TRIBUNTRENDS.COM - Ruben Onsu ungkap kisah di balik keputusannya memeluk agama Islam.
Keputusan besar ini diambil setelah melalui proses batin yang panjang dan penuh gejolak.
Dalam kisah yang dibagikannya, Ruben mengungkap sisi emosional dari perjalanannya menjadi mualaf.
Salah satu momen paling menyentuh adalah keinginannya untuk meminta restu dari kedua orangtuanya—meskipun keduanya telah lebih dulu berpulang.
Menyadari bahwa ia tak lagi bisa berbicara langsung kepada mereka, Ruben berziarah ke makam sekaligus meminta izin atas langkah yang akan diambilnya.
Baca juga: Perjalanan Spiritual Ruben Onsu Kini Resmi Mualaf, Dibimbing Habib Usman bin Yahya, Limbad Bersyukur
“Saya, ibu bapak sudah nggak ada kan, jadi saya memimpikan itu ya (kehadiran orangtua)," kata Ruben Onsu di kawasan Lebak Bulus Jakarta Selatan, belum lama ini.
"Mungkin bagaimanapun, orangtua kita walaupun nggak ada, beliau pasti hadir,” ujar Ruben.
Oleh karenanya, ziarah ke makam orangtua sebelum resmi mualaf kala itu, jadi momen yang penting bagi Ruben Onsu.
“Saya ingin melewati proses ini juga lewat izin orangtua.
Saya seneng banget, dan ya semua berjalan mulus,” lanjutnya.
Ruben Onsu mengungkap bahwa perjalanannya menjadi mualaf bukanlah hal yang instan.
Proses meyakinkan diri untuk menjadi mualaf dilaluinya dengan pergulatan batin yang tidak mudah.
Bahkan di detik-detik terakhir sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat, Ruben Onsu masih butuh diyakinkan.
Saat itulah, peran Habib Usman Bin Yahya menjadi sangat penting—beliaulah yang akhirnya meyakinkan Ruben hingga mantap mengambil langkah besar dalam hidupnya itu.
“Malah detik-detik ketika saya mau masuk muslim itu detik-detik ada yang harus saya pertanyakan terus dan oleh Habib dijawab dengan jelas," ungkapnya.
"Terus yang saya pertanyakan cuma satu, ‘Bib, bagaimana salat?’, dan Habib menjawab dengan tenang. Itu yang bikin saya 'Oh iya ya' gitu,” tutur Ruben.
(Tribuntrends/ Tribunnews.com /Disempurnakan dengan bantuan AI)