Berita Bali
Tukad Badung, Sungai Ala Korea di Denpasar Bali, River Walk Cantik di Dekat Pasar Buat Bersantai
Sungai ala Korea di Denpasar Bali, Tukad Badung menawarkan pesona river walk di dekat pasar buat bersantai
Penulis: Talitha Desena Darenti
Editor: Talitha Daren
Ringkasan Berita:
- Tukad Badung, sungai ala Korea di Denpasar Bali, berupa river walk cantik.
- Tukad Badung bertransformasi menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi, terutama oleh anak muda yang datang pada sore hari untuk bersantai dan beraktivitas.
- Penataan kawasan river walk ini merupakan bagian dari program penataan pasar tradisional dan kawasan kota.
TRIBUNTRENDS.COM - Tukad Badung yang dahulu dikenal kumuh dan berbau itu kini menjadi kawasan river walk yang kerap dijuluki warga sebagai 'Taman Korea'.
Berbagai fasilitas seperti kursi taman berwarna cerah, mural budaya Bali, hingga tanaman hijau yang menjuntai menambah kesan indah dan sejuk.
Kehadiran air mancur di beberapa titik juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan pengunjung keluarga.
Tidak hanya indah, kawasan ini juga menghadirkan suasana santai yang membuatnya cocok sebagai tempat berkumpul warga ala Korea.
Baca juga: Kota Tua di Bali, Jalan Gajah Mada Denpasar Bernuansa Eropa, Pusat Perdagangan Sejak Masa Kerajaan
Dari Jalur Sejarah Menjadi Ruang Publik Modern
Tukad Badung pernah menjadi jalur perlintasan pasukan ekspedisi Belanda menuju Pemecutan dalam peristiwa Perang Puputan Badung pada September 1906.
Kini, kawasan tersebut bertransformasi menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi, terutama oleh anak muda yang datang pada sore hari untuk bersantai dan beraktivitas.
Di bawah jembatan yang menghubungkan Pasar Kumbasari dan Pasar Badung, terdapat tiga jembatan besar dan kecil yang kini juga dimanfaatkan sebagai area berdagang.
Aktivitas jual beli berlangsung mulai sore hingga pagi hari, menambah suasana hidup kawasan tersebut.
Baca juga: Pembabatan Mangrove di KEK Kura Kura Bali Buat Pansus TRAP Marah, Kini Disegel, Sudah Ga Bener ini
Penataan Sungai Jadi Daya Tarik Wisata Baru
Penataan kawasan river walk ini merupakan bagian dari program penataan pasar tradisional dan kawasan kota.
Sepanjang sekitar 120 meter, bantaran sungai telah dipercantik, mulai dari bawah Jembatan Jalan Gajah Mada hingga ke arah selatan menuju Jembatan Jalan Hasanudin.
Sisi kanan dan kiri sungai dilapisi paving yang dikombinasikan dengan batu sikat, menciptakan jalur pedestrian yang nyaman untuk pengunjung.
Dinding bantaran Tukad Badung kini dihiasi berbagai elemen visual bertema budaya Bali, seperti penari tradisional, upacara adat, hingga kegiatan keagamaan.
Terdapat pula tulisan “Denpasar, Kotaku Rumahku” yang memperkuat identitas kota.
Kursi taman berwarna cerah ditempatkan di sepanjang jalur, menambah kenyamanan bagi pengunjung yang ingin bersantai.
Tanaman hijau yang menjuntai dari dinding juga membantu mengurangi panas matahari di siang hari.
Baca juga: Bali Darurat Sampah, Walikota Denpasar Buat Tim Respons Cepat & Larang Warga Bakar Sampah Sendiri
Air Mancur dan Ikan Nila Tambah Daya Tarik
Di beberapa titik, bantaran sungai dilengkapi instalasi air mancur yang kerap menjadi daya tarik anak-anak untuk bermain air.
Selain itu, lebih dari 10.000 benih ikan nila telah ditebar di Tukad Badung.
Harapannya, ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak dan menjadikan sungai ini sebagai lokasi wisata memancing di masa depan.
Konsep river walk ini tidak hanya ditujukan sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi agar masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai.
Dari kawasan yang dulunya kumuh, Tukad Badung kini berubah menjadi ruang publik yang lebih bersih, estetis, dan ramah pengunjung.
(TribunTrends.com/Talitha)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/TUKAD-BADUNG-Sungai-ala-Korea-di-Denpasar-Bali-Tukad-Badung.jpg)