Seputar Solo Raya
Menggali Rahasia 9 Kuliner Ikonik Solo yang Ternyata Blasteran Belanda, Gembukan hingga Perkedel
Di balik gurihnya Selat Solo atau lembutnya lapis legit, tersimpan jejak sejarah panjang era kolonial, warisan kuliner Belanda yang telah melegenda.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Di balik gurihnya Selat Solo atau lembutnya lapis legit, tersimpan jejak sejarah panjang era kolonial, warisan kuliner Belanda yang telah melegenda
- Hidangan-hidangan Eropa ini dimodifikasi dan diadaptasi agar selaras dengan lidah orang Solo yang menyukai perpaduan rasa manis, gurih, dan kaya rempah
- Deretan kuliner blasteran yang jejaknya masih sangat terasa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga Solo
TRIBUNTRENDS.COM - Kota Solo tidak hanya dikenal sebagai kota budaya, tetapi juga surga bagi para pemburu kuliner. Namun, tahukah Anda bahwa di balik gurihnya Selat Solo atau lembutnya lapis legit, tersimpan jejak sejarah panjang era kolonial?
Hingga hari ini, Solo masih setia merawat warisan kuliner Belanda yang telah bersalin rupa. Melalui sentuhan tangan masyarakat lokal, hidangan-hidangan Eropa ini dimodifikasi dan diadaptasi agar selaras dengan lidah orang Solo yang menyukai perpaduan rasa manis, gurih, dan kaya rempah.
Berikut adalah deretan kuliner blasteran yang jejaknya masih sangat terasa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga Solo:
1. Dari Oliebollen Menjadi Gembukan yang Empuk
Meski bukan asli Solo, kudapan sejenis odading sering kita jumpai di pasar tradisional atau pedagang kaki lima. Menariknya di Solo, kudapan ini disebut dengan gembukan, biasanya dijual bersama cakwe. Jika Oliebollen asli Belanda menggunakan isian buah, versi Solo tampil lebih bersahaja dengan tekstur empuk dan rasa manis yang pas di lidah Jawa.
Baca juga: Menembus Dinginnya Malam di Solo, 5 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Dicicipi
2. Smoor yang Menjelma Jadi Semur Manis
Semur adalah primadona di warung makan hingga katering hajatan di Solo. Siapa sangka, ini adalah bentuk adaptasi dari Smoor Belanda. Perbedaannya terletak pada bumbu, jika versi Belanda dominan tomat dan bawang, versi Solo mendapat suntikan kecap manis, pala, ketumbar, hingga cengkeh yang menciptakan aroma harum nan menggoda.
3. Frikadeller: Lauk Merakyat Bernama Perkedel
Tak lengkap rasanya menyantap ayam geprek atau soto tanpa kehadiran perkedel. Berakar dari Frikadeller Belanda, hidangan ini mengalami lokalisasi yang kreatif. Di Solo, perkedel hadir dalam varian kentang, tahu, hingga jagung. Bergedel khas Solo biasanya dibuat dalam ukuran kecil dan dibaluri telur di luar, menjadikannya lauk favorit yang mungil namun kaya rasa.
4. Kroket: Teman Setia Teh Sore
Toko roti legendaris di Solo hampir pasti menyediakan kroket sebagai menu unggulan. Berasal dari Croquette Belanda, versi lokal ini menggunakan lebih banyak campuran kentang. Teksturnya yang lembut dan mengenyangkan menjadikannya teman paling pas saat sesi minum teh di sore hari.
5. Spekkoek: Si Premium Lapis Legit
Lapis legit selalu menempati kasta tertinggi dalam dunia kue di Solo. Terinspirasi dari Spekkoek Belanda, versi Nusantara ini telah berevolusi menjadi lebih lembut dengan lapisan yang sangat halus. Aroma rempahnya yang kuat menjadikan kue ini sebagai hantaran premium bagi warga Solo.
Baca juga: Berburu Rasa di Kota Bengawan: 3 Rekomendasi Hotel Mewah di Solo untuk Bukber Ramadan 2026
6. Selat Solo: Simbol Akulturasi Sempurna
Inilah contoh paling ikonik dari perjumpaan budaya Belanda dan Jawa di Solo. Holland Biefstuk bertransformasi menjadi Selat Solo atau sering juga disebut Bestik Jawa. Hidangan ini menyajikan daging dengan kuah encer yang manis, dilengkapi sayuran rebus, telur, mustard, dan keripik kentang. Kini, Selat Solo telah resmi menjadi identitas kuliner kebanggaan Kota Bengawan.
7. Kaastengels yang Gurih di Lidah
Kue kering keju ini tetap bertahan sebagai camilan favorit. Bedanya, kastengel versi lokal seringkali memiliki sentuhan rasa manis-gurih yang khas. Kehadirannya hampir wajib di meja ruang tamu rumah-rumah warga Solo saat perayaan Lebaran tiba.
8. Nastar: Si Cantik Berisi Selai Nanas
Walaupun kini dianggap sebagai kue kering nasional, nastar terinspirasi dari tradisi pastry Belanda. Di Solo, nastar bukan sekadar camilan, melainkan oleh-oleh wajib yang kini diproduksi dengan berbagai inovasi rasa, mulai dari keju hingga aroma pandan yang menenangkan.
9. Pancake: Gaya Klasik yang Tetap Modern
Pancake yang kini menjamur di kafe-kafe estetik di Solo sebenarnya memiliki akar dari kudapan klasik Belanda. Mengikuti perkembangan zaman, pancake di Solo kini tampil lebih kekinian dengan tambahan topping buah tropis segar, es krim, hingga siraman madu lokal yang manis.
(TribunTrends.com/Diolah dari artikel di TribunSolo.com)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Sumber: TribunTrends.com
| Pesan Jokowi untuk Mayor Windra yang Tiba-tiba Pamit Usai 8 Tahun Setia Mengawal: Cari Ilmu di Luar |
|
|---|
| 8 Tahun Jadi Paspampres Jokowi, Mayor Windra Tiba-tiba Berpamitan, Terungkap Jabatan Barunya |
|
|---|
| Langkah Fadli Zon yang Bikin Raja Solo PB XIV Purboyo Marah, Sang Menteri Kebudayaan Digugat ke PTUN |
|
|---|
| Dari Sekolah ke Pengungsian: Ribuan Paket MBG Grogol Dialihkan untuk Korban Banjir Sukoharjo |
|
|---|
| Ketinggian Air 1 Meter, Warga Gentan Sukoharjo Bertahan di Pengungsian, Banjir Terparah Sejak 1997 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/perkedel.jpg)