Khazanah Islam

Hukum Memakai Gelar Haji dan Hajjah untuk Orang Pulang Naik Haji, Ulama Buya Yahya Beri Penjelasan

Penulis: Sinta Manila
Editor: Sinta Manila
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gelar Haji antara Ibadah atau Status Sosial, Begini Tanggapan Ulama Buya Yahya.

TRIBUNTRENDS.COM - Apakah orang yang sudah naik haji harus di panggil pak haji atau bu hajjah?

Apa hukum menggunakan nama haji dan hajjah untuk orang yang sudah pernah melakukan ibadah haji di tanah suci?

Ulama memberikan pendapat tentang fenomena penambahan nama haji untuk orang yang sudah melakukan ibadah haji.

Baca juga: Bolehkah Pamer Gelar Haji? Begini Hukum Penyematan Gelar Haji dan Hajjah, Cek Penjelasan Buya Yahya

Pada akhir Juni 2024 ini para jemaah haji sudah mulai pulang ke Indonesia selepas melaksanakan ibadah di tanah suci.

Ada beberapa hal yang disyariatkan dalam agama jika ada orang yang naik haji pulang ke rumah.

Biasanya mereka akan didatangi keluarga atau tetangga dekat untuk dimintai mendoakan.

Mendatangi orang yang telah pulang haji merupakan perintah dari nabi Muhammad SAW.

Sehingga dapat simpulkan bahwa mengunjungi orang setelah haji memiliki banyak riwayat nabi, sehingga itu boleh-boleh saja.

Lalu apakah orang yang sudah naik haji wajib dipanggil haji oleh orang lain?

Potret Wanita Keluarga Raffi Ahmad saat Ibadah Haji (instagram @nissyaa)

Melansir dari YouTube Al Bahjah TV, ulama Buya Yahya memberikan penjelasan tentang penyematan gelar haji ini.

"Bukan dilarang orang menggunakan nama Haji atau hajjah, bukan dilarang.

Cuma di balik nama ini bisa saja bermasalah." tegas Buya Yahya.

Hal ini berkaitan dengan kisah zaman dulu bahwasannya untuk naik haji ibadahnya sangatlah mahal sekali.

"Kalau zaman sekarang haji itu tergolong murah dibanding haji zaman dulu.

Kalau haji zaman dulu bisa dipakai 10 orang zaman sekarang." jelas Buya Yahya.

Oleh sebab itu, untuk mengurangi pahala yang sangat mahal itu, setan akan memutarnya dengan menyematkan di nama.

"Karena mahal setannya pinter, mahal jangan sampai masuk surga.

Sehingga kalau orang naik haji zaman dulu dibilang kaya.

Maka dari itu kata setan, kalau begitu pahalanya biar ilang tempelin saja namanya.

Kemana-mana haji, sehingga kalau punya undangan kalau tidak ditulis H nya ngedumel.

Itu ada hubungannya dengan niat, kalau ada orang dipanggil haji bukan sesuatu yang salah." jelas Buya Yahya.

Baca juga: Kisah Wanita Ditegur Langsung Allah Gegara Marah ke Suami saat Haji, Ucapan Dalam Hati Terwujud

Hal ini seperti halnya orang yang belum haji dilarang pakai kopiah putih.

Padahal kopyah putih adalah sunah Nabi, semua orang boleh menggunakan baju seperti Nabi Muhammad SAW.

Bukan hanya untuk orang yang sudah naik haji saja.

(TribunTrends.com/MNL)