Breaking News:

Dedi Mulyadi

Program Baru Dedi Mulyadi, Siswa Diminta Bawa Sampah ke Sekolah, Ditukar dengan Telur dan Daging

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan, kali ini terkait dengan pengelolaan sampah.

Editor: Galuh Palupi
Instagram @dedimulyadi71/freepik
DEDI MULYADI - Potret Dedi Mulyadi diambil dari Instagram @dedimulyadi71 dan ilustrasi sampah serta telur diambil dari freepik. Dedi Mulyadi kenalkan program baru pengelolaan sampah 

TRIBUNTRENDS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan, kali ini terkait dengan pengelolaan sampah.

Dedi Mulyadi memperkenalkan program baru di mana pengelolaan sampah melibatkan para siswa sekolah.

Selain untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada siswa, program ini juga memberi manafaat langsung berupa bantuan bahan makan bergizi untuk mereka.

"Jadi, anak-anak sekolah itu harus punya pengelolaan sampah. Saya berencana nanti ke depan itu anak-anak bawa plastik ke sekolah ditukar sama telur," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (25/3/2025). 

Ia menekankan bahwa masalah sampah di Indonesia semakin serius sehingga perlu ada upaya nyata untuk melibatkan generasi muda dalam menjaga kebersihan dan memahami manfaat daur ulang.

DEDI MULYADI - Potret Dedi Mulyadi diambil dari Instagram @dedimulyadi71 dan ilustrasi sampah serta telur diambil dari freepik. Dedi Mulyadi kenalkan program baru pengelolaan sampah
DEDI MULYADI - Potret Dedi Mulyadi diambil dari Instagram @dedimulyadi71 dan ilustrasi sampah serta telur diambil dari freepik. Dedi Mulyadi kenalkan program baru pengelolaan sampah (Instagram @dedimulyadi71/freepik)

Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga memberikan manfaat langsung bagi siswa. 

Baca juga: Cerita Dedi Mulyadi Dulu Kesulitan Buat Makan, Diberi Ikan Asin Saja Sudah Girang: Lauk Tanggal Muda

Dengan mendapatkan telur atau daging, kebutuhan gizi mereka bisa lebih terpenuhi, yang pada akhirnya mendukung kesehatan dan kecerdasan mereka. 

Sementara itu, anak ayam yang diberikan dapat menjadi aset bagi siswa untuk masa depan. 

"Sehingga, kemudian inilah yang saya maksud ke depan arah pendidikan, ke depan arah pendidikan harus melahirkan alat pendidikan produksi," jelasnya.

Dedi juga menyoroti gaya hidup konsumtif di kalangan pelajar saat ini. 

Ia menilai banyak siswa yang justru membebani orangtua untuk hal-hal yang tidak mendesak, seperti biaya wisuda dan kegiatan lain yang sebenarnya tidak terlalu penting. 

"Hari ini anak-anak sekolah sudah punya utang. Utang study tour, bekas wisuda sekolah, bekas kredit motor yang menabrak tetangga," katanya. 

Melalui kebijakan ini, Dedi berharap siswa bisa lebih memahami nilai kerja keras, kemandirian, serta pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. (Tribun Trends/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dedi MulyadiGubernur Jawa BaratBandung
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved