Demo Buruh
Pemakaman Affan Kurniawan, Anies Baswedan Ikut Salat Jenazah, Ibunda Menangis: Anak Saya Gak Ada!
Anies Baswedan datang melayat Affan Kurniawan dan ikut salat jenazah, ibunda Affan pun menangis di hadapannya.
Editor: Amir M
TRIBUNTRENDS.COM - Jenazah Affan Kurniawan, sopir ojek online (ojol) yang tewas ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo di DPR, dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebelum salat Jumat (29/8/2025).
Anies Baswedan datang melayat dan ikut salat jenazah, ibunda Affan pun menangis di hadapannya.
Berikut ini momen jelang pemakaman Affan Kurniawan selengkapnya.
Tangisan ibunda Affan Kurniawan, Erlina tak tertahankan kala Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayat ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) pagi.
Mengenakan kemeja berwarna biru gelap dan peci hitam, Anies datang ke rumah duka menemui keluarga Affan.
Terlihat jenazah Affan sudah terbujur kaku dan diselimuti kain jarik.
Dalam video yang beredar, kedatangan Anies itu langsung disambut oleh jeritan sang ibunda.
"Pak anak saya gak ada Pak, anak saya udah nggak ada ini," jerit Erlina sambil menanggis kepada Anies Baswedan.
Dalam akun instagram pribadinya, Anies turut menyuarakan keadilan atas kasus yang menewaskan Affan.
Ia pun mendesak agar Polri bisa melakukan proses hukum secara tegas dan transparan.
"Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka.
Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat,"
"Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas.
Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen," tulis Anies dikutip TribunJakarta.com, Jumat (29/8/2025).
Menurut Anies, aksi penyampaian aspirasi kedepan harus bisa dilakukan tanpa rasa takut.
Namun hal ini harus dibarengi dengan sikap wakil rakyat yang bisa menampung segala aspirasi tersebut.
Ia pun menyoroti sikap anggota dewan yang seolah-olah terkesan semena-mena.
"Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut.
Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
"Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik,"
"Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin.
Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi.
Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita," tulisnya.
Jenazah Affan sudah disalatkan.
Dikutip dari Wartakotalive.com melaporkan, Anies Baswedan juga ikut salat jenazah Affan Kurniawan.
Anies berada di barisan makmum ikut menyalatkan jenazah Affan Kurniawan.
Salat jenazah Affan dilakukan di Masjid Jami Al-Falaah yang tidak jauh dari rumah kontrakannya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Sebelum salat, Anies Baswedan mendoakan almarhum Affan.
"Kita yang hadir di sini merasakan beratnya orang tua, keluarga, bahwa anak yang menjadi salah satu tiang penopang kebahagiaan keluarga, wafat mendahului tanpa pernah diduga sebelumnya," kata Anies.
"Affan ini anak yang bertanggung-jawab, yang memilih ikut menanggung beban keluarga yang tidak ringan, insyaAllah itu semua akan dicatat sebagai amal saleh," lanjutnya.
Jenazah Affan Kurniawan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebelum salat Jumat.

Sosok Affan Kurniawan
Berdasarkan informasi dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang beredar, Affan Kurniawan lahir di Tanjung Karang pada 18 Juli 2004.
Ia kini diketahui berusia 21 tahun.
Meski masih muda, Affan Kurniawan sudah menjadi tulang punggung keluarga.
Hal itu disampaikan olej pemilk kontrakan yang dihuni Affan dan keluarganya, Muri.
"Dia tulang punggung keluarga, diandalkan ibunya banget," ungkap Muri, Jumat (29/8/2025).
Affan tinggal di kontrakan yang berlokasi di Jalan Tayu, Menteng, Jakarta Pusat bersama keluarganya.
Ia tinggal bersama tujuh orang dalam sebuah kontrakan berukuran 3x11 meter.
Tulang punggung keluarga yang masih muda ini memiliki seorang kakak laki-laki dan adik perempuan.
Ia juga memiliki dua orangtua yang bekerja serabutan.
"Orangtuanya serabutan, abangnya ojol juga, adiknya yang perempuan masih SMP," jelas Muri, dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/8/2025).
Untuk membantu perekonomian keluarganya, Affan turut menarik ojol sehari-hari.
Sebelumnya, ia juga bekerja sebagai satpam di kawasan Menteng.
Karena itu, Muri menilai penghuni kontrakannya itu sebagai sosok yang rajin.
"Dia sregep banget anaknya, pagi jam 05.30 udah keluar rumah.
Siang istirahat, sore keluar lagi," tutur dia.
Affan Kurniawan dilindas hingga meninggal dunia
Peristiwa Affan Kurniawan dilindas rantis Brimob bermula saat warga memprotes langkah polisi yang menembakkan gas air mata sampai ke kawasan perkampungan.
“Awalnya massa demonstran dan ibu-ibu warga dari Gang Administrasi 1 Penjernihan keluar ke jalan penjernihan protes Brimob ngejar demonstran sampai perkampungan pakai gas air mata," ujarnya dikutip dari Warta Kota, Jumat (29/8/2025).
Setelah itu, warga mendekati rantis Brimob yang berada di sekitar lokasi untuk melayangkan protes.
Salah satu rantis Brimob kemudian melaju ke arah kerumunan yang membuat massa berlarian untuk menghindari kendaraan.
Rantis Brimob kemudian menabrak dan melindas Affan Kurniawan yang masih berada di tengah jalan.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, korban tampak berusaha menghindari rantis Brimob yang melaju cukup kencang.
Namun, korban tidak mampu melarikan diri sampai akhirnya ditabrak dan dilindas rantis Brimob.
Massa yang mengetahui Affan Kurniawan terjepit di roda bagian depan langsung mendatangi rantis Brimob untuk menyelamatkan korban.
Namun, kendaraan tersebut tetap melaju sambil menyeret korban hingga beberapa meter.
Affan Kurniawan baru bisa diselamatkan beberapa saat kemudian lalu dilarikan ke rumah sakit menggunakan sepeda motor.
Saksi lain bernama Abdul (29, bukan nama sebenarnya) juga mengatakan, laju rantis Brimob terlihat tidak terkendali saat insiden terjadi.
"Dia benar-benar nyoba nabrakin para pendemo, kanan kiri ugal-ugalan.
Siapa saja di depannya dihajar," kata Abdul dikutip dari TribunJakarta, Jumat (29/8/2025).
Abdul menambahkan, korban sempat mengantarkan pesanan ke kawasan Bendungan Hilir.
Affan Kurniawan berhenti di sekitar Pejompongan karena kondisi jalan macet akibat kericuhan.
Korban lalu ditabrak dan dilindas rantis Brimob.
"Itu kejadiannya habis magrib, sudah bener-bener chaos, itu mobil saya lihatnya dari dekat halte, mengarah ke Pejompongan," ujar Abdul.
Setelah dilindas mobil Rantis Brimob Polri, Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Namun nyawa Affan Kurniawan tak tertolong.
Ia mengembuskan napas terakhirnya di sana.
Di media sosial, viral video yang merekam suasana duka di RSCM.
Mendapatkan kabar kepergian Affan Kurniawan, keluarga pemuda tersebut langsung mendatangi RSCM menembus hujan.
Sambil masih mengenakan jas hujan plastik, mereka menangis meraung-raung.
Bahkan ada seorang wanita yang terus meneriakkan nama Affan.
"Affan! Affan," ucapnya.
Wanita itu tak kuat lagi berdiri, sehingga harus ditopang oleh keluarganya yang lain.
Kabar kematian Affan Kurniawan dikonfirmasi Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional Andi Kristiyanto.
"Dipastikan meninggal di RSCM, itu dari driver Gojek, itu yang terlindas barakuda tadi," kata Andi.
Baca juga: Mengaku Bodoh dan Tolak Ajakan Debat Salsa Erwina, Ahmad Sahroni Ternyata Bergelar S3, Lulusan Mana?

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf kepada keluarga korban usai peristiwa rantis Brimob melindas ojol hingga tewas.
Eks Kapolres Solo tersebut mengaku, sudah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, terutama ayah almarhum.
Selain itu, Listyo juga menemui pengurus lingkungan setempat untuk mengurus semua keperluan untuk prosesi pemakaman.
“Sekali lagi, mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan kami mewakili keluarga besar institusi Polri memohon maaf yang sebesar-besarnya” ujar Listyo usai menemui keluarga korban di RSCM, Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (29/8/2025).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan pemakaman Affan, dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/8/2025).
"Kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga hal-hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum," terang Listyo.
Dia juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa Affan kepada keluarga korban dan publik.
"Saya sampaikan ucapan duka cita mendalam kepada Almarhum Affan dan juga tentunya, kepada seluruh keluarga," ucap Listyo.
"Kami menyampaikan bela sungkawa dan permintaan maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi," lanjut dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan Wartakotalive.com