Breaking News:

Kabupaten Klaten

Apem Jatinom Jadi Incaran di Tradisi Yaa Qawiyyu

Tradisi sebar apem Yaa Qawiyyu Kiai Ageng Gribik  di Jatinom, Klaten, tak hanya menjadi momen budaya

Editor: Galuh Palupi
Tribun Solo
TRADISI YAA QAWIYYU - Isma (27), pedagang apem yang berjualan di gang sempit dekat Makam Kiai Ageng Gribik 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Tradisi sebar apem Yaa Qawiyyu Kiai Ageng Gribik  di Jatinom, Klaten, tak hanya menjadi momen budaya yang ditunggu, tetapi juga ladang rezeki bagi para pedagang. 

Ribuan pengunjung memburu apem khas setempat yang terkenal lembut dan manis, pada Jumat (8/8/2025)

Isma (27), pedagang apem yang berjualan di gang sempit dekat Makam Kiai Ageng Gribik, merasakan langsung tingginya permintaan. 

“Kalau bulan Sapar saya jualan mendekati sebaran apem Yaa Qawiyyu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, di luar bulan Sapar ia hanya berjualan seminggu sekali. 

“Biasanya di hari Minggu, karena banyak yang berziarah,” lanjutnya.

Baca juga: Bupati Klaten Ambil Bagian Tradisi Yaa Qawiyyu, Puluhan Ribuan Apem Disebar ke Warga

Saat momen Yaa Qawiyyu, penjualannya melonjak.

“Alhamdulillah meningkat, dan meningkat setiap tahunnya,” kata Isma.

TRADISI YAA QAWIYYU - Isma (27), pedagang apem yang berjualan di gang sempit dekat Makam Kiai Ageng Gribik
TRADISI YAA QAWIYYU - Isma (27), pedagang apem yang berjualan di gang sempit dekat Makam Kiai Ageng Gribik (Tribun Solo)

Peningkatan itu sangat ia rasakan menjelang tradisi Yaa Qawiyyu berlangsung. 

“Kemarin habis adonan 5 kilogram, sekarang 10 kilogram. Kalau hari biasa atau hari Minggu biasanya habis 5 kilo atau 6 kilo,” jelasnya.

Meski permintaan tinggi, harga tetap normal. 

“Harganya sama dengan hari biasa. Rp 2 ribu per picis, kalau beli Rp 10 ribu isinya dapat 6,” ungkapnya.

Isma mengatakan, yang membuat apem Jatinom istimewa adalah bahan dasarnya. 

“Kalau apemnya di sini itu biasanya bahannya dari tepung beras. Sedangkan kalau di luar daerah Jatinom atau di jalan-jalan itu biasanya ada campuran tepung terigu,” paparnya.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Tags:
Yaa QawiyyuKlatenIsma
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved