Kunci Jawaban

Apakah yang Dimaksud dengan Iman Kepada Kitab Allah Secara Ijmali? Kunci Jawaban PAI Kelas 8 Hal 54

Editor: Amir M
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PAI KELAS 8 - Ini kunci jawaban PAI kelas 8 halaman 54 Kurikulum Merdeka.

TRIBUNTRENDS.COM – 'Apakah yang dimaksud dengan iman kepada kitab Allah secara ijmali?'

Soal di atas muncul dalam buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 8 Kurikulum Merdeka halaman 54.

Berikut ini kunci jawaban PAI kelas 8 halaman 54 Kurikulum Merdeka selengkapnya.

Soal

1. Jelaskan pengertian iman kepada kitab Allah!

2. Apakah yang dimaksud dengan iman kepada kitab Allah secara ijmali?

3. Perhatikan narasi berikut! Al-Qur’an bukan satu-satunya kitab yang diturunkan Allah Swt kepada umat manusia.

Sebelumnya ada Taurat, Zabur, dan Injil. Tapi sebagai seorang mukmin, umat Islam diwajibkan meyakini kebenaran al-Qur’an dan kitab-kita sebelumnya. Jelaskan bagaimana cara meyakininya?

4. Perhatikan ilustrasi berikut!

Ani siswi kelas VIII SMP di daerahnya. Ia belum bisa membaca al-Qur’an dengan lancar. Kepada teman-temannya Ani mengatakan bahwa yang penting adalah amal perbuatan dan akhlak mulia.

Meskipun membaca al-Qur’an tidak lancar, tapi setiap hari berbuat kebajikan, bagi Ani itu sudah cukup. Bagaimana pendapatmu terhadap pandangan Ani?

5. Perhatikan narasi berikut!

Umat Islam meyakini bahwa al-Qur’an terjaga kemurniannya sejak masa Nabi Muhammad saw sampai sekarang.

Namun tidak hanya umat Islam yang meyakini kemurnian kitab sucinya. Umat agama lain juga memiliki keyakinan yang sama. Bagaimana caranya agar keyakinan yang berbeda tersebut dapat berjalan bersama secara harmonis?

Jawaban

1. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT artinya percaya dan meyakini bahwa Allah SWT mempunyai kitab yang telah diturunkan kepada para rasul-Nya agar menjadi pedoman hidup bagi umatnya.

Beriman kepada kitab Allah swt merupakan rukun iman yang ketiga. Mengimani kitab Allah SWT berarti kita harus mempercayai dan mengamalkan segala sesuatu yang terkandung di dalam kitab tersebut.

2. Iman secara ijmali artinya meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya tanpa harus mengetahui nama kitab dan rasul penerimanya.

3.  Iman kepada kitab terdahulu bukan berarti meyakini semua isi kandungan yang terdapat di dalamnya. Akan tetapi yang dimaksud dengan beriman kepada kitab terdahulu adalah hanya meyakini isi kandungan yang sesuai dengan al-Qur’an saja. Meskipun demikian kandungan yang tidak sesuai dengan al-Qur’an tidak berarti salah. Kandungan itu tetap benar, tapi hanya berlaku pada zamannya saja dan sudah dihapus dengan diturunkannya al-Qur’an.

4. Dengan amal perbuatan dan akhlak yang mulia, sebagai seorang muslim hal tersebut tentu sangat baik. Namun alangkah lebih baiknya lagi jika kita membaca kitab suci al-Qur’an meskipun itu tidak terlalu lancar membacanya karena al-Qur’an lah yang menjadi pedoman hidup umat Islam.

5. Meskipun berbeda keyakinan, semua umat di bumi ini harus berjalan secara harmonis.

Dengan cara kita menyakini tanpa menghakimi perbedaan yang terdapat pada ajaran-ajaran syariat sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Jika hal tersebut dapat dilakukan, maka kita walaupun berbeda keyakinan dapat hidup berdampingan dengan harmonis.

*Disclaimer

Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Sejumlah soal berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

(Tribunnews.com/Linda)