Program Makan Bergizi Gratis di Lebong Dihentikan Sementara Usai 456 Siswa Keracunan
Makan Bergizi Gratis kembali membawa petaka, kini 456 siswa di Lebong, Bengkulu keracunan, Gubernur Helmi Hasan sementara hentikan MBG.
Editor: Sinta Darmastri
TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Kabupaten Lebong.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, setelah insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar.
"MBG di Lebong sementara dihentikan. Kami proses pemulihan siswa, serta menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang," ujar Helmi Hasan, Sabtu (30/8/2025), saat menghadiri peringatan ulang tahun Partai Amanat Nasional (PAN) di Bengkulu.
Menurut Helmi, penghentian program ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan para siswa berjalan optimal, sekaligus memberi ruang bagi aparat berwenang untuk menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur operasional standar dalam pelaksanaan program serupa.
"Ke depan pengelola MBG harus taat pada standar yang ditetapkan," tegasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya sebanyak 456 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG. Insiden ini memicu kekhawatiran luas dari masyarakat dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program bantuan pangan tersebut di daerah.
Dalam kesempatan itu, Helmi juga menekankan seluruh kader PAN untuk peka terhadap persoalan rakyat.
"Semua kader PAN harus door to door mengadvokasi persoalan rakyat, bantu rakyat," sebutnya.
Peringatan ulang tahun PAN di Bengkulu diisi kegiatan donor darah, pembagian 400 paket sembako, dan santunan untuk ratusan anak yatim.
Sebelumnya, sebanyak 456 siswa di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (27/8/2025).
Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, dalam kunjungannya ke Kabupaten Lebong, menyambangi siswa dan keluarga korban. Ia menekankan fokus utama saat ini adalah pemulihan anak-anak yang mengalami keracunan.
"Yang utama saat ini kami tangani pasien-pasien anak-anak, Alhamdulillah 50 persen pasien sudah kembali," ujar Kapolda dalam video rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (28/7/2025).
Ia menambahkan, setelah penanganan pasien, Polda beserta jajaran termasuk Polres Lebong akan melakukan investigasi mulai dari dapur hingga penyaluran.
"Sambil berjalan investigasi dilakukan mulai dari dapur hingga penyaluran. Sejauh ini kami belum bisa memberikan banyak informasi karena hasil sampel BPOM belum keluar," katanya.
Kapolda menegaskan sejauh ini Polres Lebong telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait.
"Nanti kalau sudah selesai akan kami sampaikan," ujarnya.
Diolah dari artikel KOMPAS.com
Sumber: Kompas.com
Bella Shofie Rigan Mundur dari DPRD Kabupaten Buru, Maluku, Ternyata Sudah Sejak 2 Minggu Lalu |
![]() |
---|
Kondisi Rumah Uya Kuya di Jaktim Usai Digeruduk dan Dijarah Massa, Garis Polisi Membentang |
![]() |
---|
Dari Sopir Jadi Politikus Tajir: Kisah Ahmad Sahroni yang Baru Saja Dinonaktifkan dari DPR RI |
![]() |
---|
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan dari DPR RI, Mulai Kapan? |
![]() |
---|
Sabang, Subulussalam Hingga Gayo Lues Jadi Daerah Paling Sedikit Dapat Kucuran Dana Bansos di Aceh |
![]() |
---|