Kabupaten Klaten
Disdik Minta Sekolah di Klaten Perkuat Karakter Siswa, Cegah Terlibat Aksi Demonstrasi
Sekolah diminta lebih serius membangun karakter siswa, termasuk membiasakan sikap demokratis yang sehat.
Editor: Delta Lidina
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Dunia pendidikan di Kabupaten Klaten mulai jenjang SD hingga SKB mendapat penegasan baru dari Dinas Pendidikan setempat.
Sekolah diminta lebih serius membangun karakter siswa, termasuk membiasakan sikap demokratis yang sehat.
Instruksi itu tertuang dalam surat edaran Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih, tertanggal 30 Agustus 2025.
Surat ini juga menyinggung larangan bagi siswa untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi yang berpotensi mengganggu pembelajaran.
“Setiap Satuan Pendidikan wajib merencanakan dan melaksanakan layanan pembelajaran sesuai dengan beban kurikulum yang diterapkan, dan mengembangkan penguatan pendidikan karakter,” tulis Titin.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya soal kejujuran atau tanggung jawab, tetapi juga kemampuan menyampaikan pendapat dengan cara yang baik dan sesuai aturan.
“Menyikapi adanya berbagai pemberitaan yang terkait dengan penyampaian aspirasi/pendapat masyarakat, diminta Kepala Satuan Pendidikan untuk memberikan penguatan materi pembelajaran demokrasi dan tata cara penyampaian pendapat,” tulisnya lagi.
Baca juga: Pagelaran Wayang Jadi Momentum Bupati Hamenang Ajak Warga Jaga Klaten Tetap Kondusif
Untuk memperkuat pengawasan, Disdik Klaten memberikan beberapa langkah kepada sekolah.
Yakni, memberikan penguatan materi pembelajaran demokrasi dan tata cara penyampaian pendapat/aspirasi yang sesuai dengan usia dan perkembangan psikologi murid.
Meningkatkan kerja sama dengan orang tua/wali murid dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama memberikan pendampingan kepada putra/putrinya agar berfokus pada kegiatan yang menfukung suasana kondusif yang mengarah pada pencapaian prestasi pendidikan.
Selanjutnya, melakukan mitigasi potensi keikutsertaan murid dalam sebuah kegiatan unjuk rasa/demonstrasi penyampaian pendapat terkait dengan isu-isu terkini dan selanjutnya berkoordinasi serta meningkatkan sinergi dengan pihak-pihak terkait
“Melakukan tindakan terhadap hal-hal yang memerlukan penanganan dan tindak lanjut secara cepat atas adanya potensi dan/atau bergabungnya Murid dalam kegiatan unjuk rasa/demonstrasi. Kiranya segera dilaporkan secara berjenjang,” tegasnya.
Titin berharap langkah ini bisa menjadi ikhtiar bersama agar sekolah tetap menjadi ruang belajar yang aman.
Selain menjaga siswa dari hal negatif, penguatan karakter diharapkan menumbuhkan generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan. (*)
Sumber: Tribun Solo
| Tak Cuma Nobar! Pendopo Klaten Jadi Forum Strategi Imunisasi, PKK hingga Tokoh Agama Turun Tangan |
|
|---|
| Sayembara Logo HUT ke-222 Klaten Dibuka Hadiah Puluhan Juta! Bupati Hamenang Ajak Warga Ambil Bagian |
|
|---|
| Masjid Agung Al Aqsha Klaten Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi, Ini Strateginya |
|
|---|
| Dilantik Bupati Hamenang, Takmir Masjid Agung Al Aqsha Diminta Tak Berhenti di SK |
|
|---|
| Tak Sekadar Tempat Ibadah, Bupati Hamenang Ingin Masjid Agung Al Aqsha Jadi Wajah Klaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Kepala-Disdik-Klaten-Titin-Windiyarsih.jpg)