Pendaftaran Kuliah 2025
Kuliah Gratis Lulus Bisa Jadi CPNS, Ini Cara Daftar Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan 2025
Berikut ini cara mendaftar sekolah kedinasain di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2025, lulus bisa jadi CPNS
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Nafis Abdulhakim
TRIBUNTRENDS.COM - Berikut ini cara mendaftar sekolah kedinasain di bawah naungan Kementerian Perhubungan 2025.
Mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya bisa menjadi CPNS.
Bagi kalian yang tertarik melanjutkan pendidikan tinggi, sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan berbagai pilihan menarik.
Baca juga: Daftar 10 Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat Tahun 2025, Lengkap dengan Info Pendaftaran & Jurusan
Salah satu keuntungan besar yang bisa diperoleh adalah kuliah gratis, terutama jika kalian diterima melalui jalur pola pembibitan.
Lebih dari itu, setelah menyelesaikan studi, kalian juga berkesempatan untuk langsung menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Lalu, bagaimana cara mendaftar sekolah kedinasan Kemenhub?
Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Sipencatar Kemenhub pada Minggu, 8 Juni 2025, berikut adalah panduan pendaftarannya.
Syarat daftar sekolah kedinasan Kemenhub
Berikut persyaratan yang harus dipenuhi lulusan SMA/SMK yang mau mendaftar sekolah kedinasan Kemenhub:
1. Warga Negara Indonesia;
2. Usia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada 1 September tahun 2024;
3. Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) Calon Taruna/Taruni Pola Pembibitan:
- Untuk lulusan tahun 2023 dan sebelumnya, memiliki nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah minimal 7,0 (skala penilaian 1-10)/70,00 (skala penilaian 10-100)/2,8 (skala penilaian 1-4), sedangkan untuk peserta formasi Pola Pembibitan Kemenhub khusus Orang Asli Papua (OAP) nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah minimal 6,5 (skala penilaian 1-10)/65,00 (skala penilaian 10-100)/2,6 (skala penilaian 1-4);
- Untuk lulusan tahun 2024, memiliki nilai rata-rata rapor untuk komponen pengetahuan pada 2 semester (semester genap kelas XI dan semester gasal kelas XII) 70,00 (skala penilaian 10-100), sedangkan untuk peserta formasi Pola Pembibitan Kemenhub khusus Orang Asli Papua (OAP) nilai rata-rata rapor untuk komponen Pengetahuan pada 2 semester (semester genap kelas XI dan semester gasal kelas XII) 65,00 (skala penilaian 10-100), dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang bersangkutan dinyatakan lulus dengan menunjukkan ijazah SMA Sederajat;
- Untuk lulusan tahun 2024 dengan kurikulum merdeka sesuai dengan Keputusan Mendikbudristek Nomor 371/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak memiliki nilai rata-rata rapor pada 2 semester (semester genap kelas XI dan semester gasal kelas XII) 70,00 (skala penilaian 10-100) untuk komponen pengetahuan kelompok peminatan MIPA (terdapat mata pelajaran Fisika dan Matematika peminatan) atau IPS (terdapat mata pelajaran Ekonomi
dan Sosiologi) atau Bahasa dan budaya (terdapat mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa asing lainnya), sedangkan untuk peserta formasi Pola Pembibitan Kemenhub khusus Orang Asli Papua (OAP) nilai rata-rata rapor untuk komponen Pengetahuan pada 2 semester (semester genap kelas XI serta semester gasal kelas XII) 65,00 (skala penilaian 10-100), dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang bersangkutan
dinyatakan lulus dengan menunjukkan ijazah SMA Sederajat; - Untuk lulusan tahun 2023 dan sebelumnya, jika nilai rata-rata ijazah menggunakan skala penilaian 1-10 atau skala penilaian 1-4 diwajibkan untuk merubah (konversi) nilai tersebut menjadi skala penilaian 10-100 dengan melampirkan surat keterangan dari sekolah asal yang ditandatangani Kepala Sekolah;
- Bagi lulusan luar negeri atau memiliki ijazah berbahasa asing wajib melampirkan surat penyetaraan/persamaan/konversi ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
4. Tinggi badan minimal pria 160 cm dan wanita 155 cm. Khusus untuk Program Studi D-III PKP/OBU/MBU/MTU, pria minimal 165 cm dan wanita minimal 160 cm;
5. Bagi pendaftar formasi Pola Pembibitan Kemenhub khusus Orang Asli Papua (OAP), melampirkan Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) yang dikeluarkan oleh Dewan Adat/Kepala Kampung/Lurah/Kepala Suku/Kepala Distrik di Provinsi Papua/Papua Barat/Papua
Tengah/Papua Selatan/Papua Pegunungan/Papua Barat Daya;
6. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS serta bebas narkoba;
7. Belum pernah menikah serta bersedia tidak menikah selama mengikuti proses seleksi calon Taruna/Taruni dan selama pendidikan pada Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan;
8. Calon Taruna tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat (dibuktikan dengan surat keterangan dari pemuka agama/adat);
9. Calon Taruni tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga dan tidak berlubang tindik di telinga lebih dari 1 (satu) pasang (telinga kiri dan kanan), kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat (dibuktikan dengan surat
keterangan dari pemuka agama/adat);
10. Ketajaman penglihatan normal dan tidak ada kelainan buta warna baik parsial maupun total;
11. Tidak sedang menjalani dan terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan;
12. Belum pernah diberhentikan dengan tidak hormat dan/atau mengundurkan diri sebagai Taruna/Taruni Pola Pembibitan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan;
13. Bersedia menaati segala peraturan pada pelaksanaan SIPENCATAR Pola Pembibitan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan;
14. Bersedia diberhentikan dengan tidak hormat jika melakukan tindakan kriminal antara lain mengonsumsi dan/atau memperjualbelikan narkoba, melakukan tindak kekerasan (perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, perundungan), dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual;
15. Khusus formasi Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan, bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan;
16. Dinyatakan gugur apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen;
17. Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sesuai perguruan tinggi yang dituju (besaran biaya dan ketentuan lebih lanjut dapat dilihat pada angka romawi V nomor 6);
18. Bersedia menandatangani Formulir Pernyataan Calon Taruna/Taruni SIPENCATAR Kementerian Perhubungan Tahun 2024 (bermaterai 10.000 Rupiah);
19. Memiliki surat elektronik/e-mail dan nomor telepon yang masih aktif dan valid untuk sarana penyampaian perkembangan informasi proses seleksi. Adanya keterlambatan informasi yang diterima oleh peserta diakibatkan kesalahan penulisan alamat e-mail dan nomor telepon yang tidak aktif, mutlak menjadi tanggung jawab peserta.
Cara daftar sekolah kedinasan Kemenhub
Informasi ini perlu diketahui lulusan SMA/SMK yang mau mendaftar sekolah kedinasan Kemenhub 2025. Simak informasinya.
1. Pelamar mengakses portal sekolah kedinasan di https://dikdin.bkn.go.id
2. Buat akun SSCASN sekolah kedinasan dengan NIK yang tervalidasi oleh Dukcapil, kemudian cetak kartu informasi akun.
3. Login ke SSCASN sekolah kedinasan menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan.
4. Unggah swafoto dan pilih sekolah kedinasan.
5. Pelamar yang lulus akan mendapatkan kode billing, cek informasi pembayaran di masing-masing sekolah kedinasan. Lakukan pembayaran formulir pendaftaran tata cara pendafatran dapat dilihat di https://sipencatar.dephub.go.id/pengumuman dan simpan bukti pembayaran
6. Lengkapi nilai, unggah berkas dan bukti pembayaran formulir pendaftaran kemudian cek resume
7. Verifikator instansi memverifikasi data dan berkas pelamar
8. Login ke SSCASN sekolah kedinasan dan cek status kelulusan administrasi
9. Pelamar mengikuti proses seleksi sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi.
10. Cetak kartu ujian di SSCASN sekolah kedinasan jika pembayaran telah dikonfirmasi oleh sistem
11. Pelamar yang lulus akan mendapatkan kode billing, cek informasi pembayaran di masing-masing sekolah kedinasan.
12. Pengumuman hasil seleksi akan diumumkan oleh Panitia Seleksi Sekolah Kedinasan di SSCASN.
Daftar sekolah kedinasan milik Kemenhub yang membuka tahun ajaran 2024/2025:
1. Politeknik Transportasi Darat Indonesia
2. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
3. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal
4. Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang (Poltektrans SDP) Palembang
5. Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
6. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
7. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
8. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
9. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat
10. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
11. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
12. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
13. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
14. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
15. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
16. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
17. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
18. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
19. Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi
20. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Jayapura
21. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang
Penting untuk diketahui bahwa ada satu sekolah kedinasan Kemenhub yang tidak akan menerima calon taruna/taruni baru. Pada tahun 2024, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda pendaftaran Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).
Penundaan penerimaan mahasiswa baru ini merupakan konsekuensi dari kasus kekerasan yang terjadi di STIP Jakarta, yang menyebabkan seorang taruna tingkat 1 tewas di tangan seniornya.
Demikian informasi mengenai cara mendaftar sekolah kedinasan Kemenhub beserta syarat-syarat yang bisa Anda persiapkan.
Meskipun jadwal resmi pendaftaran sekolah kedinasan 2025 belum tersedia, sangat disarankan untuk mempersiapkan semua persyaratannya dari sekarang.
Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan 2025, Anda bisa terus memantau laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
(TribunTrends.com)
Sumber: TribunTrends.com
| Daftar Jurusan Kuliah yang Lulusannya Dicari TNI AL 2025, Jenjang D3-S1, Berikut Besaran Gajinya |
|
|---|
| Terakhir Hari Ini! Pendaftaran Universitas Pertamnia Masih Dibuka, Kunjungi Website Resminya |
|
|---|
| Masih Buka Pendaftaran! Universitas Pertamina Bisa Jadi Opsi Kuliah, Lulusan Potensi Kerja di BUMN |
|
|---|
| 3 Kampus BUMN Ini Ternyata Masih Buka Pendaftaran, Ada Milik Pertamina dan PLN |
|
|---|
| Daftar 5 Jurusan dengan Lulusannya Bergaji Tertinggi di Dunia, Tembus 10 Digit! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/ILUSTRASI-SEKOLAH-KEDINASAN-ZBFSDZBF.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.