dirasakan masyarakat Klaten yang siang harinya dilanda panas menyengat dan sore hingga malam harinya hujan deras disertai angin.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Giyarto, menjelaskan fenomena ini adalah ciri masa pancaroba.

“Oktober adalah bulan terpanas dalam satu tahun. Temperaturnya lebih tinggi daripada bulan-bulan yang lain,” ungkapnya.

"Radiasi matahari di bulan Oktober juga meningkat sehingga tubuh kita atau saat berkegiatan di bulan Oktober di luar ruangan lebih mudah dehidrasi dengan kulit kita yang mudah terbakar," imbuhnya. 

Ia menambahkan, suhu panas juga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.

"Yang berikutnya adalah potensi terjadinya angin kencang. Jadi angin kencang ini disebabkan oleh karena proses konvektifitas dan pembentukan awan. Kemudian, hujan lebat disertai angin kencang dan petir," jelasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budiarto
Kepala Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budiarto (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Kondisi panas ekstrem ini turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. 

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto, menegaskan pentingnya menjaga asupan cairan selama cuaca ekstrem berlangsung.

“Saya menganjurkan minum air mineral antara 3 sampai 6 liter setiap hari. Satu hari satu malam,” katanya.

Menurutnya, kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh lemas, mudah lelah, dan menurunkan imunitas.

Baca juga: Bupati Klaten Hamenang Pastikan Warga Terdampak Angin Kencang Dapat Bantuan dan Pendampingan

"Inilah yang harus kita sikapi secara medis. Kita harus meningkatkan asupan cairan tubuh kita. Salah satu kunci utamanya adalah melakukan balance cairan dari yang hilang dengan yang kita gantikan," terangnya. 

Anggit juga mengingatkan agar masyarakat menjaga pola makan sehat dan menghindari paparan langsung sinar matahari.

"Terus meningkatkan sistem imun tubuh dengan pola makan yang benar. Makan dengan gizi seimbang. Jadi nasi, lauk, sayur dan buahnya itu dengan gizi yang baik." 

"Yang tidak kalah penting menghindarkan diri dari terpaan langsung sinar matahari karena sangat panas,” tambahnya.

BMKG memprediksi cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober. 

Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan suhu, angin kencang, dan potensi sambaran petir di wilayah Klaten dan sekitarnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

Sumber: Tribun Solo
Tags:
Pemkab KlatenBMKGAnggit Budiarto
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved