Kabar Wilayah

Klaten Teratas, Ini 7 Kota di Jawa Tengah Paling Layak Huni, Nomor 5 Dijuluki New Zealand van Java

Penulis: Sinta Manila
Editor: Sinta Manila
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kota Kabupaten Paling Layak Huni di Jawa Tengah - Klaten, Wonogiri menduduki teratas, ini 7 kota di Jawa Tengah paling layak huni, nomor 5 dijuluki New Zealand van Java. Apakah tempat kalian termasuk?(Ilustrasi)

TRIBUNTRENDS.COM - Klaten, Wonogiri menduduki teratas, ini 7 kota di Jawa Tengah paling layak huni, nomor 5 dijuluki New Zealand van Java. Apakah tempat kalian termasuk?

Dari 29 kabupaten dan 6 kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah, hanya ada 7 wilayah yang mendapatkan predikat paling layak huni.

Kenapa kota dan kabupaten ini dinobatkan sebagai paling layak huni se-Jateng?

Baca juga: 10 Kota Paling Aman untuk Tempat Tinggal, Maaf Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Tak Termasuk Aman

Hal ini merujuk pada beberapa alasan mendasar kenapa kota atau kabupaten tersebut dikategorikan paling layak huni.

Menilik informasi dari beberapa sumber, sebuah kota dikatakan sebagai kota layak huni dengan alasan berikut ini.

Apabila kota tersebut menggambarkan lingkungan serta keadaan yang nyaman sebagai tempat tinggal dan tempat beraktivitas.

Inilah 5 wilayah yang UMK terendah di Indonesia. (Freepik)

Konsep kota yang nyaman untuk dijadikan tempat tinggal ini disebut dapat dilihat dari beberapa-beberapa aspek fisik.

Mulai dari fasilitas perkotaan, transportasi, tata ruang, sarana prasarana, dan lain-
lain.

Bahkan aspek non fisik mulai dari hubungan sosial, aktivitas ekonomi, budaya, lingkungan dan lain-lain.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kabupaten/kota paling layak huni ini diberikan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah.

Inilah daftar kota tersebut.

1. Kota Surakarta

Daerah yang sering disebut Solo itu menduduki posisi pertama.

Akhir tahun 2024, jumlah penduduk Surakarta sebanyak 589.242 jiwa.

Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Kota Malang, Jawa Timur dan Kota Bandung.

Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan pewaris Kerajaan Mataram Islam yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755.

2. Kabupaten Wonogiri

Secara geografis Wonogiri berlokasi di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah.

Kepadatan penduduk kabupatèn Wonogiri mencapai 523/km persegi dan menjadi wilayah tersepi kedua di provinsi Jawa Tengah.

3. Kabupaten Klaten

Luas wilayah Kabupaten Klaten mencapai 655,56 km persegi.

Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.

Di sebelah selatan berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

CFD KLATEN - Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, lokasi baru CFD pekan depan, Minggu (8/6/2025). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

4. Kota Semarang

Kota ini adalah kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Kota Semarang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.708.830 jiwa, per 11 Juli 2024.

5. Kabupaten Boyolali

Boyolali dikenal sebagai "Kota Susu" dan "New Zealand van Java".

Julukan "Kota Susu" diberikan karena Boyolali merupakan salah satu sentra penghasil susu sapi segar terbesar di Jawa Tengah.

Julukan "New Zealand van Java" menggambarkan lanskap hijau dan luas Boyolali yang mirip dengan New Zealand.

6. Kabupaten Jepara

Jepara memiliki 1.275.182 jiwa penduduk.

Secara topografi, Kabupaten Jepara dapat dibagi dalam empat wilayah yaitu wilayah pantai di bagian pesisir Barat dan Utara.

Wilayah dataran rendah di bagian tengah dan Selatan.

Wilayah pegunungan di bagian Timur yang merupakan lereng Barat dari Gunung Muria.

Wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa.

7. Kota Magelang

Kota Magelang merupakan enklave dari Kabupaten Magelang, yang terletak pada jalan raya antara Kota Semarang–Kota Yogyakarta.

Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk kota Magelang sebanyak 128.591 jiwa, dengan kepadatan penduduk 8.000 jiwa/km persgi.

(TribunTrends.com/MNL)