Breaking News:

Kabupaten Klaten

Bupati Hamenang: Bersih Sendang Sinongko Jadi Identitas dan Warisan Budaya Klaten

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri acara puncak Bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Jumat (19/9/2025).

Dokumentasi Prokopim Setda Kabupaten Klaten
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat hadiri tasyakuran bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Jumat (19/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan pentingnya menjaga tradisi leluhur sebagai identitas masyarakat, saat menghadiri acara puncak Bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Jumat (19/9/2025).

Acara tasyakuran ini diikuti ribuan warga, kelompok rukun kampung, kelompok pemerintahan, kawula alit, hingga kelompok Tegal Duwur. 

Puncak perayaan ditandai dengan penyembelihan 50 ekor kambing yang kemudian dimasak menjadi gulai untuk disantap bersama.

Selain gulai kambing, sekira 70 tenong berisi nasi tumpeng, ingkung ayam, sambal goreng, lauk-pauk, mi, buah, hingga kembang melengkapi hidangan tasyakuran.

Baca juga: Bupati Hamenang: Lansia Sehat dan Bahagia Jadi Kekuatan Klaten

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat hadiri tasyakuran bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Jumat (19/9/2025).
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat hadiri tasyakuran bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Jumat (19/9/2025). (Dokumentasi Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Dalam sambutannya, Bupati Hamenang memberikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat yang tetap menjaga warisan budaya. 

“Tradisi ini adalah identitas kita, kekayaan kita, yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi bersih sendang sarat makna, mulai dari rasa syukur, gotong royong, hingga pelestarian lingkungan. 

Ia menyebut sedekah bumi merupakan simbol kebersamaan dan wujud rasa terima kasih kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah.

Tradisi Bersih Sendang Sinongko juga dianggap sebagai cerminan kerukunan dan semangat guyub masyarakat Desa Pokak yang diwariskan turun-temurun.

“Dengan melestarikan budaya, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan dan kesatuan di antara kita,” lanjutnya.

Tradisi Bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Jumat (19/9/2025).
Tradisi Bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Jumat (19/9/2025). (Dokumentasi Prokopim Setda Kabupaten Klaten)

Tak hanya budaya, Bupati Hamenang juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ketersediaan sumber air di Desa Pokak yang sangat vital untuk pertanian.

“Melihat kebutuhan air di Desa Pokak sangatlah vital bagi pengairan di persawahan bagi para petani yang berimplikasi pada ketahanan pangan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Kepala Desa Pokak Soetjiati, menuturkan bahwa rangkaian Bersih Sendang telah berlangsung sejak Rabu (17/9) dengan kegiatan kirab budaya. Puncak acara diisi tasyakuran dan ditutup dengan makan bersama.

Tradisi yang digelar rutin setiap tahun ini, kata Soetjiati, menjadi wujud syukur masyarakat atas rezeki yang diterima, sekaligus pengikat kebersamaan warga.

Dengan suasana penuh kerukunan dan semangat kebersamaan, Bersih Sendang Sinongko kembali menjadi bukti bahwa budaya dan kearifan lokal masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Klaten di tengah arus modernisasi. (*)

Tags:
Bupati HamenangKabupaten KlatenSendang Sinongko
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved