Breaking News:

Selebrita

Deretan Kritik Terkait Penunjukkan Ifan Seventeen Sebagai Dirut PT PFN, Fedi Nuril hingga Joko Anwar

Inilah deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN.

Penulis: Dika Pradana
Editor: Dika Pradana
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES / Instagram @ifanseventeen @fedinuril
ARTIS KRITIK IFAN,- Deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN. 

TRIBUNTRENDS.COM - Inilah deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN.

Penunjukkan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 12 Maret 2025 telah menimbulkan beragam reaksi dari kalangan artis Indonesia.

Meskipun Ifan dikenal sebagai vokalis grup musik Seventeen, banyak pihak yang meragukan kapasitasnya untuk memimpin sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di industri perfilman.

Banyak aktor dan aktris yang menyatakan keberatan atas penunjukan Ifan, dengan beberapa di antaranya mempertanyakan latar belakang profesional Ifan yang lebih dikenal di dunia musik dan hiburan.

Mereka merasa bahwa karir Ifan di industri perfilman belum cukup untuk mengisi posisi strategis seperti Direktur Utama di PFN, yang memiliki peran penting dalam pengembangan perfilman nasional.

Berikut deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventten sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN.

1.Fedi Nuril

IFAN SEVENTEEN DIRUT PFN,- Pelantikan Ifan Seventeen menjadi direktur utama PT Produksi Film Nasiona tuai pro dan kontra, aktor Fedi Nuril sindir Prabowo Subianto.
IFAN SEVENTEEN DIRUT PFN,- Pelantikan Ifan Seventeen menjadi direktur utama PT Produksi Film Nasiona tuai pro dan kontra, aktor Fedi Nuril sindir Prabowo Subianto. (Instagram @ifanseventeen)

Aktor Fedi Nuril memberikan kritik tajam terhadap penunjukan Ifan, vokalis Seventeen, sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Produksi Film Negara (PFN).

Fedi menilai bahwa jabatan tersebut lebih ideal dipegang oleh seorang produser film yang memiliki pengalaman dan kiprah yang jelas di industri perfilman Indonesia.

Fedi pun tidak ragu untuk menyampaikan pandangannya lewat media sosial, menanggapi pertanyaan netizen di platform X.

"Gak ada gue bilang mesti gue. Menurut gue, idealnya Dirut PT PFN seorang produser. Coba tolong lo sebutin kiprah Ifan di perfilman Indonesia apa aja, lalu silakan bandingkan dengan kiprah produser2 film Indonesia ternama yang lo tahu," ungkap Fedi dengan tegas.

Penunjukan Ifan sebagai Dirut PFN sebelumnya memicu perbincangan publik.

Fedi yang dikenal sebagai aktor dan juga memiliki pengetahuan tentang industri film, menyuarakan ketidaksetujuannya dengan pilihan tersebut. 

Ia mempertanyakan kompetensi Ifan dalam bidang film, mengingat selama ini Ifan lebih dikenal luas sebagai musisi ketimbang sebagai sosok yang berkiprah di dunia perfilman.

Awalnya, Fedi memulai kritiknya dengan sebuah twit yang cukup pedas.

“Tapi, yang diangkat menjadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) malah Ifan Seventeen yang kemampuan, pengalaman, dan prestasinya dalam film Indonesia enggak jelas," tulis Fedi dalam unggahannya.

2. Marcella Zalianty

ARTIS KRITIK IFAN,- Deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventen sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN. Ada Marcella Zalianty.
ARTIS KRITIK IFAN,- Deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventen sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN. Ada Marcella Zalianty. (TribunNews.com / Jeprima)

Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI 56), Marcella Zalianty, juga memberikan komentar kritis terkait penunjukan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Film Negara (PFN).

Marcella mempertanyakan alasan pemilihan Ifan, mengingat latar belakangnya yang tidak terkait dengan dunia perfilman.

Menurut Marcella, sebenarnya ada banyak sosok dari dalam industri perfilman Indonesia yang lebih berkompeten dan memiliki kapasitas untuk memimpin PFN.

"Karena sebenarnya banyak sekali orang-orang di industri film nasional yang punya kapasitas baik untuk bisa memimpin PFN," kata Marcella saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/3/2025).

Jika dibandingkan dengan pelaku film yang sudah berpengalaman, Marcella menilai bahwa Ifan Seventeen kurang memiliki pengalaman atau latar belakang di dunia perfilman. Selama ini, Ifan lebih banyak berkarya di dunia musik, bukan di dunia film.

Marcella berharap agar PFN, sebagai lembaga yang berperan penting dalam pengembangan industri perfilman Indonesia, bisa membantu menghidupkan ekosistem film nasional.

"Artinya PFN harus mampu menjadi mitra strategis bagi kita yang selama ini telah bertahun-tahun di industri film," ungkap Marcella.

Dalam pandangannya, penunjukan seorang figur dari luar industri perfilman bisa menghambat kolaborasi antara berbagai lini yang terlibat dalam dunia film.

"Dan mungkin jika diisi oleh orang di perfilman, akan memudahkan atau mempercepat kemajuan ekosistem perfilman Indonesia," lanjut Marcella.

Meski begitu, meskipun Marcella mempertanyakan keputusan tersebut, ia tetap memberikan ucapan selamat kepada Ifan Seventeen atas penunjukannya sebagai Dirut PFN.

"Selamat atas terpilihnya Mas Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN, semoga penugasan ini berkah dan amanah, khususnya untuk kemajuan industri perfilman Indonesia," kata Marcella dengan sikap yang tetap positif, meskipun ada keraguan terkait keputusan ini.

3. Joko Anwar

ARTIS KRITIK IFAN,- Deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventen sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN. Ada Joko Anwar.
ARTIS KRITIK IFAN,- Deretan artis yang mengkritik penunjukkan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventen sebagai Direktu Utama PT Produksi Film Negara atau PFN. Ada Joko Anwar. (Instagram.com/founda.id)

Penunjukan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN) mendapat kritik keras dari salah satu sutradara ternama Indonesia, Joko Anwar.

Menurut Joko, memimpin perusahaan produksi film negara adalah tanggung jawab yang besar dan membutuhkan pengalaman mendalam dalam industri perfilman, yang menurutnya belum dimiliki oleh Ifan Seventeen.

"Produksi film atau perusahaan yang menangani film itu sangat kompleks. Gue 20 tahun di industri film masih merasa belum cukup paham, apalagi orang yang belum punya cukup pengalaman di bidang ini," ujar Joko Anwar dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Kemal Pahlevi, yang dikutip TribunTrends.com pada Jumat, (14/3/2025).

Meskipun Joko mengakui bahwa Ifan Seventeen memiliki latar belakang yang kuat di industri hiburan, khususnya musik, Joko menilai bahwa pengalaman Ifan di bidang tersebut kurang cukup untuk memimpin PFN.

"Ifan Seventeen punya beberapa kredit di beberapa film, tapi it's not enough (itu tidak cukup)," imbuh Joko, menegaskan bahwa memimpin PFN membutuhkan lebih dari sekadar keterlibatan sekunder dalam beberapa proyek film.

Joko Anwar menekankan bahwa pengalaman dalam industri film sangat krusial untuk memahami dinamika dan tantangan yang ada.

Sebagai seorang sutradara yang sudah berkiprah selama dua dekade, Joko merasa bahwa dirinya pun masih terus belajar tentang kompleksitas dunia perfilman.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar jika keputusan pengangkatan Ifan sebagai Dirut PFN tidak dapat diubah, langkah terbaik adalah mengelilinginya dengan orang-orang yang benar-benar memahami industri film.

Sebagai alternatif, Joko Anwar mengusulkan Reza Rahadian, aktor dan sineas terkenal, sebagai kandidat yang lebih tepat untuk posisi tersebut.

"Gue punya nama yang cocok jadi Dirut PFN. Orangnya sudah terbukti paham film, dia filmmaker, punya integritas tinggi, dan leadership yang kuat. Reza Rahadian," kata Joko Anwar.

(TribunTrends.com/Dika Pradana)

Tags:
Ifan SeventeenPT Produksi Film NegaraFedi NurilJoko AnwarMarcella Zalianty
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved